Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Iblis


__ADS_3

Setelah semua Gembok di leher, tangan dan kaki Hiyuka terlepas, Cloud memberikan satu persatu jepit rambut milik Hiyuka pada putra mahkota A-Fai dan pada Mado.


"Bukalah sendiri" ucap Cloud.


Dengan sedikit kesulitan Mado dan putra mahkota A-Fai melepaskan borgol-borgol tersebut dari kedua tangan, kaki dan leher mereka.


Sementara itu Cloud mengeluarkan sebuah salep obat memar yang di berikan paman Andrew dan mengoleskannya di leher Hiyuka secara perlahan, dia juga mengoleskan salep tersebut di kedua tangan dan kedua kaki Hiyuka.


"Setelah ini rasa sakitnya pasti berkurang." Ucap Cloud.


Saat Cloud sedang mengoleskan obat di leher Hiyuka tiba-tiba pangeran Hisoka datang dengan membawa pedangnya, dia mengayunkan pedangnya dan berusaha menebas leher CLoud dari belakang.


"Tuan awas..." teriak Hiyuka.


"Trank.." Suara pedang berbenturan.


Nampak Mado dengan sigap menahan ayunan pedang yang coba di tebaskan Kepada Cloud.


"Minggir, atau aku bunuh kau" ucap Pangeran Hisoka.


Cloud langsung memangku Hiyuka dan membawanya ke tempat yang sekiranya aman untuk Hiyuka tempati.


"Tunggulah di sini" pinta Cloud setelah mendudukkan tubuh Hiyuka di bawah pohon besar yang rindang.


"Pegang ini, tembaklah siapa pun yang mencoba menyakitimu" ucap Cloud seraya memberikan sebuah pistol kecil beserta satu kotak kecil berisikan peluru tambahan milik Cloud.


Hiyuka menerimanya dengan tangan gemetar dia benar-benar ketakutan saat ini "Cepatlah kembali Tuan aku takut sendirian." Pinta Hiyuka seraya memeluk Cloud begitu erat.


"Aku akan kembali." Ucap Cloud lalu mencuri satu ciuman lembut dari bibir Hiyuka.


"Jaga dirimu" ucap Cloud saat ciuman mereka berakhir.


"Hemm" jawab Hiyuka sembari menangis.


Lalu Cloud pun pergi meninggalkan Hiyuka untuk menghadapi Pangeran Hisoka.


Nampak Mado kewalahan dalam menghadapi pangeran Hisoka, ya itu karena pangeran Hisoka bukanlah lawan yang sebanding dengan Mado.


"Brug.... Trank..." Suara Mado yang jatuh ke tanah.


"Mado, pergilah bersama putra mahkota dan selamatkan para warga yang sudah mereka sandra." pinta Cloud saat Melihat Mado terjatuh.

__ADS_1


"Baiklah Tuan," jawab Mado.


"Apa yang kau tunggu ikutlah bersama Mado untuk membebaskan para Sandra." Perintah Cloud pada putra mahkota A-Fai.


"Tidak aku akan mengalahkannya." tolak Putra Mahkota A-Fai.


"Hahaha.... Kau pikir bisa mengalahkanku?" ucap pangeran Hisoka.


"Aku akan membunuhmu saat ini juga." Ucap Putra mahkota A-Fai dan langsung berlari menyarang pangeran Hisoka.


"Trang... Trang... Trang..." pertempuran pun kembali terjadi antara putra mahkota A-Fai dan pangeran Hisoka.


"Bodoh" ucap Cloud.


"Mado pergilah bersama anak buahmu yang masih tersisa, selamatkan para warga yang mereka sandra." Perintah Cloud.


"Baik Tuan" jawab Mado lantas degan cepat kembali masuk ke dalam rumah singgah pangeran Hisoka.


Cloud pun kembali melihat pertemuan antara pangeran Hosika dan putra mahkota A-Fai, dan sudah di pastikan siapa pemenangnya...


"Brug.... Ah...." nampak putra mahkota A-Fai terjatuh sembari berteriak kesakitan karena mendapatkan luka gores yang sangat dalam dari pangran Hisoka.


Pangeran Hisoka yang melihat putra mahkota A-Fai sudah tak berdaya karena serangannya kini dia mulai bersiap untuk melenyapkan putra mahkota A-Fai dengan satu serangan pamungkasnya.


"Trang...." Suara dua pedang yang berbenturan dengan keras.


"Bedebah kenapa kau selalu saja menjadi penganggu dari semua rencanaku Hah..." ucap pangeran Hisoka marah.


