
Cloud memasuki ruangan tersebut dan tak lupa menutupnya kembali.
"Hey sadarlah" Ucap Cloud sambil menepuk-nepuk pelan pipi Hiyuka.
Hiyuka pun tersadar "Kau?" ucap Hiyuka penuh haru, dengan rasa senang di hatinya dan rasa tak percaya di benaknya.
"Sutt... Pelankan suaramu atau nanti mereka bisa mendengarnya" ucap Cloud sambil mengeluarkan sebuah belati yang cukup tajam hingga bisa dengan mudah memotong tali yang mengikat kuat di tubuh Hiyuka.
Setelah tali pengikat ditubuh Hiyuka terlepas Hiyuka berhambur memeluk Cloud, dia meluapkan rasa takutnya dalam tangisan yang tersedu-sedu.
Mendapati Hiyuka yang terus mengis membuat Cloud kebingungan dan juga cemas pasalnya Hiyuka menangis agak keras.
"Tenanglah-tenanglah, kalau kalu menangis sekeras itu maka akan di pastikan kau akan membuat semua penjahat itu datang kemari dan membunuh kita saat ini juga" ucap Cloud.
"Ah... Maaf, maaf, aku terlalu bahagia melihatmu, aku sungguh sangat ketakutan tolong bawa aku pergi dari sini" pinta Hiyuka sambil terisak.
"Baiklah tapi berhentilah menangis, kita harus keluar dari sini okh" ucap Cloud.
Perlahan tapi pasti Cloud dan Hiyuka menyusuri tempat itu, Hiyuka dibuat merinding dan mual karena melihat dan mencium bau darah yang menyengat di indra penciumannya, Hiyuka sebisa mungkin berusaha menahan rasa mualnya.
Keberuntungan ada di pihak Cloud karena keadaan begitu sepi dan itu memudahkan Cloud keluar dari tempat terkutuk tersebut bersama Hiyuka.
Cloud membantu Hiyuka untuk keluar melalui jendela yang sama saat pertama kali masuk, setelah berhasil keluar Cloud dan Hiyuka bergegas berlari sejauh mungkin dari rumah sekap itu.
Cang Min memasuki rumah sekap miliknya dan dia langsung pergi menuju tempat di mana anak buahnya menyerap Hiyuka, sesampainya di sana Cang min mengepalkan tangannya kuat dan rahangnya mengeras menahan amarah setelah mendapati ruangan tersebut kosong dan hanya menyisakan kursi kosong dan tali ikatan yang lepas.
"Mado..." teriak Cang Min pada anak buahnya.
"Iya bos?" jawab Mado sambil terengah-enggah.
"Apa ini?" bentak Cang Min.
"Bos... Tadi wanita itu ada di sini bos" jawab Mado.
"Apa yang kau tunggu cepat tangkap wanita itu dia pasti belum jauh" bentak Cang Min.
"Baik Bos" jawab Mado sambil berlari pergi.
"Semuanya, gadis itu telah kabur, sekarang cari dia" perintah mado pada seluruh anak buah Cang Min.
Cang Min mengambil tali tambang bekas mengikat Hiyuka dan mengepalnya erat, "Cloud jika kau terlibat aku tidak akan mengampunimu" ucap Cang Min.
Seluruh anak buah Cang Min mencari keberadaan Hiyuka ke seluruh penjuru hutan, tak lupa Cang Min pun ikut serta dalam pencarian itu.
__ADS_1
"Sepertinya mereka sudah mengetahui kalau kau sudah tidak ada di sana, kita harus cepat pergi dari sini" perintah Cloud.
"Aku takut" ujar Hiyuka.
"Hey.... Ayolah ini bukan saatnya mengeluh, ini saatnya menyelamatkan diri, kita harus mencari tempat persembunyian" ucap Cloud menenangkan.
Saat Hiyuka dan Cloud sedang mencari tempat persembunyian tiba-tiba mereka di kagetkan dengan suara kuda yang mengarah ke arah mereka.
"Mereka datang ayo cepat" ucap Cloud.
Hiyuka tidak mengatakan apapun dia hanya memegang tangan Cloud kuat dan mengikuti kemanapun Cloud membawanya.
Cloud dan Hiyuka bersembunyi di bawah semak-semak di belakang pohon besar, saat mereka bersembunyi ternyata anak buah Cang Min pun berhenti tepat di samping mereka.
"Sial kemana wanita itu perginya?" ucap Mado.
Lalu datanglah Cang Min dan beberapa anak buahnya yang lain.
"Kalian menemukannya?" tanya Cang Min.
