Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Sesak


__ADS_3

Panas matahari di waktu senja menerobos masuk kedalam kulit putihnya Hiyuka hanya memperhatikan lapangan kosong nan sepi itu sendirian,


"Rasanya aku ingin sekali berteriak sangat kencang, dan aku benar-benar ingin pulang, aku tidak ingin ada di sini." Ucap Hiyuka dalam hati.


"Hiks... Hiks...." Hiyuka mulai menangis.


"Mommy aku ingin pulang, aku tidak mau ada di sini, mommy tolong,..... tolong jemput aku pulang Hiks... Hiks... " ucap Hiyuka yang sambil menangis tersedu-sedu.


"Aku ingin pulang...." ucap Hiyuka lagi.


Hiyuka menundukkan kepalanya dan meremas rok panjangnya, meluapkan rasa sesak yang menghimpit di dalam hatinya.


Cukup lama dia menangis hingga tanpa sadar ada seseorang yang duduk di sampingnya sejak tadi dia nampak diam dan membiarkan Hiyuka menangis tanpan berani menganggu sedikit pun.


Hiyuka pun mengangkat kepalanya yang melai terasa pusing karena terus menunduk, sejenak Hiyuka merasakan ada seseorang di sampingnya Hiyuka pun menoleh dan ternyata itu adalah laki-laki yang di carinya selama ini.


"Sudah merasa lebih baik?" Tanyanya sambil memberikan selembar sapu tangan pada Hiyuka.


Hiyuka hanya diam bergeming dengan air mata yang kembali membasahi wajah cantiknya, dia berusaha menahan isak tangis yang hampir keluar dari mulutnya.


Dan di detik berikutnya Hiyuka berhambur memeluk Cloud yang duduk di sampingnya.


Sejenak Cloud terdiam lalu di detik berikutnya Cloud pun membalas pelukan Hiyuka, menyalurkan rasa rindu yang juga sudah menggung dalam hatinya.


"Kau merindukanku?" tanya Cloud, sambil mengurai pelukannya.


"Em..." jawab Hiyuka sekenanya, karena dia mulai merasa malu sendiri.


"Kau menangis terlalu lama, aku sampai bosan menunggumu berhenti menangis" ucap Cloud.


"Aku.... Aku tidak menangis" ucap Hiyuka mengelak, dan di jawab Cloud dengan kekehan kecilnya.


"Katakan kenapa bisa ada di sini?" tanya Cloud.


"Bukankah ruang aula seleksi putri Mahkota ada di bagian barat?" tanya Cloud lagi.


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Hiyuka bingung harus menjawab apa.


"Aku hanya tersesat" ucap Hiyuka asal.


"Tersesat?" tanya Cloud lagi penuh selidik.


"Sudah lah... Lupakan saja, Bagaimana kalau..." Hiyuka napak berpikir mengalihkan pembicaraan.


"Bagi mana kalau kita bermain pedang?" sambung Hiyuka mengalihkan pembicaraan setelah melihat ada beberapa pedang dari kayu yang tak jauh dari tempat duduk mereka.


Cloud melihat ke arah pedang-pedang kayu tersebut,

__ADS_1


"Memangnya kau bisa menggunakannya?" tanya Cloud.


"Tentu saja di dunia ku, aku ini dulu pernah ikut extrakulikuler tekwondo, dan aku juga suka berlatih pedang dengan kakak kelas ku dulu" ucap Hiyuka.


Cloud sejenak termenung dengan perkataan Hiyuka, dan Hiyuka yang faham akan diamnya Cloud hanya mampu menghelan napanya pelan.


"Aku tau kau tidak percaya padaku" ucap Hiyuka sendu.


Cloud hanya tersenyum mendengarnya dan tak mengatakan apapun selain...


"Baiklah ayo kita lihat sejauh mana kemampuan mu" ucap Cloud, mendengar itu seketika Hiyuka begitu bersemangat sekali.


"Baiklah" jawab Hiyuka, penuh semangat.


Cloud pun mengambil dua pedang kayu tersebut dan memberikan salah satunya pada Hiyuka.


Sejenak Hiyuka menelan salivanya saat dia menerima pedang kayu tersebut,


"Siap?" tanya Cloud.


"Hem.." Jawab Hiyuka gugup.


Baik Hiyuka maupun Cloud mulai mengambil acang-acang dan dalam hitungan ke tiga keduanya mulai memaikan permainan pedang mereka.


Hiyuka dengan sepenuh tenaga menyerang Cloud, sedangkan Cloud dia bahkan tidak mengeluarkan tenaganya sama sekali, dia hanya berusaha mengimbangi permainan Hiyuka yang menurutnya sangat lamban dan cenderung tergesa-gesa, jika dalam permainan pedang sungguhan Cloud dapat menjamin Hiyuka pasti akan kalah bahkan dalam satu kali ayunaan pedang saja.


