Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Ibu dan Anak


__ADS_3

"Jika kau memang ibuku lantas kenapa kau meninggalkanku saat itu? dan kenapa kau menusuk diriku saat ini?" tanya Chang Min beruntun.


"Karena saat itu aku masih menyayangimu Chang Min itulah kenapa aku tidak membunuhmu dan lebih memilih meninggalkanmu, tapi sekarang aku menusukmu karena kau sudah berusaha melukai anakku Yun Min, dan aku pasti akan membalas siapa pun yang berani menyakiti putra kesayanganku, putraku dengan pangeran Hisoka." Ucap Ibu Xiu Mey Mey.


"Deg...." hati Chang Min begitu sakit dan pedih bagaikan tertusuk ribuan pedang tajam yang menikam di dalam hatinya.


"Apa kau tau... Ibu, aku hampir gila karena mencarimu..." ucap Chang Min sambil berteriak histeris.


Cloud sampai hampir kehilangan fokusnya pada lawannya saat ini karena hawatir dengan keadaan Chang Min.


Namun dengan cepat Cloud pun kembali masuk ke dalam pertarungan antara dirinya dan Hamada putra pertama Pangeran Hisoka.


"Kau tau aku begitu menderita mencarimu selama ini, bahkan aku sampai harus pergi meninggalkan keluarga Moe hanya untuk mencarimu." Ucap Chang Min hampir putus asa.


"Aku mencarimu kebanyak tempat dan ke banyak Pulau-Pulau dari banyaknya lautan yang aku arungi hanya untuk mencarimu, bahkan aku harus sampai masuk ke dalam lembah hitam hanya untuk bertahan hidup demi mencari dirimu, dan ini yang aku dapatkan sekarang,..... Di mana ibu ku yang dulu? Wanita lembut yang selalu menyayangiku dan menyuapiku makan, memelukku saat aku tidur, memarahiku dan mendikanaku saat aku bermain lumpur di ladang bersama ayah. Di mana dia?... Kenapa kau melukai ku begitu dalam? padahal aku juga adalah anakmu.. Apa salahku sampai aku harus menanggung banyak penderitaan hanya untuk dirimu?" Ucap Chang Min memuncak, dia begitu marah dan putus asa Setalah mendengar kejujuran dari ibu yang selama ini dia cari-cari dengan penuh harapan.


" Dia sudah mati, dia sudah tiada." Jawab Ibu Xiu Meymey.


" Dulu aku menyayangimu karena kau adalah anak pertamaku, tapi setelah aku kembali kepada pangeran Hisoka dan memiliki anak darinya aku sudah tidak menyayangimu lagi, bahkan aku sudah tidak mengharapkan kau hadir lagi dalam hidupku." Ucap Ibu Xiu Meymey.


" Ah....... " teriak keputusan asaan Chang Min.


Air mata pun sudah tak Kuas dia bendung lagi, Chang Min menangis meratapi kenyataan yang dia dengar dari mulut ibu kandungnya sendiri.


"Hiks.... Hiks...." Suara tangisan Chang Min. Lalu tiba-tiba.


" hahaha....hahaha....hahaa....." Kini Chang Min tertawa di sela tangisannya.


"Kau bilang kau sudah tidak menyayangiku karena dia bukan ibu?..." tanya Chang Min dengan mata yang mendelik tajam pada Yun Min adik seibunya Chang Min, bahkan wajah Chang Min pun kini terlihat menyeramkan.


"Bagai mana kalau aku menghabisinya? Apa kau akan menyayangiku kembali seperti dulu ibu?....." ucap Chang Min dengan serengai menakutkankan.


"Deg..." ibu Xiu Meymey pun di buat gemetar saat melihat perubahan mengerikan yang terjadi pada Chang Min putra sulungnya.


"Seb.." Chang Min menarik pisau beracun dari tubuhnya yang di tancabkan ibunya di perut kirinya.

__ADS_1


Lantas Chang Min pun berdiri dari duduknya dia mengambil pedangnya yang tergeletak di atas tanah.


"Kenapa kau bisa bediri lagi? Harusnya kau sudah kehilangan tenagamu karena racunku?" tanya ibu Xiu Meymey.


"Kau mau tau alasannya ibu?" tanya Chang Min.


"Karena aku menggunakan baju anti peluru dan ati tusuk di tubuhku" jawab Chang Min.


"Aku juga sudah meminum obat anti racun dari paman Andraw, agar saat kau menusukkan racunmu pada tubuhku, aku masih akan baik-baik saja." Jawab Chang Min dengan serengai yang menakutkan.


"Halau Adiku... Kemari lah aku akan memberikan salam perpisahan untukmu," ucap Chang Min begitu menakutkan.


"Jangan pernah kau Berani menyakiti putraku" teriak Ibu Xiu Mey Mey tak terima.