"Maaf Bos kami kehilangan jejak wanita itu" jawab Mado.
"Bodoh..." Ucap Cang Min.
Lalu Cang Min dan anak buahnya pergi dari sana baik Cloud maupun Hiyuka begitu lega saat mereka sudah pergi.
"Hah.. Akhirnya" ucap Cloud lalu melihat kearah Hiyuka yang juga sedang milihatnya, dan di saat itu juga meka baru sadar kalau posisi mereka begitu dekat dan cukup intim.
Baik Cloud maupun Hiyuka langsung melepaskan diri masing-masing secara sepontan.
"Ayo kita pergi dari sini sepertinya kita sudah terlalu masuk kedalam hutan kita harus kembali kearah markas mereka lagi" ucap Cloud.
"Apa, tidak!" tolak Hiyuka "Itu artinya kita akan bertemu mereka lagi jika kita kembali" ucap Hiyuka.
"Kau mau pulang atau tidak, lihat hari sudah semakin malam dan kita ada di tengah hutan, tidak ada cara lain selain kembali kerah sana dan setelah itu kita pulang" ucap Cloud.
"Apa kita tidak bisa mencari jalan lain?" tanya Hiyuka.
"Tidak, aku tidak tahu tentang hutan ini dan aku tidak mau ambil resiko apapun yang akan membuat kita semakin tersesat di dalam hutan." Jawab Cloud.
Akhirnya mau tidak mau Hiyuka mengikuti apapun yang di katakan Cloud, baru beberapa langkah cloud berjalan dia sudah menghentikan langkahnya.
"Sial" ucap Cloud.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Hiyuka.
Cloud memutar badannya begitu pun dengan Hiyuka dan betapa kagetnya Hiyuka ternyata Cang Min ada di belakang mereka.
"Hah... Harusnya aku sadar kalau kau tidak sebodoh yang aku pikirkan" ucap Cloud.
"Hahahahah..... Cloud, ini pertama kalinya aku melihatmu bersembunyi dariku, seperti seorang pengecut hahahha" ucap Cang Min sambil tertawa lepas.
Sinar rembulan di malam itu menerangi keberadaan mereka dan Hiyuka begitu jelas melihat sosok Cang Min.
"Ya anggap saja begitu" ucap Cloud enteng.
"kembalikan wanita itu" ucap Cang Min tanpa basa basi lagi.
Mendengar itu tubuh Hiyuka kembali gemetar ketakutan dia memegang tangan Cloud kuat.
Cang Min dibuat geram saat melihat bagaimana Cloud tidak melepaskan Hiyuka dari genggaman tangannya dan begitu pun Hiyuka yang begitu erat memeluk lengan Cloud.
"Aku rasa kau tidak akan memberikan wanita itu dengan suka rela Cloud" ucap Cang Min.
"Huittttttt....." Cloud bersiul begitu kencangnya untuk memanggil kuda kesayangannya.
"Cang Min yang mengetahui bahwa Cloud tidak berniat melawannya dan memilih untuk kabur darinya, langsung menarik pedangnya dan langsung menyerang Cloud.
Melihat itu cloud mendorong Hiyuka jauh, dan menahan serangan pedang Cang Min dengan belatinya.
"Hentikan Cang Min, aku akan membayarmu dua kali lipat tapi lepaskan wanita itu" pinta Cloud.
"Tidak bisa, aku tidak akan melakukannya, kecuali kau serahkan nyawamu Cloud" jawab Cang Min.
"Kau terlalu buta dengan kenyataan Cang Min" ucap Cloud.
"Kau yang terlalu naif Cloud" ucap Cang Min.
Pertemuan sengit di antara keduanya pun tak terelakkan lagi, Cang Min benar-benar menyerang Cloud dengan membabi buta, sedangkan Cloud masih menahan diri menghindari setiap serangan Cang Min, saat dilihat kuda milik Cloud sudah cukup dekat Cloud balik menyerang Cang Min hingga akhirnya Cang Min tersungkur, karena beberapa tebasan belati milik cloud.
Melihat Cang Min yang terkapar, hal itu di manfaatkan Cloud untuk melarikan diri, dia menghampiri Hiyuka dan membatunya naik ke atas kudanya.
"Cepatlah Naik" pinta Cloud dan Hiyuka hanya menurut.
Cloud memacu kudanya dengan begitu cepat meninggalkan Cang Min di tengah dinginnya malam.
Melihat kepergian Cloud membuat Cang Min begitu sangat marah "Cloud...." teriak Cang Min.
__ADS_1