Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Menyembunyikan Jati diri


__ADS_3

"Tidak masalah kali ini mereka lolos, tapi tidak untuk yang selanjutnya." Sambungnya lagi.


"Kita pergi" perintahnya pada semua bawahannya.


Prajurit Cloud yang melihat kepergian Pasukan hitam, langsung melaporkan hal tersebut pada Capten mereka.


"Lapor Capten, mereka sudah pergi menjauh, sepertinya mereka kembali ke pusat kota Guenju" lapor salah satu prajurit Cloud.


"Itu bagus, tetap waspada jangan sampai lengah, dan jangan biarkan mereka punya celah dan kesempatan untuk masuk kedalam wilayah keluarga Moe." Perintah Cloud.


"Siap Capten" Jawab prajurit dengan lantang.


"Hem kembali lah" Perintah Cloud lagi.


"Siap kembali" jawab prajurit, lalu pergi.


"Hey Kau, kemarilah" Perintah Cloud pada seorang gadis yang hampir seusia Hiyuka, yang di ketahui Cloud dia adalah pekerja di kediaman keluarga Moe yang ada di Desa Guenju.


"Tuan?" sapa gadis itu dengan senyum yang sangat menawan.


"Antar mereka masuk kedalam untuk beristirahat dan sediakan jamuan makan untuk mereka" Perintah Cloud lagi.


"Baik Tuan" jawab si gadis pelayan.


Cloud pun meninggalkan Hiyuka, Putra Mahkota A-Fai dan satu prajuritnya menuju sebuah bangunan lain tempat Cloud dan para prajurit berkumpul.


"Tuan-Tuan dan Nona mari saya antar ke dalam" ucap gadis itu dengan ramah.


"Hey hati-hati kau bicara dia bukan...." ucap Prajurit putra Mahkota terpotong, karena putra mahkota, dia tidak ingin ada yang tau bahwa dirinya adalah pangeran Negri Jeos.


Gadis tadi sedikit kaget di buat olehnya.


"Maafkan dia nona, mari kita masuk" ucap Putra Mahkota A-Fai.


"Baiklah mari" ucapnya.


Hiyuka, Putra Mahkota A-Fai dan satu prajuritnya kini sudah sampai di dalam bangunan megah kediaman keluarga Moe, nuansa barat begitu kental di setiap dinding tembok.


"Silahkan duduk, kami akan sediakan makanan dan minuman untuk Tuan-tuan dan Nona mohon sabar menunggu." pinta gadis itu begitu lembut, lantas langsung pergi ke arah dapur.


Hiyuka dan putra mahkota duduk di kursi yang terbuat dari kayu jati, dan di beri bantal duduk di atasnya yang membuat siapapun yang duduk akan merasa nyaman, sedangkan prajurit putra mahkota dia memilih duduk di bawah dekat dengan kaki putra mahkota.


"Siapa namamu?" tanya putra mahkota, pada satu satunya prajuritnya yang tersisa akibat serangan mado si anak buah cang Min kelompok pedang merah.

__ADS_1


"Nama saya Chanzi Yang Mulya." Jawab prajurit itu.


"Kamu prajurit Hebat bisa bertahan dan melindungiku, Chanzi" puji putra mahkota.


"Terimakasih Yang Mulya, itu memang sudah menjadi tugas saya sebagai prajurit untuk melindungi anda, Yang Mulya." Ucap Chanzi.


"Dengar permintaanku Chanzi, selama kita di desa Guenju, tidak boleh ada yang tahu kalau aku adalah seorang Putra Mahkota, kau boleh memanggilku Tuan selama kita berada di sini. Kau mengerti?" Perintah putra mahkota.


"Tapi yang Mulya?" tolak Chanzi.


"Tidak ada penolakan, ini perintah" ucap Putra Mahkota tegas.


"Baiklah yang Mulya." Jawab Chanzi.


"Begitu pun denganmu Nona, selama di sini panggillah aku Tuan." Pinta Putra Mahkota.


"Baik yang Mulya" jawab Hiyuka.


Taklama beberapa orang pelayan di rumah Keluarga Moe pun datang, mereka semua adalah penduduk asli dari desa Guenju.


