Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Kembali


__ADS_3

"Nona Muda sudah kembali"


"Nona Muda sudah kembali"


"Nona Muda sudah kembali" teriak bibi Damnim di dari luar rumah.


Semua orang berhamburan datang kearah bibi Damnim termasuk Tuan Besar Hiyugha Natagawa.


Tuan Besar Hiyugha Natagawa, Bibi Ryko Jee, Haura Jee, Paman Can Jee dan semua para budak yang bekerja di rumah Tuan Besar Natagawa menyaksikan bagaimana Hiyuka keluar dari dari tandu yang di bawa pengawal.


"Hiyuka?" panggil bibi Ryko Jee haru.


Bibi Ryko berhambur memeluk Hiyuka erat, dia sangat bahagia melihat Hiyuka bisa kembali pulang dengan selamat.


"Ayah, lihatlah Hiyuka kita telah kembali." Ucap bibi Ryko sambil mengusap kedua sudut matanya yang berair.


Tuan besar tersenyum sambil menganggukan kepalanya haru sebagai jawaban.


"Aku senang kau bisa kembali Kakak Hiyuka?" ucap Haura Jee.


"Terimakasih" jawab Hiyuka.


"Ryko biarkan Hiyuka beristirahat" ucap Tuan besar Hiyugha Natagawa.


Bibi Ryko dan Bibi Damnim membawa Hiyuka ke pondok tempat Hiyuka tinggal.

__ADS_1


Pondok tempat tinggal Hiyuka merupakan sebuah rumah peninggalan orangtuanya, yaitu Ibu Nawa Yi dan Ayah HiRiyu Natagawa, Hiyuka tinggal di sana dengan di temani bibi Damnim dan Paman Yoojin.


Pondok tempat tinggal Hiyuka hanya berjarak beberapa meter dari rumah utama Tuan besar Natagawa.


"Apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" tanya bibi Ryko secara beruntun pada Hiyuka.


Hiyuka napak jelas melihat raut wajah kekhawatiran dari bibi Ryko dan bibi Damnim yang kini tengah menemani dirinya.


"Aku baik-baik saja bibi, sungguh!, orang yang menyelamatkan aku sungguh menjagaku dengan baik." Ucap Hiyuka meyakinkan.


"Memang siapa yang sudah menyelamatkanmu?, dan siapa juga yang sudah menculik mu Hiyuka?" tanya bibi Ryko.


"Sebenarnya Cang Min si pendekar merah yang menculikku, dan yang menyelamatkan ku adalah Tuan mudah Cloud Moe." tutur Hiyuka menjelaskan.


"Apa?" jawab bibi Ryko kaget.


" Tapi bagaimana bisa Tuan muda dari keluarga Moe bisa tahu kalau kau di culik, sementara semua orang di kediaman Natagawa pun di larangan untuk memberi tahu kan bahwa kau telah di culik." tutur bibi Ryko.


"Sebenarnya, saya lah yang meminta Tuan muda Could Moe untuk membatu saya menyelamatkan Nona muda Hiyuka nyonya besar." Jawab pama Yoojin yang tiba-tiba masuk dan menyanggah pertanyaan bibi Ryko.


"Apa... Apa kau sudah gila?." Tanya bibi Ryko.


"Kau meminta para penjajah itu untuk menyelamatkan Hiyuka, di mana akalmu? kau sungguh-sungguh telah membuat malu nama keluarga Natagawa!." Bentak bibi Ryko.


"Maafkan saya Nyonya besar, saya terpaksa melakukan itu, karena saya tidak kunjung berhasil menemukan keberadaan nona muda Hiyuka, oleh karena itu saya meminta batuan Tuan muda Cloud."

__ADS_1


"Awalnya saya hanya meminta bantuan untuk mencari tahu di mana lokasi nona muda berada, tapi setalah menemukan titik lokasi nona muda di sekap, sungguh saya merasa mati langkah nyonya, karena nona muda di sekap tepat di dalam area kawasan kekuasaan jepang, dan jika sampai keberadaan saya dikehui telah masuk kesana tanpa izin, maka di pastikan akan terjadi peperangan besar antara negara kita dengan Jepang Nyonya besar." Jelas Paman Yoojin panjang lebar.


" Itulah mengapa saya meminta bantuan tuan Muda Cloud Moe untuk menyelamatkan Nona muda, karena dengan kekuasaan yang dia miliki, dia bisa bebas memasuki kawasan mana pun tanpa harus memicu peperangan." tutur Paman Yoojin lagi.


"Ya Tuhan kenapa begitu rumit sekali, dan.. Dan atas dasar apa mereka sampai harus menculik Hiyuka?" tanya bibi Ryko mulai frustasi.


"Saya masih menyelidikinya nyonya besar" jawab paman Yoojin.


"Yoojin aku tidak mau tau kau harus lipat gandakan pengawasan dan penjaga untuk Hiyuka, dan ingat kalian berdua, hal ini tidak boleh sampai terjadi lagi, mengerti?" ucap Bibi Ryko.


"Mengerti nyonya besar" jawab bibi Damnim dan paman Yoojin berbarengan.


Hiyuka melihat keadaan semakin menengang, dan kalau di teruskan pasti hanya akan memicu pertengkaran.


"Bibi boleh aku beristirahat? Aku sungguh lelah!" Pinta Hiyuka.


Bibi Ryko pun melihat Hiyuka yang memang begitu napak lelah.


"Iya tentu, beristirahatlah, dan masuklah ke dalam kamarmu." Pinta bibi Ryko.


"Aku butuh suasana yang tenang jadi aku mohon tolong tinggalkan aku sendiri untuk saat ini" pinta Hiyuka.


"Tentu saja Hiyuka, apa pun untuk mu, sekarang juga kalian berdua pergilah." Pinta bibi Ryko.


"Terimakasih bibi kalau begitu aku masuk dulu" jawab Hiyuka dan di angguki bibi Ryko.

__ADS_1


Bibi Ryko Jee, bibi Damnim dan paman Yoojin pun pergi meninggalkan pondok tempat tinggal Hiyuka, sesuai keinginan Hiyuka.


__ADS_2