Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Alasan Cang Min Pergi


__ADS_3

Hiyuka berjalan dengan terburu-buru menuju keatas ranjang, hingga tanpa sengaja menabrak meja kecil dan membuat semua buku yang ada di atasnya jatuh berhamburan.


"Brug..." Suara benda berjatuhan.


Saat Hiyuka sedang merapihkan setumpuk buku yang berjatuhan, tanpa sengaja Hiyuka menjatuhkan sebuah kertas dengan sebuah gambar seorang wanita.


"Deg...."


"Siapa dia?" tanya Hiyuka dalam Hati.


Cloud yang melihat pun menarik tangan gadis itu dengan perlahan lantas membantunya berdiri dari duduknya.


Cloud mengambil lembar kertas bergambar wajah seorang wanita tersebut dari tangan Hiyuka dan menatapnya penuh makna.


"Cantik" ucap Hiyuka.


"Hem... Dia memang cantik" Jawab Cloud.


"Hem..." Ucap Hiyuka cemburu.


"Tidak ingin tau siapa dia?" tanya Cloud.


Dengan cepat Hiyuka menganggukkan kepalanya, Melihat itu Cloud di buat gemas olehnya.


"Kemari" ajak Cloud marik Hiyuka duduk di tepi ranjang.


"Kau masih ingat dengan Cang Min?" tanya Cloud.


"Tentu saja, aku tidak akan lupa, dia selalu berusaha menumbuhku." Jawab Hiyuka sendu.


Cloud menggenggam tangan Hiyuka, menenangkan.


"Wanita ini adalah Ibu kandung Cang Min." Ucap Cloud mulai menjelaskan.


Hiyuka terperangah di buatnya, namun dia belum berani memotong pembicaraan Cloud, karena dia masih begitu penasaran dengan wanita di gambar tersebut.


☔☔ FLASHBACKS ON ☔☔

__ADS_1


"Namanya adalah Xiu Mei mei, dia adalah ibu kandung Cang Min" lanjut Cloud menjelaskan.


"Saat itu usiaku sembilan tahun saat aku pertama kali datang ke Negara Jeos, kami menempati kedutaan Amerika sebagai tempat tinggal kami, tak lama akhirnya kakek pun membeli sebuah tanah dan membangun rumah utama keluarga Moe tak Jauh dari kedutaan Amerika."


"Nenekku Amanda Moe, dia mulai mempekerjakan sepasang suami istri yang tak lain adalah kedua orang tua Cang Min, untuk menjadi pekerja di rumah Keluarga Moe, dan saat itulah pertama kalinya aku bertemu dengan Cang Min,"


"Dia anak yang nakal dan keras kepala, sedangkan aku.. Dia memanggilku si sombong karena aku tidak suka bergaul dengan orang asing, aku hanya sering bermain dengan Daniel dan Alex, saat itu Daniel dan Alex masih begitu sangat kecil."


"Waktu berjalan dan hubungan ku dengan Cang Min pun berjalan dengan baik, kami sudah saling mengenal dan saling berbagi banyak hal, hingga nenek berkata"


"Cloud adalah Cucu pertama nenek dan Kakek, Cang Min adalah Cucu ke dua, Daniel adalah Cucu Ketiga, dan Alex adalah Cucu keempat kakek dan nenek, kalian adalah soudara dan saudara adalah keluarga, harus saling menjaga dan menyayangi juga saling melindungi." Ucap Nenek Amanda Moe.


"Sejak saat itu Kami berempat adalah satu keluarga dan memegang janji selalu mejaga dan menyayangi, hingga waktu berlalu sebuah bencana pun di mulai, nenek pun tiada, dia meninggal karena serangan tentara Jepang."


"Dia membatu Ratu Negara ini melahirkan putranya dan melindungi mereka hingga nenek harus kehilangan nyawanya."


"Aku hancur saat itu, benar-benar hancur, hingga tak menyadari bahwa Cang Min pun mengalami kesulitan dan kesedihan, di mana ayah dan ibunya telah di bunuh."


"Aku terlambat menyadari, bahwa saat itu Cang Min membutuhkan diriku, tapi aku terlalu larut dalam rasa sedihku karena kehilangan nenekku."


"Aku berusaha untuk meraih Cang Min dan menenangkannya hingga satu kata darinya membuat kami terpisah jauh hingga sekarang."


