
Keyla yang sedang menyapu rumahnya sore hari mendengar ada suara motor masuk ke teras rumah. Ia melihat jam dinding, masih pukul setengah enam sore. Keyla dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya lalu membuka pintu depan.
“Shaka? Kamu udah pulang?” Ternyata Shaka sudah berada di depan pintu.
“Iya, kerjaan udah selesai,” jawab Shaka sambil melepas sepatunya lalu masuk ke dalam rumah.
Shaka tak langsung masuk ke kamar, dia duduk di sofa dan meminta Keyla juga duduk di sebelahnya.
“Ada apa? Kamu masih marah sama aku, ya?” tanya Keyla khawatir. Pasalnya wajah Shaka masih sangat serius melihat ke arahnya.
“Aku udah lupain itu. Lain kali jangan mancing-mancing makanya,” jawab Shaka.
“Iya. Maaf, ya.”
Shaka nampak mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya. Lalu ia memberikan amplop itu kepada Keyla.
“Ini apa?” tanya Keyla sambil membolak-balikkan amplop di tangannya.
“Itu gaji aku. Hari ini aku gajian. Kamu gunakan sebaik mungkin ya, Key,” jawab Shaka.
“Kamu percaya sama aku?”
“Kamu kan istri aku. Kamu harus belajar dari sekarang mengatur keuangan rumah tangga. Aku yakin kamu bisa.”
Keyla terharu sekali dipercayai oleh Shaka untuk mengatur keuangan rumah tangga mereka. Meskipun Keyla tau gaji Shaka tak berlebihan, tapi Keyla sangat senang menerima gaji pertama dari suaminya itu. Keyla bertekad akan menggunakan uang itu dengan sebaik mungkin.
“Makasih ya, kamu udah percaya sama aku. Aku janji akan gunakan uang ini sebaik mungkin untuk kebutuhan rumah tangga kita,” jawab Keyla dengan mata yang berkaca-kaca. Dia begitu terharu dibuat Shaka.
Shaka mengusap-usap rambut Keyla dengan lembut. “Udah, jangan nangis. Dikasih duit kok nangis, sih. Senyum dong.”
Keyla pun tersenyum bahagia, lalu beberapa detik kemudian ia langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Shaka lalu mengecupnya dengan sangat lembut sehingga membuat Shaka memejamkan matanya menikmati ciuman itu.
“Thank you,” ucap Keyla setelah menyudahi ciumannya.
Shaka hanya mengangguk. Sejujurnya, ia sangat menikmati hal yang barusan mereka lakukan hingga membuat jantungnya tak berhenti berdetak lebih kencang dari biasanya, sampai mau berbicara pun lidahnya terasa kelu.
***
__ADS_1
Malamnya Shaka mengajak Keyla untuk nonton ke bioskop. Hitung-hitung mentraktir sang istri setelah ia mendapat gaji. Tentu saja Keyla dengan senang menyetujui hal itu. Mereka pun pergi ke salah satu mall yang ada disana.
“Key, kamu mau nonton film apa?” tanya Shaka. Mereka saat ini sudah berada di gedung bioskop.
“Film romantis ada nggak? Mau yang romantis-romantis,” jawab Keyla sambil terkekeh.
“Dih, centil amat. Film horor aja gimana?”
“Horor? Kenapa harus film horor?”
“Kamu takut, ya?”
“Nggak, kok. Ya udah, nggak apa-apa. Film horor aja.”
Shaka pun tersenyum jahil. Ia sudah membayangkan pasti nanti Keyla akan ketakutan lalu berteriak hingga memeluknya.
Hahaha, dia bilang nggak takut? Aku pengen lihat. Nanti dia pasti peluk-peluk aku sambil bilang, Shaka....aku takut.... Umpat Shaka dalam hati sembari mengejek Keyla.
Shaka pun membeli dua tiket film horor, satu popcorn dan dua minuman. Shaka sengaja memilih kursi paling pojok agar mereka lebih leluasa saat menonton.
Film pun dimulai. Shaka melirik sekilas ke arah Keyla. Gadis di sebelahnya itu masih santai menonton film di depannya. Beberapa menit film berlangsung, muncul sosok hantu dengan wajah yang mengerikan dari layar yang besar itu. Penonton lain banyak yang menjerit ketakutan. Shaka menoleh ke arah Keyla, ternyata gadis itu nampak tak terusik sama sekali, ia masih fokus menonton sambil memakan popcorn.