"Dari sejak dulu hingga sekarang kau adalah penghalang terbesarku Cloud." Ucap Pangeran Hisoka semakin marah.


"Aku hanya menjaga apa yang harus aku jaga." Jawab Cloud.


Mereka masih saling mendorong dengan menggunakan pedang mereka.


"Menjaga?... Apa yang kau jaga?" tanya Pangeran Hisoka bingung.


"Kau menjaga calon raja negri ini... Aku tidak akan membiarkan dia menjadi raja, karena hanya aku yang akan menjadi raja di negri ini" ucap pangeran Hisoka.


"Aku tidak peduli dengan raja negri ini atau pun negri ini" jawab Cloud.


"Aku hanya menjaga nyawa nenekku yang mereka tukar dengan nyawa anak ini" ucap Cloud dengan lantang lantas mendorong pangeran Hisoka dengan kuat hingga dia pun terpaksa mundur beberapa langkah.

__ADS_1


"Deg...." putra mahkota A-Fai yang mendengarnya langsung terdiam kaku.


"Hahah..... Ya... Ya... Aku ingat sekarang... Nyonya besar Moe saat itu meninggal demi menyelamatkan seorang anak dari kerajaan Jeos... Anak itu yang tak lain adalah putra mahkota A-Fai." Ucap pangeran Hisoka tertawa terbahak-bahak...


"Dengar Cloud, aku sarankan kau bunuh saja dia, karena gara-gara dia kau sampai harus kehilangan nenek mu." Ucap pangeran Hisoka.


"Tidak... Aku tidak kehilangan nenekku, nenekku aku anggap telah bertukar nyawa dengan anak yang coba dia lindungi, untuk itu aku harus menjaga nyawa nenekku yang ada di dalam tubuh anak tersebut." Jawab Cloud.


"Sial...." ucap Putra Mahkota A-Fai lirih.


Pangeran Hisoka pun kembali tertawa terbahak-bahak mendengar alasan Cloud yang dia nilai tidak masuk akal..


" Hahah... Cloud jangan bohongi dirimu, sebenarnya kau juga ingin membunuhnya bukan? " hasut pangeran Hisoka.


"Kau benar..." Jawab Cloud. Dan kembali terdengar gelak tawa dari pangaran Hisoka.


"Tapi... Seberapa marahnya aku... Aku akan tetap menjaga apa yang coba nenekku jaga dengan nyawanya." Jawab Cloud, membuat pangeran Hisoka langsung terdiam.


"Munafik..." ucap pangeran Hisoka marah.


Lantas pertempuran pun kembali terjadi, serangan demi serangan mereka keluarkan, pangeran Hosika nampak mendominasi pertarungan, hal itu karena keadaan Cloud yang sudah terluka cukup parah hasil dari dua pertemuan Sebelumnya melawan ke dua putra pangeran Hisoka yaitu Hamada dan Tadasi.


"Sleb... Sleb... Sleb.... Brug.... Ah...." Suara tebasan pedang dan teriakan rasa sakit hingga terjatuh dari putra ketiga pangeran Hisoka yaitu Yun Min.


"Ah... Tidak.. Putra ku..." Ucap Ibu Xiu MeyMey saat melihat putra kesayangannya terjatuh dan berlumuran darah di tanah.


Dengan cepat dia berlari menopang kepala putranya seraya berkata... "Putraku bertahanlah..." Ucap Ibu Xiu Mey Mey.


"Apa yang kau lakukan pada putraku... Dasar iblis..." Ucap Ibu Xiu Meymey.


"Kau memanggilku iblis...?" tanya Chang Min.


"Kau memang iblis, berani sekali tangan kotormu menyakiti putraku" ucap ibu Xiu Meymey lagi.


"Jangan lupa... Kau lah yang telah menjadikan aku iblis..... Ibu..." Ucap Chang Min penuh amarah.


"Kurang ajar kau, kalau begitu enyahlah kau dari bumi ini." Ucap Ibu Xiu Meymey sembari mengambil sebuah pisau belati yang tergeletak di tanah lantas dia pun berlari menghampiri Chang Min dan menusuk tubuh Chang Min untuk yang ke dua kalinya.


"Sleb...." Ibu Xiu Mey Mey kembali menusuk Chang Min.


"Hahahah...." Chang Min hanya tertawa melihat apa yang di lakukan ibunya pada dirinya.

__ADS_1


"Kau benar-benar ingin membunuhku ibu?" tanya Chang Min dengan wajah yang menakutkan.


__ADS_2