Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Sapaan hangat Ayah ke dua


__ADS_3

"Hey... Kakek pergi?" tanya Cang Min dalam hati.


Ada rasa kebas dan perih yang menyayat hatinya kala Cang Min melihat punggung kakek Filix Moe yang memilih pergi dan tak menyapanya.


"Apa yang aku pikirkan, bukan kah aku yang ingin agar kakek pergi dan tidak bicara satu patah kata pun padaku" ucap Cang Min penuh tanya dalam hati


"Lantas kenapa aku harus merasa sedih dan marah, setelah melihat kakek pergi dan tak menyapanya" ucap Cang Min dalam hati.


"Kakek... Maaf" ucap Cang Min lagi masih dalam hati.


Melihat Cang Min yang termenung setelah melihat kepergian Tuan besar Filix Moe, paman Andrew pun datang menghampiri Cang Min seraya berkata....


"Lama tidak berjumpa Cang Min" sapa paman Andrew ramah.


Ya paman Andrew sudah seperti ayah ke dua bagi Cang Min, laki-laki itu tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang nya pada dirinya, Cloud, Daniel atau pun pada anak kandungnya sendiri Alex Moe.


"Kau nampak sudah besar, aku tidak menyangka bisa melihatmu sedekat ini, biasanya aku hanya mampu memperhatikanmu dari kejauhan, karena kau sangat sulit ditemui." ujar paman Andrew panjang lebar.


"Deg..."


Cang Min tidak tau harus berbuat apa, dengan cepat dia menunjukan wajah bengisnya pada paman Andrew,


"Aku tidak pernah memintamu untuk memperhatikanku" ucap Cang Min kasar.


Bukannya marah atau tersinggung paman Andrew hanya tersenyum menanggapi ucapan Cang Min yang nampak tak bersahabat dari nada bicaranya.


"Ya... Kau memang tidak memintaku untuk memperhatikan dirimu Cang Min, tapi ini sudah menjadi Tugas seorang Ayah untuk selalu memperhatikan anak-anaknya, termasuk untuk anak yang sedang pergi jauh dan masih enggan untuk pulang ke rumahnya." Jawab paman Andrew telak menusuk ke dalam dasar hati sanubari Cang Min.


"Deg..."


"Sial" ucap Cang Min dalam hati karena merasakan ego pertahanannya kembali goyah setelah mendengar kata-kata dari paman Andrew.


"Berisik, Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan." Jawab Cang Min berusaha menyembunyikan perasaan goyahnya, lantas Cang Min pun pergi meninggalkan Paman Andrew dan kambali menghampiri Cloud.


Karena hanya Cloud lah tujuan utama dirinya terpaksa datang ke rumah keluarga Moe di Desa Guenju.


" Cang Min, Cang Min..." ucap paman Andrew melihat kepergian Cang Min yang berusaha menghindari dirinya.


Sementara Cloud sedang berusaha menanyakan ke beradaan Hiyuka kekasihnya, pada paman Yoojin.


Setelah melihat Paman Yoojin selesai di obati Cloud pun duduk di samping paman Yoojin, dan dia mencoba menanyakan keberadaan Hiyuka.


"Paman bagaimana keadaanmu?" tanya Cloud perlahan.


"Sekarang saya sudah sedikit membaik Tuan" jawab paman Yoojin.

__ADS_1


"Paman bolehkah saya tahu di mana Nona Hiyuka saat ini? Apa dia baik-baik saja?" tanya Cloud beruntun.


Saat ini Cloud sedang sangat khawatir pada Hiyuka, dia sangat cemas karena tak melihat kekasihnya kembali bersama rombongan Tuan Natagawa.


"Nona muda Hiyuka... Dia..." Ucap paman Yoojin terbata.


"Dia kenapa?" tanya Cloud tak sabaran.


"Para penjahat itu telah berhasil menangkap Nona Muda Hiyuka dan putra mahkota A-Fai, Tuan" Ucap paman Yoojin seraya menundukkan wajahnya karena merasa menyesal telah gagal menyelamatkan Nona muda Hiyuka dan putra mahkota A-Fai.


"Apa?" tanya Cloud tak percaya.


"Sial...." ucap Cloud mengumpat kesal.


"Tuan kita harus segera menolong Nona muda Hiyuka dan Putra mahkota A-Fai, sebelum hal buruk terjadi pada mereka." Ucap paman Yoojin berharap agar Cloud mau membantunya menyelamatkan Nona muda Hiyuka dan putra mahkota A-Fai.


"Untuk saat ini sebaiknya paman Istirahat saja dulu." Ucap Cloud berusaha menahan amarahnya.


