
"Bos biar aku saja yang menghadapinya" pinta Mado, yang juga merasa marah pada Cloud.
"Dia bukan tandinganmu Mado, dan dia adalah urusanku, harus kalian ingat hanya aku yang boleh membunuhnya dan hanya dia juga yang boleh membunuhku" ucap Cang Min penuh penekanan.
Deg...
Mendengar hal itu membuat jantung Hiyuka kembali berdebar kencang, dia sangat takut hal buruk terjadi pada Cloud.
"Aku mohon Lindungi dia Tuhan" pinta Hiyuka dalam Hati.
Cloud pun mengambil salah satu pedang yang tergeletak di tanah, pedang itu milik Salah satu prajurit putra mahkota yang telah tewas di bunuh oleh Mado dan anak buah Cang Min lainnya.
"Aku sebenarnya tidak pernah ingin melakukan pertarungan ini, dan kau yang memaksaku Cang Min" ucap Cloud sambil bersiap mengambil posisi acang-ancang sebelum berduel.
"Jangan banyak bicara" ucap Cang Min sambil berteriak dan berlari kearah Cloud serta mengayunkan pedang tajamnya dengan sangat kuat.
Cloud pun menangkis serangan Cang Min dan berusaha mengalahkan Cang Min tanpa harus membunuhnya dan tanpa harus membuat dirinya terluka.
"Prang... Prang..." Suara pedang yang berbenturan.
"Srak..." Suara gesekan pedang di antara keduanya.
Cang Min terus menyerang Cloud dengan mebabi buta, begitu pun dengan Cloud dia menangkis setiap serangan Cang Min yang mengarah padanya.
"Serang aku Cloud" ucap Cang Min berteriak kesal.
"Apa kau takut melawan ku sampai kau tak berani melawan ku dan hanya menangkis setiap serangan dari ku" ucap Cang Min di sela pertarungan mereka.
__ADS_1
"Aku hanya tidak ingin sampai melukai mu Cang Min, karena jika kau terluka maka dia yang aku sayangi akan merasa sedih" Jawab Cloud dengan penuh penekanan.
"Deg.."
Satu kalimat yang di ucapkan Cloud berhasil sedikit menggoyahkan perasaan Cang Min, karena Cang Min sangat tau siapa orang yang di maksud oleh Cloud.
Namung dengan cepat Cang Min berusaha menepis perasaannya yang sedikit goyah dan kembali dengan mode serakah dan kejamnya.
"Aku tidak peduli dan tidak mau peduli dengan orang yang kau maksud" ucap Cang Min.
"Kau memang tidak peduli Cang Min tapi aku sangat peduli padanya, karena dia adalah hidupku, duniaku, dan dia adalah segalanya bagiku, jadi kebahagiaannya adalah hal yang paling utama bagiku." Ucap Cloud penuh penekanan.
"Aku tidak peduli" Teriak Cang Min dan melancarkan pedangnya dari atas dan Cloud menangkisnya dari bawah,
Cloud merasa kekuatan Cang Min mulai bertambah kuat akibat tersulut emosi, hal itu dia sadari dari gerak pedang yang dia serangkan padanya,
Dengan cepat Cloud ingin mengakhiri pertarungan satu lawan satu itu, Cloud pun mulai masuk dalam Mode Seriyusnya, karena sejak tadi Cloud tidak melancarkan serangan pada Cang Min melainkan hanya mengkisnya saja.
Kini Cloud pun mulai Seriyus karena merasa Cang Min tidak mau mengalah, gerak tubuh Cloud dan sorot mata Cloud kini masuk dalam Mode On yang mana membuat aura di sekitar pertarungan semakin mencekam.
Cloud pun menyerang Cang Min dengan menghunuskan pedangnya ke arah leher Cang Min, dengan sigap Cang Min mengelak dari sabetan pedang Cloud namun sayang Cang Min terlalu fokus pada pedang Cloud sampai tak menyadari Cloud melancarkan tendangan yang kuat kearah dada Cang Min, hingga membuat Cang Min tersungkur ke tanah.
"Bos... Bos..." Teriak anak buah Cang Min hawatir.
Mado dengan cepat berusaha membantu Cang Min berdiri namun dengan cepat Cang Min melarangnya dengan gerakan isyarat tangan kirinya yang dia angkat ke atas tepat merah Mado si kaki tangan Cang Min.
Mado yang mengerti pun hanya bisa pasrah dan kembali mundur ke belakang ke tempat dia berdiri semula sejak pertarungan Cloud dan Cang Min dimulai.
__ADS_1
Hiyuka yang melihat Cloud dapat mengatasi Si Bos dari Pedang Merah, kini mampu bernapas lega, karena laki-laki yang dia cintai akhirnya berhasil menjatuhkan Cang Min tanpa terluka sedikit pun.
"Tuhan aku mohon terus lindungilah dia, aku mohon" pinta Hiyuka dalam Doanya di dalam hati.
"Akahirnya kau mulai Seriyus Cloud" ucap Cang Min sambil berdiri dan kembali bersiap untuk menyerang Cloud.
"Aku rasa kita akhiri saja pertarungan ini, dan biarkan mereka pergi, lagi pula kau sudah terjatuh tadi." ucap Cloud bernegosiasi.
"Tidak bisa Cloud, aku masih bisa berdiri itu artinya kita lanjutkan pertandingan ini sampai" kekeh Cang Min.
"Sampai kapan kita akan bertarung?" tanya Cloud.
"Apa sampai salah satu di antara kita mati?" tanya Cloud lagi.
"Jangan banyak bicara Cloud, ayo kita kembali bertarung" Jawab Cang Min sambil kembali menyerang Cloud.
Cloud pun dengan cepat membalas dan menangkis serangan Cang Min pertarungan keduanya sungguh sangat mencekam.
Hiyuka terus meremas ujung bajunya, bahkan sesekali dia meremas kedua tangannya karena merasa takut dan cemas pada sosok Capten Aaron Cloud Moe, pria yang pertama kali dia temui di saat dia sampai di dalam Dimensi ini, dan dia adalah pria yang berhasil mencuri hati dan pikirannya di setiap detik dalam hidupnya.
Keringat dingin di tubuh Hiyuka sedikit demi sedikit mulai membasahi bagian tubuh Hiyuka mulai dari kening dan bagian wajah Hiyuka lainnya, bahkan kedua tangan Hiyuka pun mulai basah dan terasa dingin.
"Tuan Cloud..." Panggil Hiyuka Lirih.
Masih dalam pertarungan Cloud dan Cang Min benar-benar bertarung dengan sangat Seriyus, dari keduanya baik Cang Min atau pun Cloud masih bisa bertahan tanpa terluka segores pun.
Hingga akhirnya Cang Min mulai terlihat kelelahan dan hal itu di manfaatkan Cloud dengan sangat baik, walau Cang Min masih bisa menangkis setiap serangan Cloud namun di detik berikutnya Cloud memusatkan seluruh kekuatannya pada pedang yang dia gunakan, dia berniat mematahkan pedang milik Cang Min dan di detik itu juga,
__ADS_1
"Prang..... Trak.... "