
Sepeninggal Cloud dari di rumah keluarga Moe yang berada di desa Guenju, putra Mahkota A-Fai dan pengawalanya nampak sedang berbincang Seriyus sementara Hiyuka dia sibuk mengopres Daniel dengan air hangat menggunakan selembar kain sebagai pengantar hangat dengan cara mencelupkan kain putih ke dalam air hangat lantas di tempelkannya kain yang telah basah dengan air hangat di atas kepala Daniel.
Hal itu di lakukan Hiyuka berulang kali, berharap suhu panas yang ada di tubuh Daniel bisa cepat mereda.
Sementara di sisi lain Cang Min dan anak buahnya pun kini sudah mulai memasuki kawasan perbatasan desa Guenju, tak butuh waktu lama bagi Cang Min untuk sampai di tempat yang telah di janjikan oleh Cloud, karena dia dan anak buahnya adalah orang-orang yang ahli dalam berkuda,
Cang Min menghentikan laju kudanya tatkala dia sudah sampai di tempat tujuan tapi tak menemukan keberadaan Cloud,
"Bos orang yang meminta kita datang sepertinya tidak ada" ucap Mado.
"Hem..." Jawab Chang Min seraya mengamati sekitar.
"Mungkin saja mereka belum sampai" Jawab anak buah Cang Min yang lain.
Lama mereka menunggu tapi Cloud tak kunjung datang,
Cang Min pun berinisiatif menggunakan Kode rahasia yang hanya di ketahui dirinya dan Cloud saja sewaktu mereka kecil.
Cang Min bersiul dengan irama burung Nuri seraya membawa laju kudanya berjalan secara perlahan.
Namung tidak ada yang menjawab.
Cang Min pun kembali bersiul masih dengan irama yang sama, dan dia membawa laju kudanya lurus ke arah depan, di detik berikutnya terdengar suara suara langkah kaki kuda yang mendekat.
Nampaklah Juda Jorge milik Cloud datang menghampiri.
"Di mana Tuan mu?" tanya Chan Min.
Jorge pun bersuara dan dia memberi isyarat agar Cang Min mengikutinya.
Cang Min yang mengerti pun memberikan instruksi pada seluruh anak buahnya.
"Ikuti kuda hitam itu" Perintah Cang Min.
__ADS_1
"Baik Bos" Jawab serentak anak buah Cang Min.
Kuda Jorge membawa Cang Min cukup jauh, dari tempat perjanjian, hingga setelah beberapa saat mulai terdengar dentingan suara pedang pertanda ada sebuah pertempuran yang sedang berlangsung.
Dan benar saja setelah Cang Min mendekat, nampaklah Cloud yang sedang melawan salah satu laki-laki berjubah hitam dan bertopeng.
Di sekitaran mereka sudah ada beberapa orang berjubah yang mungkin saja sudah tewas tergeletak.
"Nampaknya kau tidak membutuhkan bantuanku?" seru Cang Min dari kejauhan.
Mendengar suara Cang Min Cloud pun memundurkan langkahnya dan berhenti menyerang.
Sejenak pertempuran di antara Cloud dan laki-laki berjubah hitam itu terhenti karena kehadiran Cang Min.
"Kau terlambat" Jawab Cloud.
"Ist... Ini bukan tempat pertemuan yang kau janjikan bodoh" ucap Cang Min dengan nada geram.
"Kalau begitu apa yang kau tunggu Cang Min, dia memiliki penawar racun yang Daniel butuh kan." Ujar Cloud lantang.
"Cang Min?" ucap Laki-laki berjubah itu lirih.
Dia menatap intens wajah Cang Min dari balik topengnya.
"Kakak?" ucap Laki-laki berjubah itu dalam hati.
"Apa kau selemah itu Cloud sampai meminta bantuanku untuk menghadapi laki-laki itu?" tanya Cang Min dengan nada merendahkan.
"Menurutmu?" tanya Cloud, yang mengerti kemana arah pembicaraan Cang Min.
Chang Min tak menjawab dia hanya menggerutu dalam hatinya.
"Ada banyak Sandra yang mereka bawa kabur" jelas Cang Min.
__ADS_1
"Hey Mado pergi dan selamatkanlah mereka" Perintah Cloud tapi tidak dituruti Mando.
"Ist... Cang Min" seru Cloud.
"Hahah...." gelak tawa Cang Min pecah tatkala melihat wajah kesal Cloud karena Mado tak mau menuruti perintahnya.
"Anak buahku hanya akan patuh pada perintah dari ku saja, tidak ada yang lain." seru Cang Min mengejek.
"Ya.. Ya.. Terserah" keluh Cloud.
"Pergilah, bawa para Sandra itu kemari, jangan sampai ada yang tersisa" Perintah Cang Min pada Mado.
Dan di patuhi dengan cepat oleh Mado dan beberapa anak buah Cang Min.
Sisanya masih setia menunggu perintah dari Cang Min.
Cloud terus mengamati gerak gerik laki-laki berjubah itu, sejak tadi pandangannya tak henti tertuju padanya.
"Apa kau berasal dari Negri Jeos?" tanya Cloud menerka.
Laki-laki itu nampak tak menjawab.
"Apa mungkin orang tuamu berasal dari negri Jeos?" tanya Cloud lagi curiga.
Namun laki-laki itu masih tak menjawab.
"Apa kau pernah mendengar tentang seorang pangeran Jeos, yang di telah di hukum mati oleh Raja dari kerajaan Jeos?" tanya Cloud dengan mata yang menelisik seperti elang.
Laki-laki itu nampak sedikit bereaksi pada pertanyaan Cloud.
"Dia di hukum mati karena telah berkhianat pada raja sebelumnya, dan karena kejahatannya itu dia pun kehilangan tahtanya sebagai putra mahkota, dan di jatuhi hukuman mati." ujar Cloud penuh telisik.
"Penghianat itu bernama Hiso....." belum sempat Cloud menyelesaikan perkataannya Cloud kembali di serang dengan sebilah belati beracun yang di lemparkan tepat mengarah padanya.
__ADS_1
Dengan cepat Cang Min menangkis belati yang hampir mengenai Cloud dengan belati miliknya.
Sehingga kedua belati itu beradu di udara dan terjatuh ke tanah tanpa mengenai Cloud.