Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Menjelaskan situasi


__ADS_3

"Aku akan punya keponakan?" tanya Daniel lagi penuh antusias.


Lagi-lagi Cloud hanya terkekeh pelan menjawab semua pertanyaan Daniel.


"Ya kau akan punya keponakan, asalkan kau tidak mengetuk pintu kamarku lagi di tengah malam." Jawab Cloud sambil berlalu pergi dari hadapan Daniel, meninggalkan laki-laki itu dengan sejuta keterkejutannnya sendiri.


"Apa...?" Ucap Daniel berteriak kaget sendiri, saat dia baru menyadari ke mana arah pembicaraan Cloud.


Cloud melangkahkan kakinya ke arah lapang besar untuk melihat seberapa banyak para pengungsi yang di bawa para pekerjanya ke wilayah keluarga Moe di Desa Guenju.


Sesampainya di pesisi lapang latihan Tentara, yang kini di tempati oleh para pengungsi, Cloud sedikit menghembuskan napasnya kasar.


"Banyak juga" ucapnya lirih.


"Ada berapa total semua pengungsi?" tanya Cloud pada salah satu tentara yang bertugas menjadi penanggung jawab untuk semua para pengungsi selama berada di wilayah keluarga Moe.


"Lapor Capten semua jumlah pengungsi ada 175 orang itu semua sudah termasuk keluarga dan kerabat dari semua pelayan dan petani yang bekerja di keluarga Moe."


"Bagus, bagaimana dengan penyediaan bahan pangan di lumbung padi kita, apa akan cukup hingga satu bulan ke depan, untuk semua para pengungsi?" Tanya Cloud lagi.


"lebih dari cukup Capten bahkan bisa hingga dua atau tiga bulan kedepan." Jawabnya.


"Bagus, kalau begitu terus berjaga dan tetap Siaga" Perintah Cloud.


"Siap Capten" jawabnya.


Sementara Cloud sibuk memeriksa para pengungsi, Daniel dengan langkah pasti menghampiri Hiyuka yang sejak tadi berdiri di depan pintu masuk Kediaman Keluarga Moe bersama Putra Mahkota A-Fai dan Chanzi prajurit penjaga putra mahkota.


Mereka tidak bisa keluar dari kediaman keluarga Moe atas larangan Cloud.


"Selamat pagi Nona..." Sapa Daniel. "Dan.... Putra Mahkota... Selamat pagi untukmu juga... " Ucap Daniel lagi dengan banyak jeda di setiap kata yang dia lontarkan untuk putra mahkota.


Baik Hiyuka maupun putra mahkota hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, karena bagi mereka sosok Daniel begitu sangat asing, ini kali pertamanya mereka bertemu, dan menciptakan rasa canggung diantara mereka.

__ADS_1


Daniel adalah laki-laki bule yang memiliki tubuh tegap dan tinggi, rambut pirang, kulit putih dan mata Biru laut yang pekat,


Dia adalah sahabat sekaligus adik angkat Cloud, jabatan Daniel sendiri adalah seorang Sersan Mayor (Serma), yang bekerja di bawah kepemimpinan Cloud sebagai seorang Capten.


"Mari kita masuk dan berbincang di dalam saja" ucap Daniel dengan senyuman jenaka khas seorang Daniel.


Hiyuka dan Putra Mahkota pun mengiyakan dan ikut masuk ke dalam rumah, mereka kini duduk di ruang keluarga.


Daniel mendudukkan dirinya di samping Hiyuka dengan sejuta senyuman seribu watt.


Hiyuka nampak risih melihatnya, dan hal itu juga mengganggu Putra Mahkota A-Fai juga Chanzi tentara penjaga putra mahkota.


"Tuan tolong jaga jarak anda, Nona Hiyuka adalah Calon Putri Mahkota Kerajaan Jeos" ucap Cahnzi geram.


"Oh..." Ucap Daniel sekenanya sambil mengabaikan apa yang di katakan Chanzi.


"Nona Sudah berapa lama kau mengenal Cloud?" tanya Daniel to the point.


".........." Hiyuka tak menjawab.


