Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
21. Mantan Shaka


__ADS_3

Shaka dan Keyla sudah sampai di salah satu taman kota. Sore itu banyak sekali pengunjung yang datang disana. Mulai dari orang tua yang berjalan sore di sekitar taman, pasangan muda mudi, para remaja maupun anak-anak kecil bersama orang tuanya.


Disana juga banyak sekali penjual jajanan yang beraneka ragam. Gerobak dagangan mereka berbaris sejajar di satu deretan saja. Ada yang menjual telur gulung, cilok dengan kuah kacang, es krim, balon anak-anak dengan beraneka karakter, dan masih banyak lagi.


“Key, kita duduk disana aja, yuk!” ajak Shaka sembari menunjuk satu bangku kosong disana.  


Keyla mengangguk dengan semangat menerima ajakan Shaka. Entah sengaja atau tidak, saat berjalan kesana tangan Keyla memegang lengan Shaka dengan santai. Shaka menoleh ke arah lengannya yang dipegang Keyla. Ia pun tersenyum. Bukannya marah, ia justru senang Keyla menggandengnya.


“Kamu udah pernah kesini sebelumnya?” tanya Keyla yang kini sudah duduk bersebelahan dengan Shaka.


“Pernah beberapa kali,” jawab Shaka.


Keyla memiringkan badannya menghadap Shaka. “Beberapa kali? Sama siapa?” tanya Keyla curiga.


“Sendiri,” jawab Shaka dengan singkat.


“Bohong,” sanggah Keyla.

__ADS_1


“Kok bohong? Kamu tanya, terus aku jawab jujur, lah kamu malah bilang bohong,” protes Shaka.


“Mana mungkin kamu sendirian kesini. Kayak kurang kerjaan aja tiba-tiba ke taman sendirian. Pasti...kamu kesini sama mantan kamu kan?” tuduh Keyla.


Shaka diam sejenak menatap Keyla. Dia bisa membaca raut wajah Keyla yang sepertinya sedang cemburu. Shaka pun terkekeh dalam hati. Ini kesempatannya untuk mengerjai Keyla dengan membuatnya cemburu.


“Kok kamu bisa tau Key, kalau aku kesini sama mantan pacar aku?” tanya Shaka berpura-pura.


“Jadi kamu beneran kesini sama mantan kamu?” Keyla malah balik bertanya lalu Shaka pun menganggukinya.


Ihhh, males banget, deh. Masa dia ajak aku ke taman tempat dia jalan sama mantannya dulu, sih? Nggak banget, deh! Bisa-bisa dia inget sama mantannya lagi. Gerutu Keyla dalam hati.  


“Kan jalan-jalan aja, cari udara segar. Biar nggak bosan di rumah terus," jawab Shaka.


“Ck!” Keyla berdecak kesal, sementara Shaka susah payah menahan diri agar tidak tertawa melihat bibir Keyla yang sudah manyun itu.


“Mantan kamu banyak, ya?” tanya Keyla kemudian.

__ADS_1


“Lumayan, sih. Namanya juga orang ganteng, Key. Nggak tega juga nolak mereka,” jawab Shaka dengan enteng sengaja memanas-manasi Keyla.


Benar saja, yang dipanasi terlihat tengah menahan emosi saat ini. Dadanya tampak naik turun menahan amarah.


Hahaha, kamu lucu banget sih, Key, kalau lagi cemburu gini. Shaka tergelak dalam hati.


Ternyata Shaka playboy juga! Mentang-mentang ganteng, mantannya pun banyak. Trus apa bedanya dia sama Hendry? Apa dia juga suka main perempuan seperti Hendry? Ihhh, awas aja kalau sampai iya, aku cabein tu terongnya! Teriak Keyla dalam hati.


Lalu tiba-tiba Keyla berdiri dan berjalan meninggalkan Shaka.


“Eh Key, mau kemana?” tanya Shaka masih di tempat duduknya.


“Beli es kriiimmm, butuh yang adem-adem,” teriak Keyla sambil terus berjalan.


Lah, dia ngambek.


“Aku ikut, Key. Tungguuuuu...”

__ADS_1


Shaka pun dengan cepat berdiri lalu menyusul Keyla. Keyla tau Shaka sedang mengikutinya di belakang. Ia sengaja mempercepat langkahnya kakinya lagi. Ia masih kesal mendengar Shaka menyebut soal mantannya.


__ADS_2