Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Tentang Ibu Chang Min


__ADS_3

"Oh ya... Aku dengar Cloud sudah menemukan keberadaan ibu mu Cang Min." Ucap Alex sarkas.


"Deg..."


Mendengar itu Cang Min pun menatap tajam wajah Alex,


"Cloud bilang dia ingin memberitahukan ini padamu, tapi sepertinya kau nampak tidak tertarik, jadi kau boleh tetap di sini dan tidak perlu masuk ke dalam rumah." Ucap Alex enteng seraya kembali melangkahkan kakinya memasuki rumah dan meninggalkan Cang Min sendirian dalam keadaan ke kesal dan marah.


Karena tersulut emosi Cang Min pun melangkahkan kakinya memasuki rumah keluarga Moe di Desa Guenju, menyusul langkah kaki Alex yang terlebih dahulu masuk ke dalam rumah.


"Tidak buruk" ucap Cang Min dalam hati seraya merasakan debar jantungnya yang kembali harus terpompa lebih cepat dari biasanya.


"Di mana Cloud sekarang" tanya Cang Min pada Alex yang kini ada di hadapannya.


"Di sana, itu kamar Cloud." Jawab Alex seraya menunjukan satu ruangan yang tidak tertutup.


Tanpa mengatakan apa pun lagi Cang Min pun bergegas pergi menuju tempat yang di tunjukkan Alex padanya.


Cang Min berdiri di ambang pintu kamar Cloud yang tidak tertutup, karena Cloud memang sengaja tidak menutup pintu kamarnya.


"Cloud." Panggil Cang Min geram.


"Hem" jawab Cloud sekenanya.


Mendapat jawaban sekedarnya dari Cloud membuat Cang Min semakin kesal dan marah.


Cang Min hanya mampu mendengus kesal menanggapi sikap Cloud yang menyebalkan.


Perlahan Cang Min memasuki kamar milik Cloud dia melihat sebuah pakaian wanita yang tergantung rapih di sebuah hanger,


Pikiran Cang Min hanya tertuju pada satu wanita yang ada dalam benaknya, karena dari yang dia tahu Cloud bukan tipe laki-laki yang mudah dekat dengan perempuan atau pun suka mempermainkan perempuan.


Jangankan untuk dekat atau pun bercinta dengan seorang perempuan laki-laki itu bahkan selalu berkata dingin pada setiap perempuan kecuali anak-anak.


Alhasil setiap perempuan yang melihatnya hanya mampu mengagumi bahkan sampai histeris dari kejauhan.


Mereka tak cukup berani untuk mendekat ataupun sekedar bertegur sapa karena Cloud pasti akan mengacuhkan mereka dan mengabaikan mereka sebelum tujuan mereka tersampaikan.

__ADS_1


Dan dari banyaknya perempuan hanya ada satu gadis yang Cang Min ketahui bahwa dia sudah begitu dekat dengan Cloud, dan gadis itu adalah Nona Muda Hiyuka Natagawa.


"Apakah kau sudah tidur dengannya?" tanya Cang Min menjuk pada sebuah baju perempuan yang tergantung di pintu lemari.


"........" Cloud hanya diam tak menjawab.


"Jadi kau banar-benar sudah tidur dengan gadis itu, wah Cloud kau cukup berani juga mencuri calon istri dari putra mahkota negri ini." Ucap Cang Min mendelik.


"Jaga ucapanmu Cang Min sejak awal dia adalah milikku, dan anak bodoh itu sedang berusaha mencurinya dariku, termasuk dirimu." Jawab Cloud tak kalah sinis.


"Jangan kau pikir aku sudah melupakan perbuatanmu yang sudah berusaha berulangkali menyakiti bahkan menghabisi wanitaku." Sambung Cloud dengan nada penuh penekanan.


Cang Min pun kini terdiam dia menggeretakkan giginya pertanda emosinya sudah mencapai ubun-ubun.


Suasana kamar pun kini terasa semakin tegang dan memanas baik Cloud maupun Cang Min kini sama-sama tidak mau mengalah dalam menurunkan egonya sendiri.


"Bacalah" ucap Cloud seraya melemparkan beberapa potongan kayu rotan yang berukuran kecil tapi memanjang,


Cang Min mengambil kayu-kayu rotan tersebut dan dilihatnya ada banyak tulisan yang berjejer.


Cloud nampak melihat perubahan wajah Cang Min dia sedang marah dan sekarang di buat semakin marah dengan tulisan yang dia baca saat ini.