"Tuan tolong jaga batasanmu" ucap Chanzi marah.


"Apa kau bisa diam? berisik sekali?" Ucap Daniel yang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Nona muda Hiyuka adalah calon putri Mahkota, jadi tolong jaga batasanmu tuan, apalagi ada putra mahkota di depanmu, tunjukkan rasa hormatmu pada putra mahkota." Jawab Chanzi geram.


"Ist... Kau ini kenapa begitu menyebalkan sekali, tanpa kau beritahu pun aku juga tau kalau di depanku ini adalah putra mahkota, dan Nona yang cantik ini adalah calon Putri Mahkota." Jawab Daniel enteng.


"Tapi nona inikan masih berstatus calon, siapa yang tahu mungkin dia benar-benar menjadi putri Mahkota atau justru rakyat biasa." lanjut Daniel lagi.


"Lancang sekali kau ini" ucap Chanzi dengan nada suara yang meninggi.


"Kenapa begitu berisik?" tanya Cloud yang baru saja tiba.

__ADS_1


Cloud mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi tengah antara Daniel dan putra mahkota.


"Habisnya mereka melarangku bicara dengan kakak Ipar, menyebalkan bukan?" keluh Daniel pada Cloud, berharap Cloud dapat membelanya.


"Kakak Ipar?" tanya Putra Mahkota dalam hati.


"Kakak Ipar?" ucap Hiyuka dalam hati, kaget.


"Boleh aku tau apa yang terjadi, kenapa diluar begitu banyak orang?" tanya Hiyuka mengalihkan pembicaraan.


Pertanyaan itu Hiyuka tujukan pada Cloud, hal itu di jelaskan dengan sorot mata yang tertuju pada Cloud.


"Terjadi sebuah kekacauan di sebagian desa Guenju, di karenakan kelompok berbaju Hitam kemarin, yang mengikuti kita kemari."


"Dan Orang-orang di luar sana, adalah para pengungsi dari keluarga dan Kerabat para pekerja yang bekerja di wilayah keluarga Moe, mulai dari pelayan hingga petani."


"Jendral Besar Tuan Filix Moe sudah menjanjikan sebuah perlindungan bagi mereka yang setia bekerja di dalam keluarga Moe, hal itu berlaku untuk semua keluarga dan kerabat mereka."


"Untuk itulah mereka berada di sini saat ini" jelas Cloud panjang lebar.


"Apa separah itu sampe mereka harus mengungsi?" tanya Hiyuka lagi.


"Rumah mereka habis terbakar, ada banyak dari warga yang meninggal dan mengalami luka berat juga luka ringan." Jelas Daniel.


"Kami hanya melindungi para pekerja dan keluarga mereka yang berkerja di keluarga Moe, selebihnya para warga berlindung dan mengungsi di tempat yang sudah di sediakan Menteri Yuwen." Jelas Daniel kembali.


"Lantas kenapa kalian tidak membawa masuk warga yang ada di luar gerbang?" tanya Putra Mahkota A-Fai yang sejak tadi sudah tersulut amarah.


"Bukankah sudah kami katakan, kami hanya melindungi keluarga beserta kerabat dari mereka yang berkerja di keluarga Moe."


"Dan orang-orang di luar sana bukan bagian dari keluarga atau pun kerabat dari para pekerja yang bekerja di keluarga Moe, maka dari itu mereka di larang keras untuk memasuki wilayah keluarga Moe." tutur Daniel panjang lebar.


Mendengar hal itu putra mahkota sangat geram dan kesal, dia berusaha untuk menekan rasa marahnya saat ini, hal itu di buktikan dengan mengepalnya kedua tangan putra mahkota.

__ADS_1


"Kami sudah meminta mereka untuk kembali ke pengungsian yang sudah di sediakan Menteri Yuwen, tapi mereka tidak mau dan tetap bersikeras ingin memasuki gerbang keluarga Moe, jadi apa boleh buat kami harus memaksa mereka untuk mundur dan menutup rapat-rapat gerbang keluarga Moe." Ucap Daniel lagi.


__ADS_2