
Mado kembali dengan wajah penuh ketegangan, dia langsung datang menghampiri Cang Min dan melaporkan apa yang dia lihat.
"Bos ada sekelompok orang yang berpakaian hitam dan mereka memakai topeng, jumlah mereka juga begitu banyak, ada banyak dari mereka yang membawa pedang dan juga pistol laras panjang." lapor Mado.
Baik Cang Min maupun Cloud langsung terperangah kaget begitu pun dengan putra Mahkota.
"Apa kau tau siapa mereka?" tanya Cloud pada Cang Min.
"Ini Kali pertama juga aku mendengar tentang mereka" Jawab Cang Min acuh.
"Uh, rupanya ada juga hal yang tidak kau ketahui, Cang Min" Sindir Cloud dengan nada mengejek.
"Kau..." Ucap Cang Min kesal sambil mengacungkan jari telunjuknya pada Cloud.
"Sebaiknya kita pergi dari sini Bos, kita kalah jumlah dari mereka" seru Mado sambil berbisik pelan.
Cloud yang mengerti keadaan sudah semakin berbahaya mencoba melindungi Hiyuka, dan putra mahkota, dia mengambil satu kantong kecil penuh berisikan Koin-Koin uang dari saku bajunya.
"Cang Min berikan dua kuda milik anak buahmu padaku" pinta Cloud sambil melemparkan satu kantong kecil penuh berisi koin uang ke arah Cang Min.
Dengan sigap Mado menangkap bungkusan kecil berisi koin uang tersebut, dan Menimbang-ningbang isinya dengan cara sedikit melempar-lempar kantong kecil itu di tangannya.
__ADS_1
Melihat itu, Cloud merasa sedikit tersinggung, hingga ia berucap "Aku rasa di dalamnya lebih dari cukup untuk membeli 5 ekor kuda milik anak buahmu" ucap Cloud sinis.
Mado memberikan bungkusan kecil berisi uang itu pada Cang Min, Cang Min menerima satu bungkusan kecil itu, rupanya benar saja isinya begitu banyak dan padat, Cang Min pun memberikan isyarat kepada Mado untuk memberikan apa yang diminta oleh Cloud.
Mado pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia mengerti dan tanpa pikir panjang dua anak buah Cang Min lainnya menyerahkan dua ekor kuda ke arah Cloud.
"Kalian cepat naiklah, kita harus cepat pergi dari sini." Seru Cloud.
Namun putra mahkota nampak bergeming dan tak bersuara sambil memandangi kedua ekor kuda tersebut.
"Yang Mulya ada apa?" tanya prajurit pengawal dengan cemas karena melihat putra mahkota tak menaiki kudanya.
"Kenapa hanya dua kuda bukankah kita bertiga?" tanya Putra Mahkota bingung.
"Cepat naiklah." Perintah Cloud pada Hiyuka.
"Tidak bisa, Nona Hiyuka adalah Calon Putri Mahkota, jadi nona Hiyuka Tidak boleh pergi dengan sembarang pria." Sanggah Putra Mahkota, marah.
"Tidak ada waktu untuk berdebat, kita harus segera pergi dari sini" Jawab Cloud penuh penekanan.
"Kalau begitu Nona Hiyuka naiklah kuda bersamaku" pinta Putra Mahkota dengan lembut.
__ADS_1
"Tidak bisa, karena kau tidak akan bisa menjaganya" tolak Cloud kesal.
Ditengah perdebatan sengit antara Cloud dan Putra Mahkota, Cang Min dan anak buahnya bergegas naik keatas kuda mereka, sebelum pergi, Cang Min pun sedikit berucap.
"Hey Cloud, satu saran dariku cepat lah pergi dan tinggalkan saja mereka, karena kelompok berpakaian hitam itu memiliki jumlah sangat banyak, sehebat apapun dirimu, kau tetap akan kalah jumlah dari mereka." Ucap Cang Min, lantas memimpin kepergian kelompok pedang Merah meninggalkan hutan bambu tempat mereka berduel tadi.
Sepeninggal Cang Min dan anak buahnya, terdengar suara kuda berlarian menghampiri posisi Cloud dan yang lainnya berdiri saat ini.
"Ada suara sepatu kuda mendekat dan dari suaranya sepertinya mereka semua berjumlah banyak orang" ucap Prajurit penjaga putra mahkota.
"Naiklah Nona Kita tidak punya waktu lagi" pinta Cloud pada Hiyuka.
"Nona Hiyuka naiklah kudaku" pinta Putra Mahkota A-Fai tak mau kalah.
Karena merasa kesal dan enggan untuk terus berdebat, Cloud pun memangku Hiyuka untuk naik ke atas Kuda hitam bernama Jorge milik Cloud.
Seolah mengerti Jorge si kuda hitam itu pun sedikit membungkukkan badannya agar Cloud dengan mudah bisa mendudukkan Hiyuka di atas tubuhnya, setelah dirasa Hiyuka sudah duduk diatas tubuhnya, kuda hitam Jorge pun mulai kembali menegangkan tubuhnya dengan begitu gagah.
Hiyuka yang kaget dan kesal pun hanya mampu berpegangan pada leher kuda Jorge karena gerakan Cloud dan kudanya begitu cepat menaikkan dirinya ke atas kuda hingga ia belum sempat menolak dan malah sudah berada di atas Kuda hitam milik Cloud.
Tanpa banyak bicara Cloud pun naik keatas kudanya tepat di belakang Hiyuka lalu memastikan sekitarnya terlebih dahulu sebelum meminta kuda Jorge untuk berlari kencang, setelah dirasa aman Cloud pun mulai memacu kudanya ke arah Desa seberang yang dikenal dengan desa guenju.
__ADS_1
Putra Mahkota yang diliputi rasa marah dan kesal pun akhirnya menaiki Kudanya, dan ikut memacu kudanya mengikuti langkah kuda Jorge milik Cloud, dan di ikuti oleh prajurit penjaga putra mahkota di belakangnya.