"Ini semua pasti bohong." Ujar Cang Min penuh amarah.


"Aku pun masih berharap demikian Cang Min." Jawab Cloud tenang.


"Berulang kali aku meminta beberapa informan ku untuk kembali menyelidiki tentang alasan di balik kepergian ibumu."


"Tapi mereka membawa berita yang sama, seperti yang kau baca saat ini."


"Bahwa ibumu dengan suka rela untuk ikut dan menjadi istri pangeran Hosika, dan sekarang mereka sudah di karunia satu orang putra dari hasil pernikahan mereka."


"Selain itu mengenai tragedi kematian Ayahmu dan ibumu waktu dulu, besar kemungkinan semua itu sudah di rencanakan mengingat kita semua mengetahui bahwa ibu dan ayahmu sudah tiada dalam tragedi pembunuhan oleh para bandit hutan."


"Dan yang merencanakan semua ini mungkin saja adalah..... Ibumu Cang Min. Itulah mengapa dia masih hidup hingga saat ini dan hanya ayahmu yang sudah tiada." Ucap Cloud menjelaskan panjang lebar.


"Tidak! Semua ini pasti bohong, para penjahat itu... Mereka pasti telah menculik ibuku, dan mereka yang membuat semua rencana jahat untuk membunuh ayah dan ibuku jadi seolah-olah ibuku sudah meninggal, padahal dia masih hidup dan tidak ada satu orang pun yang bisa menolongnya karena tidak ada yang tau mengenai keberadaannya." Ucap Cang Min berpraduga, menolak semua informasi yang dia baca dan dia terima dari Cloud.

__ADS_1


" Ya... Mungkin saja kau benar, tapi.... " ujar Cloud tapi terpotong.


"Tidak ada kata tapi" Ucap Cang Min memotong perkataan Cloud.


"Ibuku dia hanya seorang wanita yang lemah, jadi mungkin saja dia tidak berdaya bahkan hanya sekedar untuk melarikan diri." Ucap Cang Min berusaha untuk selalu percaya pada ibunya saat ini.


Bagi Cang Min saat ini dia sudah sangat bahagia mengetahui bahwa ibunya masih hidup, sejak dulu Cang Min selalu percaya bahwa ibunya masih hidup, karena saat semua orang mengatakan ibunya sudah tiada Cang Min kecil sempat melihat ibunya berada di dermaga saat itu.


Dan hingga saat ini dia selalu percaya bahwa ibunya masih hidup, dan hari ini terbukti benar bahwa ibunya masih hidup.


Cang Min terlalu bahagia, ya laki-laki batu keras kepala itu menolak kebenaran dari informasi yang dia terima tentang ibunya,


Banginya mengetahui bahwa ibunya masih adalah sebuah kebahagiaan yang tiada tandingannya hingga membuat Cang Min tuli dan buta dengan semua kata-kata yang di ucapkan Cloud.


"Aku akan menjemput ibuku" seru Cang Min dengan wajah bahagia.


Cang Min memutar badannya dia ingin segera pergi dari sana dan menjemput ibunya.


"Tunggu Cang Min" cegah Cloud.


"Apa lagi sekarang hah?" jawab Cang Min kesal.


"Jangan gegabah Cang Min, kita butuh rencana yang matang untuk menjemput ibumu kembali, jangan lupa ibumu sekarang ada di dalam rumah musuh, yang mungkin tidak lemah, dan tidak bodoh sepertimu." Ucap Cloud memperingati.


"Kau bilang aku ini bodoh Hah" jawab Cang Min berteriak marah.


"Ingin menyerang musuh tanpa rencana, Kalau tidak bodoh apa namanya?" Ucap Cloud sarkas.


"Sialan kau" umpat Cang Min kesal.


"Lantas apa kau punya rencana?" tanya Cang Min.


"Ya aku punya rencana, tapi aku sedikit ragu dengan rencanaku, Mengingat banyak orang yang harus kita selamatkan." Ucap Cloud sambil kembali berpikir keras.


"Banyak orang kau bilang?, Hah.... Aku hanya akan menyelamatkan ibuku saja, dan tidak peduli pada yang lainnya." Jawab Cang Min enteng.


"Jika kau ragu dengan rencanamu Cloud lupakan saja, biar pedangku yang bicara." Ucap Cang Min menggebu-gebu.

__ADS_1


__ADS_2