Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Berhasil


__ADS_3

Tak lama setalah Cloud dan Hiyuka pergi Mado dan beberapa anak buah Cang Min datang dan membantu Changmin untuk berdiri.


"Apa yang kalian tunggu kejar mereka" ucap Cang Min.


"Baik bos" jawab mereka serempak.


Cang Min dan anak buahnya mengejar kepergian Cloud dengan kuda mereka,


Di lain sisi Cloud menghentikan laju kudanya karena mendapati anak buah Cang Min yang mengejarnya dari segala arah.


"Sial kalau begini bisa tertangkap" gerutu Cloud.


"Jorge larilah secepat mungkin sampai keperbatasan okh" pinta Cloud pada kudannya.


"Hooeeeekkk" jawab Jorge.


"haa..." teriak Cloud memandu Jorge.


Cloud memacu cepat kuda miliknya agar bisa cepat sampai di perbatasan, waktu terus bergilir hingga sang surya pun mulai menyinari perjalanan Cloud dan Hiyuka.


"Pagi, ini sudah mulai pagi?" ucap Hiyuka dalam hati.


"Itu mereka... Cepat halangi mereka memasuki perbatasan" teriak salah satu anak buah Cang Min.


"Panah..." Ucap mereka lagi.


"Sial... Lebih cepatlah Jorge aku mohon kau pasti bisa" pinta Cloud.


Cloud memeluk tubuh Hiyuka erat yang tepat ada di depannya dan menundukan sedikit badannya, agar terhindar dari panah-panah yang di tembakkan kearah mereka, dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng bagi Hiyuka.


Saat hampir mendekati perbatasan tiba-tiba ada suara tembakan membelah dinginnya pagi.


"Dor....."


Cloud dengan reflek menghentikan laju kudanya, dilihatnya Alex dan beberapa prajuritnya yang mengerahkan senjata kearah mereka.


Tak hanya Cloud yang menghentikan laju kudanya, Cang Min dan anak buahnya pun menghentikan laju kuda mereka.


"Kau memang bisa di andalkan Alex" ucap Cloud lalu memacu kudanya lagi hingga berhasil masuk kedalam wilayah kelurga Moe.


Cloud memutar kudanya ke arah lawannya di lihatnya wajah Cang Min yang di penuhi dengan emosi kemarahan.


"Sepertinya kali ini Cang Min akan memasang bendera perang Cloud" ucap Alex.


"Itu tidak akan terjadi Alex akan ku pastikan itu" jawab Cloud sambil memandang lurus kearah Cang Min.

__ADS_1


"Urusan kita sudah selesai kita pergi" ucap Cloud sambil meninggalkan tempat itu bersama Hiyuka dan kudanya.


"Siap Kapten" jawab Alex dan prajuritnya serempak.


Cloud membawa Hiyuka ke paviliun miliknya, dan membantu Hiyuka untuk turun dari kudanya, Cloud dapat melihat dengan jelas wajah pucat Hiyuka.


"Kau baik-baik saja?" tanya Cloud.


"Kau terluka" ucap Hiyuka Saat melihat darah di baju Cloud.


"Aku tidak apa-apa ini hanya luka gores saja, lagi pula aku sudah terbiasa dengan luka seperti ini" jawab Cloud.


"Maaf,... Ini karena aku... Kau sampai terluka hiks hiks..." Ucap Hiyuka sambil menangis.


"Aku tidak apa-apa, ayo masuk apa kau tidak lelah?" tanya Cloud mengalihkan pembicaraan.


Cloud menarik tangan Hiyuka dan membawanya masuk, sesampainya di dalam Hiyuka meminta cloud untuk duduk di kursi.


"Duduklah" pinta Hiyuka.


"Buka bajumu" pinta Hiyuka lagi setalah mereka duduk.


"Buka baju?" tanya Cloud penuh ragu.


"Iya... Kau harus membuka bajumu agar aku bisa melihat lukamu, aku akan mengobatinya." Ucap Hiyuka.


"Alex.." Ucap Cloud.


"Aku sudah memanggil dokter Andrew untuk memeriksa ke adaannya" ucap Alex.


"Alex mintalah pelayan untuk menyiapkan pakai untuk nona Hiyuka, dan antar dia untuk membersihkan diri di kamar tamu" pinta Cloud.


Alex masih bergeming sambil melihat tajam ke arah Hiyuka.


"Alex" panggil Cloud dingin.


"Baiklah mari Nona" jawab Alex dingin.


"Pergilah dan bersihkan dirimu, setalah ini aku akan mengantarmu pulang" ucap Cloud.


"Tapi kau terluka" ucap Hiyuka meragu.


"Dokter akan segera datang, pergilah kau juga harus beristirahat, lagi pula aku juga mau masuk ke kamarku" ucap Cloud.


Lalu cloud berdiri dan meninggalkan Hiyuka dan Alex di ruang tengah.

__ADS_1


"Ayo..." Ucap Alex sambil berlalu pergi.


Hiyuka mengikuti langkah kaki Alex dari belakang hingga sampailah di dalam kamar tamu.


Ceklek...


"Masuklah... Ingat jangan keluar kamar sebelum ada yang memintamu untuk keluar dari dalam kamar, mengerti?" ucap Alex dingin.


"Iya..." jawab Hiyuka sedikit takut dengan sikap alex yang ketus padanya.


Sesampainya di kamar tamu Alex langsung pergi meninggalkan Hiyuka sendiri.


Tok tok Tok..


"Nona ini pakaian anda" ucap pelayan yang datang sambil membawa pakaian ganti untuk Hiyuka.


"Terimakasih" ucap Hiyuka.


"Sama-sama Nona, kami Permisi" jawab pelayan lalu berlalu pergi.


"Cloud untung lukanya tidak terlalu dalam, kalau dalam mungkin kau sudah tewas karena kehabisan darah" ucap dokter Andrew sambil mengobati luka tebasan di perut Cloud.


"Itu tidak akan terjadi paman tenang saja, buktinya aku masih hidup bukan?" jawab Cloud.


"Harusnya ayah memberikan dia suntikan mati, agar dia tidak selalu membuat semua orang cemas karena ulahnya" celoteh Alex pada dokter Andrew yang tak lain adalah ayahnya.


"Kau ingin aku mati?" jawab Cloud.


"Sudah-sudah kalian ini malah bertengkar, kenapa tidak saling jujur saja kalau kalian saling menyayangi?" ejek dokter Andrew sambil terkekeh.


Mendengar itu baik Cloud maupun Alex sama-sama bungkam dan tidak menjawab apapun.


"Hahah... Kalian ini terlalu gengsi untuk mengatakan kalau kalian saling menyayangi." Ucap Dokter Andrew.


"Setalah ini temui kakek dan jelaskan semuanya padanya" ucap Alex sambil berlalu pergi.


"Baiklah sekarang sudak selesai istirahatlah jangan terlalu banyak bergerak dulu" ucap Dokter Andrew.


"Baiklah paman" jawab Cloud.


"Paman bisa tolong periksa keadaan wanita yang aku bawa? Dia ada di ruang tamu!" pinta Cloud.


"Baiklah akan paman periksa wanita itu, lagi pula paman penasaran seperti apa wanita yang bisa membuat seorang Aaron harus mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menolongnya" ledek dokter Andrew.


"Ayoollah paman" elak Cloud.

__ADS_1


"Baiklah aku pergi" ucap dokter Andrew.


__ADS_2