"Tapi Tuan..." Tolak Paman Yoojin, terpotong karena ke datangan Cang Min.


"Hey... Cloud, kita masih punya urusan" ucap Cang Min seraya mendekat ke arah Cloud.


Cloud pun menatap ke beradaan Cang Min yang kini berdiri di sampingnya.


Otak Cloud berpikir keras seraya melihat Cang Min, dia kini sedang berpikir bagai mana cara menyelamatkan Hiyuka saat ini.


"Hey Cloud, jangan macam-macam kendalikan otakmu itu, aku tidak akan mau di bodohi lagi oleh mu seperti tadi siang." Ucap Cang Min, penuh curiga.


Cang Min masih sangat mengenal karakter Cloud, dia adalah laki-laki yang cerdas, dan juga tangguh.


Menurut analisa yang dia tau senjata yang di gunakan Cloud tidak terlalu berbahaya, tapi pemikiran dan cara berpikir Cloud itulah yang sangat berbahaya.


Mendengar hal itu wajah gusar Cloud tiba-tiba menghilang, dan Cloud nampak menjukkan sebuah senyuman penuh maksud pada Cang Min.


"Kau ingin di sapa oleh pedangku Cloud?" tanya Cang Min karena merasa kesal dan marah saat ini.


"Heh..." terdengar kekehan pelan dari bibir Cloud.


"Simpan pedangmu pada tempatnya Cang Min karena setelah ini kau akan sangat membutuhkannya." Ucap Cloud sarkas.


"Apa maksudmu, kau ingin bertarung saat ini?" tanya Cang Min emosi.


"Cek.." nampak Cloud berdecak menanggapi sikap arogan Cang Min.


"Jangan basa basi lagi Cloud aku datang untuk apa yang kau janjikan padaku siang tadi." Ucap Cang Min dengan wajah Seriyus dan nada penuh penekanan.

__ADS_1


"Jangan hawatir, kau akan mendapatkan apa yang kau mau." Ucap Cloud.


"Ikutlah" ajak Cloud.


Cloud membawa langkah kakinya memasuki rumah kediaman Moe, Cang Min yang mengikutinya dari belakang reflek menghentikan langkahnya kala melihat Cloud memasuki rumah keluarga Moe.


"Tunggu." Ucap Cang Min tiba-tiba.


"Ada apa?" tanya Cloud enteng.


"Kau katakan semua informasi yang kau tau tentang ibuku di sini saja Cloud." Jawab Cang Min penuh penekanan.


"Tidak bisa karena apa yang kau inginkan berada di dalam kamarku" Ucap Cloud berbohong.


"Kalau begitu ambillah sekarang, Aku akan menunggu di sini" ucap Cang Min kesal.


"Sudah ku katakan tidak bisa" jawab Cloud lantas dia masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Cloud sendirian di teras depan rumah keluarga Moe.


"Sialan kau Cloud." gerutu Cang Min.


Cang Min nampak tak mau kalah dia memilih berdiri di luar rumah keluarga Moe, dan tidak melangkah masuk barang sesenti pun.


Lama Cang Min berdiri menunggu Cloud kembali tapi rasanya tidak ada tanda-tanda Cloud akan kembali keluar.


Alex yang hendak masuk ke dalam rumah harus menghentikan langkah kakinya kala melihat Cang Min berdiri di luar teras rumah.


"Kenapa kau berdiri di sini?" tanya Alex Moe dingin.


"Itu bukan urusanmu" jawab Cang Min tak kalah dingin.


"Kau menunggu Cloud?" tanya Alex, tapi tak di jawab oleh Cang Min


"Kalau begitu masuklah, di luar terlalu dingin." ajak Alex.


"Aku tidak akan pernah masuk ke dalam." Jawab Cang Min kekeh.


"Terserah padamu" jawab Alex enteng.


Lantas dia pun berjalan masuk ke dalam rumah namun di ambang pintu Alex menghentikan langkah kakinya.


"Oh ya... Aku dengar Cloud sudah menemukan keberadaan ibu mu Cang Min." Ucap Alex sarkas.


"Deg..."


Mendengar itu Cang Min pun menatap tajam wajah Alex,

__ADS_1


"Cloud bilang dia ingin memberitahukan ini padamu, tapi sepertinya kau nampak tidak tertarik, jadi kau boleh tetap di sini dan tidak perlu masuk ke dalam rumah." Ucap Alex enteng seraya kembali melangkahkan kakinya memasuki rumah dan meninggalkan Cang Min sendirian dalam keadaan ke kesal dan marah.


__ADS_2