Cinta 2 Dimensi

Cinta 2 Dimensi
Undangan Ibu Suri Kerajaan


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Natagawa.


"Tuan besar - Tuan Besar" teriak paman Yoojin.


Yang terburu-buru mengejar langkah Tuan Besar Hiyugha Natagawa yang hendak pergi untuk berburu.


"Ada apa? Kenapa kau pagi-pagi teriak-teriak begitu?" tanya Tuan Besar Hiyugha Natagawa.


"Tuan, ada Tamu dari pihak Kerajaan," ucap paman Yoojin.


"Benarkah? Sepagi ini?" ucap Tuan Besar Natagawa kaget.


"Benar Tuan" jawab paman Yoojin.


"Baiklah ayo kita kesana" ucap Tuan besar Natagawa dengan segera.


Dengan cepat Tuan besar Natagawa pergi menemui Tamu dari pihak kerajaan tersebut.


"Salam, Guru Besar" ucap salah satu perwakilan kerjaan"


"Salam" jawab Tuan besar Natagawa.


"Berita apa yang membawamu Sepagi ini?" tanya Tuan besar Natagawa.


"Saya membawa pesan dan Undangan Dari ibu Suri kerjaan, untuk mengundang nona muda dari keluarga Natagawa dalam rangka seleksi calok Putri Mahkota Kerjaan Jeos, yang akan di laksanakan sore ini di kastil kerjaan milik ibu suri." Ucap Sang pembawa Kabar kerajaan.


"Terimalah Undangan Kerjaan ini dengan Hormat" ucap sang pembawa Kabar lagi.


"Kami menerima Udangan kerajaan dengan Hormat" ucap Tuan besar Natagawa.


"Kalau begitu kami Permisi" ucap sang pembawa Kabar kerjaan sambil menundukkan kepala dan di balas hal yang sama oleh Tuan besar Natagawa dan paman Yoojin.


"Beritahu Ryko untuk mempersiapkan Hiyuka dengan sebaik mungkin." Perintah Tuan Besar Hiyugha Natagawa.


"Baik Tuan Besar" jawab paman Yoojin. "Saya permisi" ucapnya lagi, sambil melangkah pergi.


Paman Yoojin dengan cepat melangkahkan kakinya menemui Nyonya Ryko yang juga sedang berkumpul dengan Hiyuka dan putrinya Haura Jee.

__ADS_1


"Salam Nyonya besar saya membawa kabar baik" ucap paman Yoojin.


"Katakan Yoojin, kabar baik apa yang kau bawa?" tanya Bibi Ryko.


"Sore ini pihak kerjaan secara langsung mengundang Nona Muda keluarga Natagawa untuk hadir dalam Udangan seleksi Putri Mahkota kerajaan Jeos" Ucap paman Yoojin.


"Benarkah?" ucap bibi Ryko senang.


Tak hanya Bibi Ryko saja yang senang tapi Haura Jee juga nampak begitu senang, namun tidak dengan Hiyuka, dia nampak murung dan tidak bersemangat.


"Nyonya di perintahkan untuk mempersiapkan semuanya termasuk...."


"Aku mengerti" jawab bibi Ryko cepat, memotong perkataan Paman Yoojin.


"Kau boleh pergi" ucapnya lagi pada paman Yoojin.


"Baik nyonya" jawab paman Yoojin sambil berlalu pergi.


"Hiyuka, Haura, hari ini Ibu suri sendiri yang telah mengundang keluarga kita, jadi persiapkan diri kalian dengan sebaik mungkin, cepat lah." Pinta bibi Ryko, sambil terburu-buru pergi dari sana untuk mempersiapkan semua hal untuk keberangkatan dua putri Natagawa secara langsung.


Sedangkan Hiyuka dia bahkan enggan melakukan apapun karena hatinya telah terikat dengan satu nama "Cloud" ucap Hiyuka lirih sambil menghela napasnya yang terasa begitu berat.


Bibi Damnim yang mendengar Hiyuka memanggil nama Cloud hanya mampu memandang Hiyuka dengan Iba, karena walau bagaimana pun cinta Nona muda nya tidak akan pernah bisa bersatu sampai kapan pun kecuali ada keajaiban yang menyatukan keluarga Natagawa dan Keluarga Moe.


.....................................................................