Keyla menggelengkan kepalanya tanpa melihat ke arah Shaka. Ia masih fokus menonton film tersebut.
Dih, sok-sok an dia. Paling sebentar lagi dia bakalan takut trus ngumpet di ketek aku. Batin Shaka.
Film kembali berlanjut. Keyla tampak menikmati setiap adegan di film itu. Ketika hantu yang lebih menakutkan dari yang tadi muncul di layar, bukan Keyla yang terkejut malah Shaka yang berteriak, ”aaaakkkhhhhh....”
Keyla spontan menoleh ke arah Shaka lalu terkekeh.
“Shaka takut? Jangan takut, itu cuma bohongan, itu hantunya serem karena efek make-up,” kata Keyla menenangkan Shaka.
Shaka jadi malu sendiri. Ia berdehem beberapa kali untuk menetralkan rasa canggungnya.
“Siapa yang takut? Aku cuma kaget,” jawab Shaka dengan sewot.
“Oh...kirain...” sahut Keyla lalu kembali menatap layar di depannya.
__ADS_1
Huh, sia-lan! Aku yang mau nakutin dia malah aku nya yang teriak. Bikin malu aja nih. Gerutu Shaka dalam hati. Shaka tak menyangka, gadis yang manja seperti Keyla ternyata tidak takut saat menonton film horor.
Tak lama film yang mereka tonton pun selesai, lalu mereka keluar dari gedung bioskop bersama dengan penonton yang lain.
“Seru ya tadi ceritanya. Kapan-kapan kita nonton lagi, ya. Tunggu kamu udah gajian lagi aja," ucap Keyla.
“Hm,” sahut Shaka dengan malas. Ia masih kesal karena tadi dirinya yang berteriak, bukannya Keyla.
Keyla berjalan bergandengan tangan dengan Shaka hingga mengundang perhatian seseorang. Pria itu terus melihat ke arah mereka yang sedang berjalan mendekati tangga eskalator untuk turun ke lantai bawah.
“Nona Keyla?” gumam Juan.
Juan tak ingin kehilangan Keyla lagi. Ia segera berlari untuk mengejar Keyla. Beberapa kali ia bahkan hampir menabrak beberapa pengunjung lain di mall.
Juan pun ikut menaiki tangga eskalator yang tadi dilewati oleh Keyla dan Shaka, sementara kedua orang itu sudah sampai di lantai bawah dan berbelok ke arah lain.
Aku tidak boleh kehilangan jejak Nona Keyla lagi. Aku harus cepat mengejarnya. Tapi...siapa pria yang sedang bersamanya?
Juan yang tak sabar segera menuruni tangga eskalator dengan tergesa-gesa. Ia tak mempedulikan orang lain yang memarahinya disana karena perbuatannya bisa membahayakan orang lain.
Sesampainya di lantai bawah, ia kembali mengejar Shaka dan Keyla yang sudah keluar ke arah parkiran. Juan terus mengejar hingga ke parkiran mobil. Ia yakin kalau Keyla dan Shaka pasti masih ada disana. Dia tak tau saja, kalau mereka pergi ke parkiran khusus sepeda motor.
“Dimana mereka? Kenapa cepat sekali hilangnya? Apa mereka sudah masuk ke mobil? Aku harus mencegat mereka.”
Juan lalu berlari ke arah tempat mobilnya di parkirkan. Ia segera masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobilnya, lalu pergi ke pintu keluar parkiran untuk mencegat Keyla.
Begitu mobilnya tiba di depan, Keyla yang diboncengi Shaka menggunakan sepeda motor baru saja melewati palang pintu parkiran. Lagi-lagi Keyla selamat dari kejaran Juan.
Juan yang tak menyangka Keyla akan naik sepeda motor menunggu beberapa menit disana. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Keyla disana. Ia kesal lalu memukul stir di depannya. Kali ini ia gagal lagi mengejar Keyla.
***
Wah...Keyla hampir tertangkap lagi 😱
Jangan lupa like dan vote ya, agar penulis semangat update-nya 🤗 Terimakasih 💙
__ADS_1