"Cup.. Cup.. Cup... Adikku yang manis.. Haha... Lihat dia masih berlindung di bahwa ketiak ibu kita... Haha... Lucu sekali, kau benar-benar lucu sampai rasanya aku ingin menghabisimu saat ini juga." Ucap Cang Min dengan mata yang mendelik tajam.


Dan di detik berikunya Chang Min pun memulai serangan dengan Mencoba menebas adiknya Yun Min.


" Tidak jangan... Hentikan Chang Min aku tidak akan memaafkanmu jika kau berani menyakiti putraku..." teriak ibu Xiu Meymey saat melihat Chang Min menyerang putranya keduanya Yun Min.


"Apa kau bilang ibu, kau tidak akan memaafkanku... Hahaha.... Tidak apa ibu, jika kau tidak mau memaafkan putramu ini, karena aku juga sudah tidak membutuhkan maaf darimu." Ucap Chang Min saat dirinya menghentikan serangannya untuk sesaat.


"Jang dengarkan dia ibu, aku pasti akan menang darinya." Ucap Yun Min penuh percaya diri.


"Ups.... Kau begitu percaya diri sekali ya adikku..." ucap Chang Min lantas kembali menyerang Yun Min dengan begitu berutal.


"Hahahaha...hahaha....hanya segitu saja kekuatanmu Adikku..." Ucap Chang Min berteriak di tengah pertarungan.


"Trang...trang...." Suara pedang yang sailing berbenturan.


Di sisi lain Cloud hampir berhasil melumpuhkan Hamda yang kini jadi lawan bertarungnya.


"Seb...." tebasan terakhirnya mampu menjatuhkan Hamada.


"Brug...."

__ADS_1


"Ah....." teriak Hamda terjatuh dan kesakitan, saat Cloud menebas kaki kanannya hingga putus.


"Kurang ajar kau.... Ah....sakit" teriak Hamada.


Dia merobek bajunya dan mengikat kain robek kan bajunya di bagian betisnya tepat di dekat kakinya yang kini telah buntung untuk menghentikan pendarahan di kakinya.


"Hamada putraku." teriak Pangeran Hisoka.


Pangeran Hisoka pun meninggalkan putra keduanya yang sedang di obati oleh tabib lalu menghampiri Hamada putra pertamanya yang terduduk di tanah sambil berteriak kasakitan karena kehilangan kaki kanannya.


"Putraku... Hamada... Pewarisku." kurang ngajar kau Cloud, kau akan membayar sangat mahal karena telah berani menghilangkan kaki putraku." Ucap pangeran Hisoka.


"Tabib cepat obati putraku... Sambungkan kembali kakinya..." Pinta Pangeran Hisoka pada tabib yang lain sambil berteriak.


Ada empat tabib yang merawat Tadasi dan dua di antaranya mengambil alih mengobati Hamada putra pertama dari pangeran Hisoka.


Melihat musuh sedang sibuk Cloud pun berlari ke arah Hiyuka berada, dan dengan menggunakan pedangnya yang tajam Cloud pun memuskan tali rantai yang mengikat di antara tangan dan kaki Hiyuka, putra Mahkota A-Fai dan Mado.


"Tuan kau terluka parah" ucap Hiyuka dengan derai air mata di pipinya.


"Aku tidak apa-apa" jawab Cloud menahan sakit.


Setalah memutuskan rantai di tangan dan kaki Hiyuka, dan putra Mahkota A-Fai juga Mado. Cloud pun mengambil jepit rambut milik Hiyuka dengan perlahan dari rambut Hiyuka.


Cloud pun menggunakan jepit itu untuk membuka borgol yang masih tersisa di leher Hiyuka dan di kedua tangan juga kaki Hiyuka.


"Ah..." Hiyuka mengaduh sakit saat borgol besi yang di pasang di lehernya terlepas.


"Sakit?" tanya Cloud. Hiyuka pun mengangguk menjawab pertanyaan dari Cloud.


Setelah semua Gembok di leher, tangan dan kaki Hiyuka terlepas, Cloud memberikan satu persatu jepit rambut milik Hiyuka pada putra mahkota A-Fai dan pada Mado.


"Bukalah sendiri" ucap Cloud.


Dengan sedikit kesulitan Mado dan putra mahkota A-Fai melepaskan borgol-borgol tersebut dari kedua tangan, kaki dan leher mereka.

__ADS_1


Sementara itu Cloud mengeluarkan sebuah salep obat memar yang di berikan paman Andrew dan mengoleskannya di leher Hiyuka secara perlahan, dia juga mengoleskan salep tersebut di kedua tangan dan kedua kaki Hiyuka.


"Setelah ini rasa sakitnya pasti berkurang." Ucap Cloud.


__ADS_2