Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Kemarahan Tuan Jee


__ADS_3

Di Pusat Kota Istana Jeos.


Tuan Can Jee kini sedang duduk di meja yang sama bersama Cang Min si Pedang Merah,


"Bagaimana apa kau sudah membinasakan Hiyuka?" tanya Tuan Can Jee.


Cang Min tak menjawab dia hanya tersenyum sinis menanggapi pertanyaan yang sering laki-laki itu tanyakan padanya, dari semenjak dia menyewa jasa Kelompok Pedang Merah untuk menghabisi Hiyuka.


"Kau benar-benar tidak sabaran rupanya" jawab Cang Min kesal.


"heh.. Jelas aku tidak sabar ini sudah begitu lama, tapi Hiyuka masih hidup hingga saat ini, bahkan saat ini penentuan Putri Mahkota akan segera di umumkan, aku tidak mau tau kalian harus sudah menyingkirkannya sebelum saat itu tiba, agar putriku bisa menjadi Putri Mahkota dan Ratu di Negri ini." Keluh Can Jee panjang lebar dengan penuh rasa geram.


" Kau memang licik sekali Tuan" ejek Cang Min.


"Jaga Mulut kotormu itu, ingat aku sudah membayarmu mahal bukan untuk menghinaku, tapi untuk membunuh Hiyuka, kau mengerti." ucap Tuan Jee tersinggung.

__ADS_1


"Hahahahah......" Gelak tawa Cang Min.


"Untuk saat ini jujur saja, aku sedikit kesulitan untuk menghabisi nona Hiyuka Tuan, karena sejak awal dia ada dalam perlindungan si kulit putih Cloud." Ucap Cang Min menjelaskan.


"Aku tidak peduli, itu urusanmu, karena yang aku mau hanya satu, kematian Hiyuka." Ucap Tuan Can Jee teguh.


"Heh... Kau pikir semudah itu menghadapi laki-laki dari keluarga Moe." Jawab Cang Min yang mulai kesal.


"Tapi, kau tenang saja Tuan, Aku memang tidak bisa menjamin akan bisa menghabisi Nona Hiyuka, tapi aku akan menjamin kalau dia tidak akan menjadi putri Mahkota, dan dia tidak akan menjadi batu penghalang lagi, bagi putrimu Tuan." Ucap Cang Min panjang lebar.


"Haha... Kau tenang saja tuan, akan aku pastikan kalau Nona Hiyuka benar-benar tidak akan menjadi putri Mahkota atau pun Ratu di Negri Jeos ini." tutur Cang Min meyakinkan.


"Baiklah aku pegang kata-katamu Cang Min, jangan sampai ini menjadi kegagalan pertamamu dalam memimpin misi pasukan Pedang merah, sebagai jaminannya jika kali ini kau gagal lagi, maka kau tidak boleh hidup lagi." Ucap Tuan Can Jee menantang.


Cang Min yang mendengarnya merasa kesal dan marah, betapa tidak laki-laki yang ada di hadapannya adalah orang yang begitu serakah, dan Kejam, dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Ini bukan kali pertama dia meminta Cang Min dan kelompok pedang Merah untuk membunuh orang-orang yang dirasa menghalangi jalannya menuju posisinya saat ini sebagai menteri kerajaan Jeos.


Bagi keluarga Natagawa, Juga Bagi Kerajaan Jeos dan semua masyarakat Jeos, Tuan Can Jee adalah orang yang sangat baik, Dermawan, dan rendah hati.


Dia adalah Ayah yang baik untuk Haura Jee, suami yang penuh kasih sayang untuk istrinya Bibi Ryko Jee, dan menantu kebanggaan dari Tuan Hiyugha Natagawa.


Tidak ada yang tau betapa kejam dan liciknya laki-laki itu, dia selalu pandai dalam membersihkan seluruh penghalang dalam hidupnya, hingga tak sisa.


Tidak pernah ada jejak yang tertinggal dalam setiap kejahatan yang dia lakukan, dan dia selalu dengan cepat menemukan kambing hitam untuk menutupi kesalahannya apabila dia dalam posisi yang begitu buruk sekali pun, dengan begitu dia selalu terlihat bersih dan tak tercela sedikit pun.


Sungguh luar biasa laki-laki itu, sampai bisa mengelabui siapapun di sekelilingnya.


Kini hanya dua orang yang tau betapa liciknya Tuan Can Jee, yaitu Putrinya Haura Jee dan Cang Min si Pedang Merah, karena di setiap kejahatan Tuan Can Jee, Cang Min selalu terlibat dan mendapatkan harga yang begitu mahal untuk satu kali kejahan yang di minta Tuan Jee padanya.


NB. (Tuan Hiyugha Natagawa adalah ayah dari Bibi Ryko, dan kakek dari Hiyuka Natagawa (Celina) ).

__ADS_1


__ADS_2