Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
63. Identitas Suami


__ADS_3

Keyla masih kesal kalau mengingat suaminya telah meninggalkannya begitu saja tanpa ada berita apapun. Apalagi Arshaka waktu itu pergi saat dimana ia berulang tahun. Padahal Keyla sudah bersusah payah menyiapkan kejutan ulang tahun untuknya. Keyla sudah membeli cake dan baju tidur tembus pandang untuk merayakan ulang tahun Arshaka. Tapi siapa sangka, sang suami justru pergi tanpa pesan.


Aku sudah menyiapkan kejutan untuknya, tapi dia meninggalkanku begitu saja. Padahal dia sendiri yang pernah minta mau hadiah apa. Aku nya udah ready, eh malah ditinggal pergi. Aku nggak boleh dengan cepat memaafkan Shaka. Biar aku kasih pelajaran dulu sedikit. Umpat Keyla dalam hati.


"Key, kamu mau makan sesuatu? Kamu pasti lapar kan?" bujuk Arshaka dengan pelan sambil menggenggam erat tangan sang istri.


"Iya, aku lapar. Aku mau makan spaghetti," jawab Keyla yang masih membuang wajahnya, ia masih pura-pura tak mau melihat suaminya meskipun ia sangat rindu berat.


"Spaghetti aja? Mau tambahan lain? Jus mau? Kamu harus banyak-banyak makan makanan yang bergizi, Key. Biar cepat sehat." Arshaka masih mencoba meluluhkan istrinya.


"Hmmm...boleh deh, jus juga. Mau jus mangga. Tawarin Cindy juga dong! Kasihan dia. Selama kamu ninggalin aku, dia yang selalu antar jemput aku kemana-mana," Keyla masih saja menyindir suaminya.


"Oke, Sayang. Tentu saja. Cindy, kamu mau makan apa?"


"Samain aja kayak punya Keyla biar nggak repot," jawab Cindy.


"Nggak repot kok, Cin. Minta yang macam-macam aja nggak apa-apa," ucap Keyla yang sengaja ingin merepotkan suaminya.


"Oh, boleh ya? Kalau begitu, aku mau nasi ayam aja deh, biar sekalian kenyang. Minumnya es teh aja." Cindy dengan cepat mengganti menu pesanannya.


"Cemilan nggak sekalian, Cin? Dulu waktu Shaka nggak ada, kamu kan suka traktir aku sampai ke cemilannya juga sekalian." Keyla masih ingin menyusahkan sang suami.


Arshaka sama sekali tidak marah. Ia justru senang melihat Keyla seperti itu. Itu adalah Keyla yang memang ia kenal. Lagipula yang akan membeli semua itu bukan dirinya, melainkan anak buahnya. Makanya dia hanya santai saja menuruti apapun keinginan istrinya.


"Boleh juga, deh. Aku mau cheese cake topping sauce strawberry deh. Enak tuh kayaknya," ucap Cindy dengan senang.


"Aku mau juga. Aku juga mau cheese cake kayak gitu. Sama sekalian yang topping sauce coklat juga," sahut Keyla makin menambah-nambah.


"Oke, boleh, Sayang. Ada lagi?" tanya Arshaka.


"Udah, itu aja. Itu juga udah cukup. Ya udah, kamu cari dulu gih sana! Aku udah lapar," pinta Keyla.


Arshaka hanya tersenyum lalu mengeluarkan handphone-nya dari saku jas. Kemudian ia menelepon salah satu anak buahnya untuk mencarikan apa yang tadi dipesan oleh kedua wanita itu.


"Oke, Sayang. Beres. Sebentar lagi pesanan kamu datang," ucap Arshaka dengan santai setelah mematikan panggilannya.


"Loh, kamu suruh siapa?" tanya Keyla keheranan.


"Aku tau kamu pasti bingung kan. Makanya aku mau ceritakan semua ke kamu. Tapi kamunya malah ngambek. Gimana aku mau cerita?" jawab Arshaka.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku? Apa itu yang membuat kamu pergi meninggalkan aku?" tanya Keyla yang sudah mulai serius.


Keyla lalu menatap suaminya. Ia memperhatikan pakaian yang dipakai oleh sang suami. Ia baru sadar, kalau suaminya berpenampilan sangat berbeda dari biasanya.


"Kamu...kamu bukan...kurir?" tanya Keyla dengan terbata.


Arshaka mencium punggung tangan Keyla yang digenggamnya. Ia pun mengangguk membenarkan tebakan Keyla.


"Makanya ijinkan aku jelaskan semua ke kamu ya, Key. Aku sebenarnya mau menunggu sampai kamu keluar dari rumah sakit baru aku jelaskan semua ke kamu, tapi....."


"Nggak! Aku mau kamu jelaskan semuanya sekarang!" potong Keyla yang sudah sangat penasaran.


"Iya, aku jelaskan. Tapi aku mohon, apapun yang aku cerita, kamu hanya perlu tau satu hal. Aku selalu mencintai kamu apapun kondisinya. Aku udah sayang banget sama kamu, Key. Aku cuma mau kamu tau itu," ucap Arshaka dengan sungguh-sungguh.


Ada yang berdesir di hati Keyla saat suaminya mengatakan hal itu. Ia tentu sangat senang sang suami sangat mencintainya meskipun awalnya mereka menikah karena terpaksa. Tapi masih ada yang mengganjal di hati Keyla, kalau dia cinta lantas kenapa pergi meninggalkannya saat itu?


