Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Mengalihkan duniaku


__ADS_3

Sore hari dua tandu berisikan dua nona muda keluarga Natagawa telah bersiap pergi menuju kerajaan Jeos,


Haura nampak cantik dengan polesan make up tebalnya, sedangkan Hiyuka nampak cantik apa adanya dengan balutan make up yang tipis.


"Hati-hati jaga mereka baik-baik" ucap bibi Ryko.


"Baik nyonya" jawab paman Yoojin selaku pengawal pribadi Hiyuka, dan paman Yosa selalu pengawal pribadi Haura Jee.


Tuan besar nampak menggulum senyuman saat kedua tandu bersikan dua cucu perempuannya telah pergi meninggal kediaman Natagawa.


Sesampainya di Istana Kerajaan Jeos, Hiyuka dan Haura Jee langsung bergabung dengan semua calon putri mahkota yang lain.


"Kenapa begitu Ramai sekali" protes Haura Jee.


Nampak dari mereka terlihat bahagia dan penuh percaya diri untuk menjadi Putri Mahkota kerajaan Jeos, mendampingi sang Putra Mahkota yang akan menjadi suami mereka setelah terpilih tentunya.


"Huh...."


Hiyuka nampak membuang nafasnya kasar dia sungguh enggan sekali mengikuti seleksi calon Putri Mahkota ini kalau saja bukan karena paksaan Kakek Hiyugha dan Bibi Ryko dia enggan sekali untuk datang,


"Jika di pikir, apa hanya aku saja yang sangat enggan mengikuti acara ini" Keluh Hiyuka dalam hati.


"Membosankan, apa bagusnya menjadi Putri Mahkota, tidak bisa bebas bergerak, tidak bisa bebas berekspresi, ya... memang bisa membuat kita memiliki kekuasaan yang besar, tapi apa hebatnya kalau hanya akan terkekang dengan semua aturan kerajaan yang sangat kuno, sungguh menyebalkan." Oceh Hiyuka lagi dalam hatinya.


"Untuk semua calon Putri Mahkota silahkan memasuki aula utama istana Ibu Suri" ucap Tuan Jiha sebagai Kepala Istana.


Semua wanita Calon Putri Mahkota pun mulai berjalan satu persatu kedalam aula kerajaan yang di tempati ibu suri.


"Untuk semua Calon Putri Mahkota beri hormat kepada Ibu suri dan Ibu ratu kerajaan Jeos" ucap Tuan Jiha lagi.


Semua Calon Putri Mahkota nampak menundukkan kepala sebagai betuk penghormatan kepada Ibu Suri dan Ibu Ratu.

__ADS_1


"Untuk semua Calon Putri Mahkota, di persilahkan menduduki tepat duduknya masing-masing." Ucap Tuan Jiha lagi.


Hiyuka memilih Tepat paling ujung, dia sungguh tidak berminat duduk di paling depan, namun tanpa Hiyuka sadari, Hiyuka duduk tepat dihadapan Putra Mahkota yang duduk tak Jauh dari Hiyuka, Putra Mahkota sendiri sengaja duduk di tempat tersembunyi demi melihat wajah-wajah dari calon putri mahkota yang akan dia Nikahi dan tentunya sudah atas Izin Ibu Suri dan Ibu Ratu.


"Siapa Dia?" tanya Putra Mahkota, saat dia melihat Hiyuka yang duduk tak jauh dari dirinya.


"Dia adalah Nona muda Hiyuka Natagawa dari keluarga Natagawa, Yang Mulya Putra Mahkota A-Fai"


"Cantik" satu kata itu keluar dari bibir putra mahkota di sertai senyuman tipis yang menghiasi bibirnya.


Para pengawal Istana Putra Mahkota hanya ikut tersenyum karena nyatanya putra mahkota sudah menjatuhkan pilihannya padahal seleksi Putri Mahkota belum lah di mulai.


"Jadi Dia dari keluarga Natagawa, itu artinya dia adalah cucu dari Guru besar" ucap Putra Mahkota A-Fai.


"Banar Yang Mulya, Nona Muda Hiyuka adalah Cucu pertama dari Tuan Guru Hiyugha." Jawab sang pengawal setia.


Putra Mahkota A-Fei tidak lagi berkata apapun dia kembali melihat kearah depan dengan senyuman yang terus mekar di bibirnya, dia sungguh menikmati wajah cantik dari seorang gadis yang ada di hadapannya itu.