Hiyuka terjatuh ketanah karena merasa lelah sendiri akibat bermain pedang kayu.


"Kenapa tidak membalas" keluh Hiyuka kesal.


Cloud pun duduk mengsejajarkan dirinya dengan Hiyuka.


"Aku hanya ingin melihat sejauh mana kemampuan mu nona dalam bermain pedang, tapi ternyata kau belum bisa apa-apa sama sekali." Ucap Cloud jujur.


"Istt... Kau ini" keluh Hiyuka sambil memukul-mukul lengan kiri Cloud,


"Waw.. Nona ternyata pukulanmu cukup kuat juga" ucap Cloud sambil berpura-pura sakit,


Hiyuka yang tau Cloud hanya berpura-pura pun kembali memukul lengan kiri Cloud dengan sekuat tenaga, hingga Cloud pun mengaduh kesakitan.


"Ah..." terikat Cloud, sambil melihat Hiyuka yang nampak menantang dirinya.


Karena merasa gemas Cloud pun menarik Hiyuka kedalam pangkuannya, hingga membuat Hiyuka terduduk di atas pahanya.


Hiyuka nampak mematung di atas pangkuan Cloud, lalu dia mulai merasakan jari tangan Cloud yang mengelus pipi kananya hingga berakhir di bibirnya.


Cloud melihat bibir ranum tersebut yang sejak tadi menggoda dirinya, Cloud menatap dalam dua bola mata cantik milik Hiyuka seolah meminta Izin untuk menyentuhnya.

__ADS_1


Dengan perlahan Cloud mendekatkan wajahnya dan dengan gerakan cepat Cloud pun mencium lembut Hiyuka hingga membuat Hiyuka terbelalak kaget.


Ciuman yang awalnya begitu lembut kini mulai beralih menjadi ciuman yang mendalam, Hiyuka bahkan di buat kewalahan sendiri dengan permainan Cloud, dia merasa napasnya hampir habis tak tersisa,


Hiyuka mencoba menepuk-nepuk pelan bahu Cloud agar Cloud melepaskan ciumannya dari dirinya.


Cloud yang kembali tersadar pun dengan cepat melepas pagutan mereka,


"Maaf...." ucap Cloud sambil mengisi menghirup udara kembali.


"Kau ingin membunuh ku?" ucap Hiyuka.


Cloud hanya terkekeh saja, mendengar omelan Hiyuka untuknya.


"Maaf, kau hampir membuatku lepas kendali sungguh," ucap Cloud sambil menyatukan keningnya di dengan kening Hiyuka.


"Aku mencintaimu" ucap Cloud pelan.


Hiyuka terkaget mendengar ucapan Cloud, dia mencoba menegakkan duduknya yang masih di atas paha Cloud.


"Kau bilang apa tadi?" tanya Hiyuka mencoba memastikan.


"Hem... Lupakan, hari sudah mulai gelap sebaiknya kau segara kembali ke istana" ucap Cloud mengalihkan pembicaraan.


"Tapi..."


"Nona Muda... Nona muda" ucap Hiyuka teropong karena mendengar satu suara yang memanggil dirinya.


Dengan cepat Hiyuka berdiri dari pangkuan Cloud dan Cloud pun juga mulai merapihkan pakaiannya.


"Nona Muda, kami mencarimu kemana-mana sejak tadi" ucap bibi Damnim.


"Hari sudah mulai gelap sebaiknya kita kembali ke istana Ibu Suri" ucap paman Yoojin.


"Pergilah" ucap Cloud.


Deg....


Hiyuka menatap Cloud yang dengan mudahnya dia meminta dirinya untuk pergi, setelah apa yang dia lakukan tadi pada dirinya.


Cloud yang menangkap raut kekecewaan dari mata Hiyuka hanya mampu mengeram dalam hati, karena Cloud pun sadar dia sudah melakukan hal yang salah terhadap Hiyuka.


"Nona Muda, tolong maafkan kelancanganku tadi, dan..... lupakanlah..... apa yang sudah kita lakukan tadi." Ucap Cloud sambil menekan sejuta rasa sakit akibat kata-katanya sendiri.


Hiyuka yang mendengarnya hanya membisu dan tidak kuasa mengatakan apapun karena terlalu kecewa atas apa yang di katakan Cloud padanya.


Tanpa mengatakan apapun dengan cepat Hiyuka pun pergi dari tempat tersebut sambil menahan semua rasa sesak dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2