"Jadi, apa yang kamu sembunyikan dari aku?" tanya Keyla lagi.


"Identitas aku," jawab Arshaka.


"Identitas?" ulang Keyla.


"Sebenarnya aku juga kurang lebih sama seperti kamu. Aku pergi dari rumah karena nggak mau menuruti perkataan orang tua aku. Ayahku punya perusahaan di kota lain. Aku diminta untuk melanjutkan perusahaan Ayahku. Tapi aku menolak, sampai akhirnya aku pergi dari rumah dan bertemu Bang John. Waktu itu pas sekali ada lowongan pekerjaan sebagai kurir di tempat kerja Bang John, nah sejak saat itu aku bekerja sebagai seorang kurir pengantar barang."


Arshaka menjeda sebentar sambil mengingat masa lalunya.


"Sejak menjadi kurir, aku memutuskan untuk menutup identitas aku sebagai anak seorang pengusaha. Aku mau mandiri. Sampai akhirnya, pas aku mengantarkan barang ke salah satu tempat kost, aku dijebak disana," ucap Arshaka sambil tersenyum melirik ke arah sang istri.


Keyla pun spontan malu-malu saat Arshaka mengatakan hal itu. Ia tau Arshaka mau menyindirnya.


"Terus, kenapa kamu pergi tinggalin aku tanpa ada kabar?" tanya Keyla.


"Sabar, jangan dipotong dulu! Aku belum cerita waktu aku antar barang di kost gimana," goda Arshaka.


"Yang itu nggak perlu, aku udah tau lanjutan ceritanya gimana," protes Keyla.


"Eh, tapi aku pengen tau Key, aku penasaran," ucap Cindy yang dari tadi asik mendengarkan sepasang suami istri itu bicara.


"Tuh, Cindy aja penasaran," ujar Arshaka.

__ADS_1


"Aku udah pernah cerita ke dia. Yang aku mau tau, kenapa waktu itu kamu tinggalin aku? Kenapa kamu nggak bilang apa-apa sebelum pergi?" ulang Keyla lagi.


Kali ini Arshaka pun memasang wajah seriusnya.


"Aku minta maaf, Key. Aku tau aku salah. Aku hanya khawatir, kalau waktu itu aku bilang sama kamu, kamu pasti nggak mengijinkan aku pergi begitu saja. Sementara waktu itu, aku nggak ada pilihan. Semua aku lakukan demi keselamatan kamu. Hendry punya anak buah yang banyak, Key. Aku khawatir dia akan datang lagi mengambil kamu dari aku, tapi aku nggak bisa melawan dia. Makanya aku minta bantuan sama Ayahku, tapi Ayahku memberi syarat supaya aku kembali ke rumah," jawab Arshaka dengan jujur.


"Aku mau kok ikut kamu pulang ke rumah kamu," potong Keyla.


"Tapi..." Arshaka tampak menghela nafas dengan berat. "Tapi waktu itu orang tua aku belum bisa menerima pernikahan kita, Key," lanjut Arshaka yang membuat mata Keyla berkaca-kaca.


Ternyata alasannya adalah Keyla belum diterima sebagai menantu oleh orang tua Arshaka. Keyla mendadak diselimuti oleh rasa sedih. Setelah mendapatkan cinta suaminya, ia masih harus berjuang lagi mendapatkan cinta dari mertuanya. Ia tak menyangka perjalanan rumah tangganya cukup rumit seperti ini.


Arshaka melihat Keyla mulai bersedih. Dari sudut matanya sudah keluar cairan bening yang terus mengalir. Ia pun menyeka airmata sang istri lalu mengecup kening istrinya itu.


"Jangan nangis, Sayang! Semua sudah lewat. Sekarang Ayahku sudah menerima pernikahan kita. Bahkan beliau sendiri yang memintaku menjemput kamu pulang," bujuk Arshaka.


"Kamu nggak bohong kan?" tanya Keyla di sela-sela tangisannya. Ia sungguh tak sanggup kalau harus berpisah lagi dengan suaminya itu.


"Nggak, Key. Aku nggak bohong. Setelah kamu diperbolehkan pulang dari rumah sakit, kita langsung pulang ke rumahku," jawab Arshaka.


"Beneran?"


"Iya, Sayang. Beneran."


Barulah Keyla mengangguk lalu tersenyum bahagia. Arshaka pun mendekat dan memeluk istrinya itu.


"Aku rindu sekali sama kamu, Key. Aku udah nggak bisa lagi hidup tanpa ada kamu meski cuma sehari," ucap Arshaka yang masih memeluk Keyla.


"Aku lebih rindu sama kamu. Tapi kamu nya jahat, malah tinggalin aku," rengek Keyla.


"Maaf ya, Sayang."


Mereka asik berpelukan melepas rindu tanpa memepedulikan ada seseorang yang iri melihat mereka seperti itu. Melihat sahabatnya sudah kembali dengan suaminya membuat Cindy ikut bahagia. Ia senang akhirnya mereka bisa kembali lagi bersama.


Tapi tak lama Cindy teringat akan seseorang. Seseorang yang tadi memberi kabar padanya tentang keberadaan Keyla.


Juan! Loh, ngomong-ngomong dimana Juan? Kenapa dari tadi aku tidak lihat? Aku sampai lupa dengan Juan. Dimana dia sekarang? tanya Cindy dalam hati.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2