
Hiyuka kembali ke dalam aula istana yang di tenpati Ibu Suri, di sana masih tidak berubah semua Calon Putri Mahkota nampak berkumpul di aula tersebut, ada yang menunjukkan raut kekhawatiran ada yang menunjukkan raut wajah acuh tak acuk, dan ada yang langsung berubah kesal saat melihat Hiyuka masuk kembali kedalam Aula istana tersebut.
Hiyuka kembali duduk di tempatnya dan memilih duduk tanpa meladeni siapa pun.
Tak lama Tuan Jiha selalu kepala istana datang dan mengumumkan keadaan Ibu suri baik-baik saja, semua nampak senang melihatnya.
"Nona Muda Hiyuka" panggil Tuan Jiha.
"Anda memanggil saya Tuan" jawab Hiyuka.
"Ibu Suri Ingin mengucapkan Terimakasih secara Khusus kepada anda, mari silahkan ikut saya." Ucap Paman Jiha.
Dengan cepat Hiyuka mengikuti langkah Tuan Jiha karena bisa dia rasakan sedikit saja di lebih lama di antara para Calon Putri Mahkota maka dia bisa pastikan habis sudah dirinya di keroyo semua orang.
Sesampainya di dalam kamar Ibu Suri nampak Ibu Ratu yang sedang menemani Ibu Suri sembari memijat lembut tangan Ibu Suri, di sana juga ada Yang Mulya Raja Bakhyun dan Putra Mahkota A-Fei.
"Yang Mulya Nona Muda Hiyuka sudah datang" ucap Kepala Istana Tuan Jiha.
Semua nampak melihat ke arah pintu masuk.
"Persilahkan untuk masuk" ucap Yang Mulya Raja Bakhyun.
"Apa-apa ini kenapa mereka malah menatapku seperti itu" ucap Hiyuka dalam hati.
Hiyuka menunduk Hormat pada semua yang ada di ruangan tersebut, semua nampak tersenyum melihat kedatangan Hiyuka.
"Saya dengar anda memanggil saya Yang Mulya" Tanya Hiyuka sambil menunduk.
"Berdirilah Nona Muda Hiyuka" ucap Yang Mulya Raja.
Lantas Hiyuka pun berdiri.
"Aku sudah dengar semuanya, aku sebagai raja Negara Jeos mengucapkan terimakasih pada Nona Muda Hiyuka karena telah menyelamatkan nyawa Ibu Suri." Ucap Raja Bakhyun.
__ADS_1
"Saya rasa saya tolong menolong adalah hak dan kewajiban setiap orang, kalau pun bukan saya yang menolong Ibu Suri, saya rasa akan ada yang lain yang juga akan menyelamatkan Ibu suri jadi yang Mulia tidak perlu merasa sungkan." Jawab Hiyuka.
"Kau memang sama seperti Kakek dan Ayahmu, selalu merendah padahal kalian begitu banyak berjasa pada kerajaan." Ucap Yang Mulya Raja.
"Aku rasa Putra Mahkota akan sangat beruntung jika memilikimu sebagai Putri Mahkota di sampingnya." Ucap Yang Mulya Raja.
Putra Mahkota yang mendengarnya sangat senang karena ternyata Yang Mulya Raja juga menyukai pilihannya.
"Saya Rasa Yang Mulya terlalu cepat memutuskan, lagi pula seleksi putri Mahkota belum di mulai." Jawab Hiyuka.
Sebenarnya Hiyuka ingin sekali menolak menjadi calon Putri Mahkota di depan Yang Mulya Raja, tapi karena melihat Ibu suri yang sedang sakit akhirnya Hiyuka mengurungkan Niatnya.
"Dengan tulus saya mendoakan kesembuhan Ibu Suri, Semoga lekas sembuh Ibu Suri" ucap Hiyuka.
"Terimakasih" jawab Ibu Suri dengan lemah.
Setelah selesai menemui Ibu Suri, Hiyuka pun kembali ke aula istana, sesampainya di aula istana Tuan Jiha selaku kepala istana mengintruksikan kepada seluruh calon Putri Mahkota untuk masuk ke asrama wanita dan menempati kamar masing-masing, hal inu berlaku sampai masa seleksi calon Putri Mahkota usai.
Hal yang sangat Hiyuka syukuri adalah karena dia tidak harus menempati kamar yang sama dengan Haura Jee yang dia tau sekarang menjadi saudara sepupunya.
Hal itu Hiyuka syukuri bukan karena benci, tapi karena dia merasa selalu tidak nyaman dan selalu merasa tidak aman setiap kali harus berdekatan dengan Haura Jee.
Di setiap kali Hiyuka bersama Haura jee dia harus selalu bersabar karena dia pasti akan selalu merasa kesal setiap kali Haura Jee berbicara dengannya dan selalu membuat dia kesal dengan perkataannya.
"Nona muda Natagawa?" panggil seorang gadis cantik pada Hiyuka.
"Ah... Ya" jawab Hiyuka.
"Aku tidak menyangka akan satu kamar denganmu" ucapnya lagi.
"Aku juga" jawab Hiyuka.
"Boleh aku tau siapa Namamu Nona muda?" Tanya Hiyuka.
__ADS_1
"Ah nama saya Go Terry, saya dari keluarga Go" jawab gadis itu ramah dengan senyum manisnya.
"Ah Nona Muda Go" ucap Hiyuka.
"Panggil saja Terry Nona" ucapnya lagi.
"Kalau begitu kau juga harus memanggil ku Hiyuka saja" ucap Hiyuka lembut.
"Kalau begitu aku tidak akan merasa sungkan" ucap gadis itu.
Dan Hiyuka membalasnya dengan senyuman ramahnya.
"Aku akan tidur di sebalah kiri" ucap Go Terry.
"Ya tidak masalah, buatlah dirimu merasa nyaman" jawab Hiyuka.
"Terimakasih, kau baik sekali, padahal aku pikir sikapmu akan sama seperti adik sepupumu, upps..... " Ucap Go Terry sambil menutup mulutnya.
"Go Teery apa yang kau katakan" ucap Go Terry dalam hati, merutuki perkataannya sendiri.
Hiyuka yang melihat dan mendengar Go Terry berucap tentang sepupunya, nampak merasa bersalah karena ucapannya sendiri.
"Tidak apa, kami memang berbeda, jadi kau tidak perlu merasa sungkan denganku" ucap Hiyuka menyairkan suasana.
"Maaf" ucap Go Terry .
"Tidak apa, sungguh, baiklah aku akan menyimpan barangku di sisi kana, mari kita mulai berbenah." Ucap Hiyuka mengalihkan pembicaraan.
"Ah iya mari" jawab Go Terry yang kembali tidak merasa canggung lagi.
Setelah itu baik Hiyuka mau pun Go Terry mulai menaruh semua barang-barang mereka di dalam lemari masing-masing, hal itu tak lepas di selingi dengan beberapa pertanyaan ringan dari keduanya.
Baik Hiyuka mau pun Terry merasa begitu bersyukur karena mereka masing-masing merasa nyaman dengan kehadiran satu sama lainnya.
__ADS_1