" Hiyuka, nama yang indah seindah wajahnya, baru satu kali bertemu sudah mampu mengalihkan duniaku" ucap Putra Mahkota A-Fai.


"Kami yang Merasa tersanjung dan terhormat karena ibu Suri dan Ibu Ratu telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menjadi calon Putri mahkota." Ucap salah satu calon Putri Mahkota.


Baik Ibu Suri dan Ibu Ratu hanya membalas perkataan wanita tadi dengan senyuman saja.


"Untuk kegiatan Hari ini kita hanya akan melakukan jamuan makan bersama saja, sebagai bentuk ucapan selamat datang di Istana Jeos, untuk besok baru sesi seleksi akan mulai di laksanakan" ucap Ibu Ratu.


"Kami mengerti Ibu Ratu" jawab semua calon Putri Mahkota.


"Silahkan di nikmati hidangan di hadapan kalian semua" ucap ibu Ratu lagi.


Semua nampak memakan makanan mereka, di tengah jamuan makan beberapa calon putri mahkota mulai mengeluarkan jurus-jurus kicawan mereka, ada yang sengaja memuji kecantikan ibu suri dan ibu ratu, ada juga yang langsung dengan terang-terangan memberikan hadiah mahal untuk Ibu Suri dan Ibu Ratu.

__ADS_1


Hiyuka hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak peduli, tapi lalu dia melihat sesuatu yang aneh, dia melihat Keadaan Ibu Suri yang seperti kesakitan dan seperti mulai kehilangan nafanya.


"Ah ya ampun gawat" ucap Hiyuka lantas melempar sumpitnya dan mulai berdiri lantas berlari menuju keraha Tempat Ibu suri duduk,


Semua nampak terkaget dengan apa yang di lakukan Hiyuka, Bahkan ibu Ratu sendiri hampir marah dengan perbuatan Hiyuka yang sangat tidak sopan, tapi saat melihat kedaan ibu Suri, Ibu Ratu pun mulai berteriak Histeris.


"Panggilkan Tabib cepat" ucap Ibu Ratu.


"Ibu Suri" ucap Ibu Ratu hawatir.


"Tolong minggir" ucap Hiyuka kepada Ibu Ratu.


Karena Hiyuka hendak memberikan pertolongan pertamanya pada Ibu suri dengan cara.


Memberikan tepukan atau pukulan di belakang punggung


Cara ini Hiyuka lakukan dengan berdiri di belakang ibu Suri yang sedang tersedak, lalu minta Ibu suri untuk mencondongkan tubuhnya ke depan. Setelah itu, memberikan lima pukulan dengan tumit tangannya di antara kedua tulang belikat milik ibu Suri. Hal itu di ulangi Hiyuka sampai benda asing yang menyumbat bisa keluar dari tenggorokan.


Tapi hal itu ternyata belum berhasil Hiyuka pun melakukan Teknik Abdominal Thrusts


Teknik ini disebut juga Heimlich maneuver, yang dilakukan dengan cara menekan area ulu hati secara kuat untuk mengeluarkan sumbatan benda asing pada jalan tenggorokan.


Hiyuka mulai dengan posisi berdiri di belakang ibu suri yang masih tersedak, kemudian melingkarkan kedua lengan Hiyuka di sekeliling pinggang ibu Suri dan memeluknya dengan erat. Selanjutnya, Hiyuka mengepalkan salah satu tangannya tepat di atas ulu hati ibu suri dan menarik dengan kencang kepalan tangannya tersebut dengan tangan satunya lagi, hingga menekan ulu hati milik ibu suri sekuat mungkin. Hiyuka meLakukan hal itu sebanyak lima kali, dan mengulanginya hingga akhirnya makan yang menyumbat pun akhirnya keluar dari tenggorokan Ibu suri.


Ibu suri pun mengeluarkan seruh isi perutnya setelah aksi pertolongan pertama selesai, Ibu suri nampak mulai berusaha bernafas dengan stabil walau pun terlihat lemah.


Setalah beberapa saat para tabib Istana pun datang dan mulai memeriksa keadaan ibu suri.


"Untung lah Nona anda melakukan pertolongan pertama dengan tepat, kalau tidak mungkin ibu suri tidak dapat di selamatkan" ucap Tabib Istana.


"Hemm" Hiyuka hanya menjawab dengan Deheman saja.

__ADS_1


"Cepat bawa Ibu suri ke dalam kamar" perintah Ibu Ratu.


Semua pun mulai bergebas membawa ibu suri kedalam kamar milinya.


__ADS_2