Di tepat pelatihan para prajurit, nampak Cloud tengah memperkenalkan dirinya di depan seluruh prajurit baru kerjaan Jeos, mereka terlihat masih sangat muda ada lebih dari 50 prajurit baru yang telah lolos seleksi sebagai prajurit kerajaan Jeos.


"Prajurit hari ini saya capten Aaron akan menjadi pelatih sementara bagi kalian, tugas saya di sini adalah melatih kalian semua cara menggunakan senjata api dengan baik dan benar, jadi belajarlah dengan rajin, mengerti." ucap Cloud dengan lantangnya.


"Mengerti siap Capten" jawab mereka semua serentak.


"Bagus, kita mulai latihan hari ini, siap Sedia semuanya?" tanya Cloud tegas.


"Siap Capten" jawab semua prajurit.


Cloud pun mulai memberikan arahan kepada seluruh prajurit, dia mengerahkan semua Kesungguhannya dalam melatih mereka semua, walau pun could sebenarnya enggan melatih mereka tapi dia tidak main-main dalam latihannya, dia benar-benar menunjukan ketegasannya pada semua prajuritnya tanpa pandang bulu,

__ADS_1


Dari Semua prajurit yang ada napak beberapa dari mereka yang mulai mengeluh dengan sikap keras, dan tegas yang Cloud lakukan saat latihan.


"Aku kira rumor bahawa capten Aaron adalah orang yang tegas dan menakutkan adalah kebohongan belaka, tapi hari ini aku melihat dan merasakan dia benar-benar menakutkan." ucap salah satu prajurit pada temannya.


"Kau benar, tapi setidaknya aku merasa bangga bisa belajar langsung darinya, karena dia adalah capten terhebat di medan perang dan hingga sekarang belum ada yang mampu menandingunya, termasuk tentara dari ngerasa kita." Jawab salah satu teman prajurit yang tadi di ajak berbicara.


"Kau benar juga" jawab yang satunya lagi.


"Bagaimana kalian sudah mengerti tentang struktural bagian dari senjata yang kalian pegang?" tanya Cloud.


"Sudah Capten." jawab para prajurit serempak.


"Bagus, sekarang ulangi latihan tadi hingga kalian bisa membongkar dan memasangkan sejanta dalam waktu cepat." perintah Cloud.


"Baik Capten" jawab Semua.


Dan para prajurit pun mulai belajar cara membongkar dan memasangkan kembali senjata laras panjang yang mereka pegang.


"Aku pertama" ucap salah satu prajurit dengan hebohnya karena berhasil menjadi yang pertama dan yang paling cepat dalam memasangkan senjata api dari semua teman-temannya yang lain.


"Aku ke dua, aku ketiga, aku ke empat.... Aku... Aku... Aku...." ucap semua prajurit bergantian.


"Waw... Capten Aaron memang hebat belum satu hari, dia mengajari kita, tapi lihat kita sudah berhasil dan mengerti cara membongkar dan menyatukan senjata seperti semula." Ucap salah satu prajurit.


"Kau benar, berbeda sekali pada saat kita belajar dengan Capten Xian, kita bahkan butuh waktu berhari-hari untuk faham dan mengerti apa yang dia ajarkan." jawab prajurit yang lain.


"Kau benar padahal Capten Aaron mengajari kita dengan sangat tegas dan menegangkan tapi kita semua langsung bisa, Giyon Zii yang paling bodoh di antara kita pun lihatlah dia berhasil dalam latihan hari ini." jawab salah satu prajurit.


"Hari pertama latihan bersama Capten Aaron, Tapi Aku sudah mulai mengagumi Capten Aaron" ucap Lee tang, salah satu prajurit.


"Aku juga" jawab temannya yang bernama Soba.


Cloud yang sejak tadi duduk sambil membaca buku di tangannya hanya melihat para prajurit muda itu dengan acuh tak acuh, dia tidak peduli dengan teriakan para prajurit yang menandakan keberhasilan pertama mereka dalam pelajaran pertama yang di berikan Cloud.


Cloud malah kembali melanjutkan fokusnya pada buku yang sejak tadi dia baca, karena bagi Cloud keberhasilan pertama para prajurit muda itu bukanlah apa-apa, karena Cloud belum memberikan Tugas yang begitu berat pada mereka.


Dengan kata lain tugas pertama yang para Prajurit lakukan berusan adalah hal mudah, yang menurut Cloud bukan lah hal yang perlu di banggakan.

__ADS_1


__ADS_2