Meraka yang bekerja di keluarga Moe adalah orang-orang terpilih dan bukan sembarang orang biasa saja. Karena mereka yang bekerja di keluarga Moe adalah orang-orang yang akan setia selamanya dengan keluarga Moe, sebagai pekerja dan bukan sebagai budak.


Meraka mendapatkan upah kerja setiap bulannya dan mereka mendapatkan perlindungan serta hak kebebasan dalam memilih pasangan hidup dan kehidupan mereka sendiri, tapi selama mereka berkerja di keluarga Moe mereka di haruskan menjadi orang yang setia pada kelu Moe.


"Silahkan di Nikmati, apabila Tuan-tuan dan Nona membutuhkan sesuatu maka kami akan segera menyediakannya untuk Tuan-tuan dan Nona"


"Terimakasih" ucap Putra Mahkota A-Fai dan Hiyuka secara bergantian.


"kalau begitu Kami permisi" ucap para pelayan.


Di sisilain.


"Siapa mereka Daniel?" tanya Cloud, pada Daniel teman sekaligus bawahannya.


"Entahlah aku juga baru melihat mereka, tapi kau tenang saja sebenar lagi kita akan mengetahui siapa mereka." ucap Daniel.


"Aku merasa mereka memang sengaja mengejar kami siang tadi." Ucap Cloud.


"hey yo.. Capten, apa kau pernah membuat masalah dengan mereka?" tanya Daniel.


"Seingatku aku tidak pernah berurusan dengan mereka" jawab Cloud.


"Kalau begitu apa mungkin mereka menginginkan pangeran kecil yang kau bawa?" ucap Daniel.

__ADS_1


"Entahlah, tapi aku rasa juga begitu." Jawab Cloud.


"Kalau begitu mereka pasti akan kembali, Membuat ulah" ucap Daniel.


"Ya sepertinya begitu, Kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk." Ucap Cloud.


"Aku selalu siap Capten" jawab Daniel dengan senyuman jenakanya.


Kembali ke kediaman keluarga Moe.


Hiyuka, Putra Mahkota A-Fai dan Chanzi kini sudah menghabiskan makan malam bersama tanpa Cloud bersama mereka.


"Tuan-Tuan mari kami antar ke ruang istirahat, karena hari sudah semakin larut." Ucap Pelayan, pada Putra Mahkota A-Fai dan prajurit Chanzi.


"Nona Hiyuka kami permisi terlebih dahulu" ucap Putra Mahkota.


"Silahkan Yang.... Maksudku Tuan" ucap Hiyuka yang hampir memanggil putra mahkota dengan sebutan yang Mulya.


Meraka pun mengikuti langkah pelayanan sebagai petunjuk jalan, hingga akhirnya mereka sampai di depan dua pintu kamar tamu yang saling berdekatan.


"Tuan-tuan ini kamar istirahat untuk anda sekalian, silahkan memasukinya." Ucap Pelayan wanita.


"Di mana Nona muda Hiyuka akan beristirahat?" tanya Putra Mahkota.


"Kamar Nona Muda ada di sebelah sana Tuan," ucap Pelayan wanita sambil menunjukan ke lima jarinya ke arah yang kanan dari posisi mereka berdiri.


"Anda tidak usah hawatir Tuan, karena kediaman keluarga Moe adalah tempat yang paling aman di negara ini" ucap pelayanan wanita tersebut tanpa tau siapa yang sedang di ajak bicara.


Prajurit Chanzi merasa kesal dia hampir akan memarahi wanita pelayanan, tapi dengan cepat putra mahkota A-Fai langsung mencegahnya.


"Kalau begitu kami permisi, karena saya akan membawa Nona muda untuk beristirahat" ucap pelayanan tersebut.


"Ya pergilah" ucap Putra Mahkota A-Fai.


Lantas pelayan wanita itu pun pergi untuk mengantar Hiyuka menuju kamar istirahatnya


"Yang Mulya kenapa anda melarang saya untuk menegur wanita tadi, dia sudah begitu lancang" ucap Chanzi.


"Diamlah kau tidak ingat aku bilang apa jangan sampai ada yang tau siapa diriku sebenarnya." Ucap putra mahkota.


"Maafkan saya putra Mahkota." ucap Chanzi.


"Sudahlah, masuklah ke kamarmu dan beristirahatlah." Perintah yang Mulya A-Fai.

__ADS_1


"Baik yang Mulya" jawab Chanzi.


__ADS_2