"Cang Min aku tau kau begitu sedih tapi ibumu sudah tidak ada lagi sekarang, dia sudah meninggal." jawab Cloud kecil.


"Tidak Cloud aku sungguh melihatnya di dermaga, aku akan pergi untuk menjemputnya" ucap Cang Min kecil keukeuh.


"Saat itu aku berusaha membatu Cang Min untuk mencari ibu nya tapi sayang kami tak kunjung menemukannya, hingga saat itu aku menyerah membatu Cang Min, karena hatiku pun masih bersedih karena kehilangan nenekku."


"Cloud ayo kita cari ibuku lagi" ucap Cang Min Kecil.


"Cukup Cang Min kau harus sadar bahwa ibu mu sudah tiada, dia sudah pergi kesurga bersama nenek." Ucap Cloud kecil.


"Cang Min tidak terima dan kami bertengkar hebat hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi mencari ibunya sendiri, saat itu aku begitu takut Cang Min benar-benar akan pergi hingga tanpa sadar satu kata dariku memisahkan kami sehingga saat ini."


"Cang Min satu langkah lagi kau pergi dari rumah ini, maka kau bukan lagi bagian dari rumah ini." Ucap Cloud kecil marah.


"Baiklah Cloud aku tidak akan pernah kembali ke rumah ini." Jawab Cang Min kecil marah.

__ADS_1


"Dan sejak saat itu kami tidak pernah bersama lagi, kami larut dalam kemarahan kami sendri."


"Aku sempat berusaha meminta maaf dan memintanya untuk kembali ke kediaman Keluarga Moe, dan menjalani hari-hari bahagia seperti dulu, namun sayang, Cang Min begitu marah dia enggan memaafkan aku dan dia lebih memilih pergi selamanya dari hidupku dan keluarga Moe."


"Dari sejak Cang Min pergi Kakek masih setia menanti kembalinya Cang Min, dan dia masih berharap bahwa ke empat cucunya bisa kembali berkumpul bersama."


"Selain rasa bersalah ku, Kakek juga alasan utama aku menggambar wajah ibu Cang Min dan menyebarkannya ke seluruh negri, karena aku berharap apa yang di katakan Cang Min benar bahwa Ibunya masih hidup dan bisa kembali ke dalam keluarga moe bersama Cang Min."


"Melihat kakek saat ini aku selalu Merasa sedih, karena kesalahanku Cang Min pergi dan enggan untuk kembali." tutur Cloud menjelaskan panjang lebar.


🎀🎀 Flashback off... 🎀🎀


"Ini bukan salahmu" ucap Hiyuka, Menggenggam erat tangan Cloud.


Lantas Hiyuka pun mengambil gambar Ibu Cang Min dan menyimpan kembali di atas tumpukan Buku.


"Jangan menyalahkan dirimu atas apa yang telah terjadi, Tuan anda sudah melakukan hal yang benar, anda juga sudah berusaha menjaga keluarga anda dengan baik, jadi berhenti menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi." ucap Hiyuka mencoba memahami.


Cloud terkekeh mendengar penuturan Hiyuka.


" Hem... Terimakasih" ucap Cloud.


Hiyuka hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Aku tidak menyangka bahwa kalian pernah begitu dekat dulu, pantas saja saat kalian bertemu ada sebuah emosi yang besar di antara kalian berdua, aku sempat bertanya-tanya tentang kalian, dan hubungan anda dengan Cang Min, tapi kini sekarang aku mengetahui alasan di balik emosi besar yang tercipta saat kalian bertemu." tutur Hiyuka.


"Memangnya apa yang kamu pikirkan tentang aku dan Cang Min?" tanya Cloud curiga.


"Aku pikir kalian adalah salah satu komplotan penjahat yang bekerja sama di belakangku untuk membunuhku." Jawab Hiyuka kesal.


"Haha... Ahaha" Suara gelak tawa Cloud.


"Apa aku sungguh seseram itu?" tanya Cloud sambil menarik Hiyuka dalam pelukannya.


"Lebih dari itu kau sangat menakutkan dulu" ucap Hiyuka jujur.


Namun lagi-lagi Cloud hanya menjawabnya dengan gelak tawa yang mengejek...

__ADS_1


"Hahahaha...."


__ADS_2