Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Keponakan, Daniel


__ADS_3

Setelah kepergian Cloud, malam terasa begitu lama bagi Hiyuka, dia begitu kesulitan untuk tidur, hingga pangi menjelang barulah Hiyuka mulai bisa tertidur, tapi itu pun tidak berlangsung lama karena Hiyuka sudah kembali dibangunkan dengan suara yang begitu gaduh diluar sana.


Sejenak Hiyuka mulai menggeliatkan badannya, di lihatnya matahari yang sudah menerangi bumi, pertanda bahwa hari sudah mulai siang.


Hiyuka masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya sebagai rutinitas paginya.


Setelah selesai mandi dilihatnya seorang pelayan wanita yang tengah berdiri di dekat ranjang.


"Selamat pagi Nona, maaf saya masuk tanpa izin, saya hanya berniat mengantarkan baju ganti untuk anda." ucapnya.


"Ah terimakasih" jawab Hiyuka.


"Kalau begitu saya permisi" ucap si pelayan.


Hiyuka hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Di kenakannya baju yang di bawa pelayan tadi, dan Hiyuka mulai sedikit merias wajahnya, tak lupa Hiyuka juga mengepang rapih rambut panjangnya, seperti yang selalu dia lakukan di kesehariannya setiap hari.


Saat Hiyuka melihat pantulan dirinya di cermin pandangan mata Hiyuka terpaku pada bagian leher dan dadanya yang terdapat beberapa tanda merah bekas peninggalan Cloud semalam.


"Ya ampun dasar beruang kutub, dia benar-benar meninggalkan begitu banyak tanda kemarahan." Keluh Hiyuka kesal.


"Aku akan memberikan pelajaran padanya nanti, awas saja" gerutu Hiyuka lagi.


Hiyuka membalurkan sedikit bedak tabur di area lehernya, untuk menutup tanda kemerahan yang di tinggalkan Cloud di tubuhnya semalam.


"Nah setidaknya sekarang warna merahnya mulai sedikit tersamarkan" ucap Hiyuka pada dirinya sendiri.


Setelah dirasa penampilannya sudah rapih, Hiyuka pun mulai melangkahkan kakinya ke luar kamar, di luar kamar dia mulai mendengar suara gaduh yang cukup jelas dari area halaman depan.

__ADS_1


Dilihatnya terdapat banyak tentara Amerika yang bersiaga begitu sigap, jumlah mereka bahkan lebih banyak dari hari kemarin saat Hiyuka pertama datang ke desa Guenju.


Hiyuka menghampiri Putra Mahkota dan Prajurit Chanzi yang kini sedang terlihat begitu marah pada empat orang tentara Cloud yang berjaga di depan teras Rumah Keluarga Moe.


"Yang Mulya ada apakah ini?" tanya Hiyuka bingung.


"Nona Hiyuka, itu yang sejak tadi aku coba tanyakan pada mereka, 'Ada apa? dan apa yang terjadi?' tapi mereka hanya diam saja tidak menjawab satu pun pertanyaanku." Keluh Putra Mahkota, Kesal.


"Padahal lihatlah di sana Nona muda, ada begitu banyak warga yang berkumpul di sana" sambung putra mahkota.


Hiyuka melihat ke arah yang di tunjukkan putra mahkota padanya, dan benar saja, di tempat yang tak jauh dari rumah Keluarga Moe ada sebuah tanah kosong yang Hiyuka yakini adalah tempat para tentara Cloud berlatih,


Tapi yang menjadi fokus Hiyuka saat ini, adalah begitu banyak orang yang berkumpul di sana bahkan tak hanya itu, di sana nampak berdiri tenda-tenda besar, seperti sebuah tempat pengungsian bencana alam pikir Hiyuka.


"Permisi Boleh aku tau apa yang terjadi di sana?" tanya Hiyuka pada salah satu tentara yang berjaga di dekat pintu masuk rumah keluarga Moe.


Namun sama halnya seperti Putra Mahkota, Hiyuka tak mendapatkan jawaban dari seorang tentara yang dia coba tanyai di hadapannya.


"Meraka tidak akan menjawab Yang Mulya karena seorang prajurit sejati pastilah hanya akan mematuhi perintah atasannya." Ucap prajurit Chanzi.


"Kurang ajar" umpat putra mahkota kesal.


Tak lama terlihat gerbang besar pintu masuk kediaman keluarga Moe mulai terbuka, nampak begitu banyak warga sipil yang berusaha masuk ke dalam wilayah kediaman keluarga Moe, sambil berdesak-desakan.


Namun hal itu nampak berusaha di cegah oleh beberapa tentara yang juga sedang berusaha melarang dan mencegah warga sipil di luar gerbang keluarga Moe untuk masuk.


Para tentara itu menghadangkan beberapa buah rotan panjang secara horizontal untuk menahan para warga sipil di luar gerbang untuk masuk kedalam kediaman keluarga Moe.


Di sela usaha para tentara dalam mencegah warga desa Guenju untuk masuk ke dalam kediaman keluarga Moe, di saat itulah napak Cloud dan Daniel memasuki gerbang pintu masuk kediaman keluarga Moe dengan begitu cepat dan gagah.

__ADS_1


Setelah di rasa Cloud dan Daniel sudah aman memasuki kediaman keluarga Moe, barulah para tentara Cloud mulai menutup gerbang masuk tersebut dengan sudah payah.


Putra Mahkota yang melihatnya pun mulai terbakar amarah, karena tidak terima warganya di perlakukan dengan begitu kasar di depan mantannya.


"Kurang ajar berani sekali mereka memperlakukan wargaku dengan begitu kasar" ucap Putra Mahkota marah.


Cloud dan Daniel yang sudah memasuki area kediaman keluarga Moe mulai turun dari kudanya.


"Brug..." Suara dari badan Daniel yang membaringkan dirinya di tanah, karena kelelahan.


"Hah.. Aku hampir mati menghadapi orang-orang lemah di luar sana." Keluh Daniel lelah sambil berbaring di rumput.


"Lebih baik menghadapi seribu tentara dengan senjata di tangan, dari pada menghadapi orang-orang lemah yang tidak bersenjata." Keluhnya lagi.


"Haha..." Cloud hanya terkekeh pelan menanggapi keluhan Daniel yang di tunjukkan padanya.


Cloud menghapiri Daniel dan mengulurkan tangannya ke arah Daniel yang sedang membaringkan diri di tanah rerumputan, sambil berucap,


"Tapi Daniel kau tidak boleh mati dulu sebelum bertemu dengan keponakanmu" ucap Cloud.


Mendengar itu Daniel sontak saja langsung terkejut, dia dengan cepat menerima uluran tangan Cloud, lalu merubah posisinya berdiri tegap, dan mencoba mempertanyakan kembali Pernyataan yang di lontarkan Cloud padanya barusan.


"Kau bilang apa?.... Keponakan?" tanya Daniel terperangah.


"Aku akan punya keponakan?" tanya Daniel lagi penuh antusias.


Lagi-lagi Cloud hanya terkekeh pelan menjawab semua pertanyaan Daniel.


"Ya kau akan punya keponakan, asalkan kau tidak mengetuk pintu kamarku lagi di tengah malam." Jawab Cloud sambil berlalu pergi dari hadapan Daniel, meninggalkan laki-laki itu dengan sejuta keterkejutannnya sendiri.

__ADS_1


"Apa...?" Ucap Daniel berteriak kaget sendiri, saat dia baru menyadari ke mana arah pembicaraan Cloud.


__ADS_2