
Cloud memacu Kuda Hitam Jorge dengan kecepatan sedang di tengah perjalanannya menuju pusat Desa Guenju, dia nampak penuh kehati-hatian dan waspada sambil mengamati keadaan di sekitarnya.
Setalah beberapa lama tibalah Cloud di pesisi Desa Guenju nampak kobaran api menyala-nyala dari setiap rumah yang kini sedang terbakar hebat.
Si Jago merah megitu dahsyat melalap habis setiap bangun rumah yang berdiri di sepanjang jalur pedesaan.
"Sungguh biadab mereka yang melakukan hal ini" ucap Cloud geram.
Cloud memacu kudanya lebih cepat ke arah tempat pengungsian para korban kebakaran di desa Guenju.
Di sana nampak begitu banyak orang, ramai berlalu lalang mencari perlindungan dan keamanan bagi diri mereka sendiri, keluarga dan kerabatnya, ada juga dari mereka yang sedang menangis meronta-ronta karena kehilangan harta banda, dan juga kehilangan orang-orang yang mereka sayangi karena menjadi korban dari kebakaran dan kekejaman kelompok berbaju Hitam.
"Rumah ku... Hiks... Hiks... Rumahku habis terbakar"
"Bangun Nak, bangun jangan tinggalkan ibu, bangunlah sekarang.... Hiks... Hiks..."
"Di mana anakku, adakah dari kalian yang melihat anakku, tolong cari dia..."
"Tolong sakit... Badanku terbakar... Tolong obati aku cepat."
Begitulah sedikit dari banyak jeritan dan rintihan para warga desa Guenju yang terdampak serangan kelompok berbaju hitam, mereka dengan penuh kekejaman membakar rumah warga dan menyakiti orang-orang yang tidak berdosa.
Setelah melihat, menyaksikan dan mendengarkan penderitaan warga dan jerit tangis mereka, kini Cloud membawa laju kuda Jorge ke arah balay Desa Guenju, Cloud berniat menemui menteri Yuwen yang menjadi Pemimpin dari Desa Guenju.
Sesampainya di sana dengan cepat Cloud meminta Izin untuk bertemu Menteri Yuwen.
__ADS_1
Lama Cloud menunggu menteri Yuwen datang hingga setelah beberapa saat Wanita itu datang dan menghampiri Cloud.
Menteri Yuwen adalah seorang Menteri wanita yang mengganti kedudukan Menteri sebelumnya yang tak lain adalah ayahnya sendiri Menteri Yuzha di Desa Guenju.
Seluruh kepemimpinan Desa Guenju di atur olehnya atas titah dari Kerajaan Jeos.
"Tuan Cloud" sapa Menteri Yuwen.
"Menteri Yuwen" jawab Cloud datar.
"Langsung saja, aku datang untuk mengambil alih hak perlindungan atas semua warga yang bekerja di kediaman keluarga Moe, beserta keluarga dan kerabatnya, seperti yang sudah kita sepakati sebelumnya bersama Tuan Besar Filix Moe dan Menteri sebelumnya yaitu Tuan Yuzha." Pinta Cloud dingin.
"Meraka akan mengungsi di bawah perlingan tentara Amerika" ucap Cloud lagi.
"Perjanjian sudah dibuat, jadi apa yang bisa aku lakukan selain mematuhi perjanjian yang sudah jelas ada dan di sepakati oleh Tuan Besar Moe dan ayahku, silahkan Tuan jemput siapapun yang warga yang bekerja di kediaman Keluarga Moe beserta keluarganya." Jawab Menteri Yuwen dengan gaya genitnya.
"Jangan ajari aku tentang sebuah paksaan atau pun permintaan, karena aku cukup mengerti untuk tidak memaksakan orang agar mau ikut denganku." Ucap Cloud penuh penekanan.
"Dari pada mengkhawatirkan orang-orang yang sudah pasti akan aman denganku, lebih baik kau hawatirkan orang-orang yang ingin ikut denganku, tapi mereka tidak punya hak untuk masuk ke dalam kediaman keluarga Moe." Sambung Cloud dingin.
"Aku rasa akan ada banyak warga yang tidak mau ikut denganmu Tuan" ucap Menteri Yuwen percaya diri.
"Heh... Itu tidak masalah bagiku" jawab Cloud sarkas.
"Masalah Kelompok berbaju Hitam yang membakar Rumah Warga, aku harap kau bisa segera mengatasinya dan menyingkirkan mereka dari Desa Guenju, sebelum mereka membuat ke kacawan yang lebih buruk lagi dari ini." Ucap Cloud mengingatkan.
"Kau tenang saja Tuan, mereka pasti akan segera ku singkirkan." Jawab Menteri Yuwen penuh percaya diri.
__ADS_1
"Aku harap demikian, kalau begitu saya pamit undur diri." Ucap Cloud dingin.
"Silahkan Tuan" jawab menteri Yuwen.
Cloud pun pergi dari rumah Menteri Yuwen dia langsung menaiki kuda hitam Jorge, dan secepat mungkin pergi meninggalkan kediaman Menteri Yuwen, untuk kembali ke tempat pengungsian Warga desa Guenju yang terdampak kebakaran dan kerusuhan dari Kelompok berbaju Hitam.
Sesampainya di sana sudah nampak terlihat Sersan Daniel sahabat Cloud sekaligus bawahannya dan para tentara Cloud, dengan cepat Cloud menghampiri mereka.
"Kau sudah memastikan Jumlah mereka?" tanya Cloud pada Daniel.
"Sudah, dan mereka sudah siap untuk berpindah pengungsian ke kediaman Keluarga Moe." Jawab Daniel sigap.
"Kau pastikan lagi, jangan sampai ada orang lain yang bukan dari bagian keluarga atau kerabat dari para pekerja yang bekerja di keluarga Moe, ikut bersama kita, dan pastikan jangan sampai ada penyusup di antara mereka semua." Perintah Cloud.
"Siap Capten" jawab Daniel tegas, dan kembali turun tangan untuk memastikan sendiri bahwa semua para pengungsi yang ikut adalah benar-benar bagian dari keluarga dan kerabat dari para pekerja yang bekerja di keluarga Moe.
Satu hal yang pasti, tidak boleh sampai ada penyusup yang masuk dalam bagian dari para pengungsi.
Setalah dirasa semua sudah aman Daniel kembali menghampiri Cloud dan melaporkan hasil pemeriksaannya.
"Lapor Capten semua sudah aman dan siap untuk pindah pengungsian menuju kediaman Keluarga Moe." Ucap Daniel.
"Laksanakan" Perintah Cloud.
"Siap laksanakan" jawab Daniel sigap.
Daniel pun pergi dan memandu Para Tentaranya beserta para pengungsi, untuk pergi ke pengungsian di kediaman keluarga Moe.
__ADS_1