Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Dimsum


__ADS_3

"Pertanyaan?" jawab Cloud heran sambil mengangkat alisnya sebelah.


"Pertanyaan apakah yang membawamu padaku?" Tanya Cloud lagi.


"Kenapa kau menganggu pekerjaanku?" Tanya Cang Min penuh selidik.


"Hem.. Ini tentang kejadian tadi siang?" Tanya Cloud.


"Menurutmu?" ucap Cang Min.


"Jangan pernah berani menyentuhnya" ucap Cloud.


"Kalau aku menyentuhnya?" Tanya Cang Min.


"Maka aku juga akan melupakan hubungan yang selama ini sudah kau lupakan di antara kita" jawab Cloud.


"Hahaha..." Tawa Cang Min pecah saat mendengar ucapan Cloud.


"Kau tidak berubah, masih saja berharap tentang hubungan di antara kita akan kembali seperti dulu" ucap Cang Min.


"Aku belum melupakan apapun bahkan aku masih meyakininya, tapi mungkin aku akan lupa jika kau berani menyentuhnya walau pun itu hanya sehelai rambut" ucap Cloud.


"Kau menyukainya?" Tanya Cang Min.


Tapi Cloud tidak menjawab.


"Diam mu membuktikan perkataanku benar adanya, aku jadi ingin lihat bagai mana caramu melupakan hubungan diantara kita" gertak Cang Min.


"Aku harap itu tidak pernah terjadi" jawab Cloud seraya pergi meninggalkan Cang Min.


"Kau terlalu Naif Cloud" teriak Cang Min yang melihat kepergian Cloud.


❣️❣️❣️


Dua hari berlalu Hiyuka terus berusaha mencari Cloud tapi tidak dapat dia jumpai,


"Aku ingin sekali bertemu dengannya, tapi di mana dia?" Tanya Hiyuka dalam hati.


Hiyuka sudah menyiapkan Dimsum buatannya untuk Cloud.



tapi setalah lama mencari dan menunggu dia tidak kunjung menemukan Cloud , saat Hiyuka putus asa dan memilih untuk pulang tiba-tiba ada satu anak kecil yang menabraknya sambil menangis.

__ADS_1


Bruggg


"Auuu hiks hiks.. " Ucap gadis kecil itu.


"Hey kau tidak apa-apa?" Tanya Hiyuka hawatir.


Anak kecil itu hanya menggelengkan kepala sambil terus terisak, Hiyuka menaruh kotak Dimsumnya di salah satu pembatas jalan yang lebar.


"Kemari" ucap Hiyuka dan memangku gadis kecil itu, anak gadis itu menurut dan tidak memberontak saat di gendong.


"Katakan kenapa kau menangis? dan kenapa kau tadi berlari?" tanya Hiyuka lembut.


"Ibu ku marah karena aku tidak sengaja menumpahkan air yang dia beli" ucap anak gadis itu.


"Tenanglah dia tidak bermaksud marah padamu" ucap Hiyuka penuh kelembutan.


"Tapi dia marah" ucap anak gadis itu sambil menangis lagi.


"Cup Cup tenanglah, jangan menangis, aku akan bicara pada ibumu agar dia tidak marah padamu lagi ya" ucap Hiyuka.


Anak gadis itu hanya mengangguk.


"Anak pintar" puji hiyuka.


Lalu setelah itu ibu si anak gadis datang.


"Ah kau ibunya?" Tanya Hiyuka.


"Iya Nona maafkan putriku sudah meyusahkanmu?" ucap si ibu.


"Tidak dia anak yang manis" jawab Hiyuka.


"Dia bilang kau marah padanya?" Tanya Hiyuka lagi.


"Ah tidak nona tadi aku hanya kesal saja, tanpa sadar aku membentaknya" jelas si ibu.


"Ayo pulang maafkan ibu ya" bujuk si ibu.


Si anak gadis pun mengangguk dan beralih gendongan pada sang ibu.


"Terimakasih " ucap Si gadis kecil.


"Sama-sama jangan lari lagi dari ibumu ya" ucap Hiyuka dan di iyakan oleh si gadis.

__ADS_1


"Kami permisi nona muda" ucap si ibu.


"Iya" ucap Hiyuka sambil menundukan kepala tanda penghormatan.


Setelah mereka pergi Hiyuka mengambil kembali kotak Dimsumnya.


"Mungkin aku tidak akan bertemu dengannya, sebaiknya aku pulang kasihan para pengawalku menunggu sejak tadi." Ucap Hiyuka dalam hati sambil memandangi kotak Dimsum di tangannya.


Pada saat Hiyuka berbalik badan betapa kagetnya dia mendapati orang yang dia cari-cari berada tepat di depannya.


"Ehem.. Anda di sini nona?" Tanya Cloud Tapi Hiyuka tak menjawab dan malah melayangkan tatapan tajam pada Cloud.


Cloud yang bingung ahirnya memutuskan untuk pergi "Kalau begitu saya permisi Nona" ucap Cloud sambil berlalu pergi.


"Hey...." Panggil Hiyuka kesal karena Cloud malah pergi begitu saja.


Cloud menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Hiyuka, Hiyuka menghampiri Cloud dan menyerah kotak Dimsumnya dengan kasar di dada Cloud, lalu dia pun berbalik pergi.


Langkah Hiyuka terhenti saat Cloud menarik lengannya.


"Apa ini?" Tanya Cloud.


"Itu racun untukmu" jawab Hiyuka ketus.


"Ah.. Kalau begitu aku tidak boleh memakannya sendiri harus ada yang menemaniku untuk memastikan aku benar-benar mati, bukan begitu?" Tanya Cloud.


"Em bukan seperti itu maksudku........" Ucapan Hiyuka mengantung "Aku tidak peduli" imbuhnya lagi dengan mimik wajah kesal.


"Ya..kau tidak peduli, em kalau begitu biar ku berikan saja pada orang lain" ucap Cloud, dan perkataan itu sukses membuat mata Hiyuka membola.


"Tidak jangan, aku membuatnya susah payah untukmu dan kau ingin memberikannya pada orang lain, jika kau tidak mau, sini kembalikan saja." Ucap Hiyuka sambil berusaha merebut kembali kotak Dimsumnya.


"Kau membuatnya untukku?" Tanya Cloud senang, dan perkataan itu berhasil membuat wajah Hiyuka memerah.


"Mau menemaniku sebentar?" pinta Cloud.


"Ehem.... Sebenarnya aku sangat sibuk tapi kalau hanya sebentar mungkin aku bisa" ucap Hiyuka so sombong.


Cloud hanya tersenyum simpul bahkan hampir tak terlihat.


"Ayo jangan membuang waktu" ucap Hiyuka sambil melangkah pergi dengan bibir yang terus menebar senyuman dan Cloud pun mengikutinya dari belakang.


Tapi Hiyuka meghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Cloud di belakangnya, Cloud yang faham akan maksud Hiyuka mengsejajarkan langkahnya hingga ahirnya mereka berjalan beriringan.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang mengamati mereka sejak tadi.


"Kali ini kau tidak akan bisa melindunginya lagi Cloud" ucap nya.


__ADS_2