
Hari ini Juan sudah menyusun strategi baru. Dia tak mau kecolongan lagi kali ini. Karena itu, ia membawa beberapa anak buah Hendry yang lain untuk ikut memantau setiap mobil yang keluar dari kantor Cindy pada saat jam makan siang.
Yang ditunggu-tunggu pun tiba. Juan sudah memberikan aba-aba pada anak buah yang lain untuk mengikuti setiap mobil yang keluar. Sementara dirinya sendiri juga ikut mengikuti salah satu mobil yang keluar dari sana. Saking tak mau aksinya ketahuan, Juan bahkan sudah memakai mobil yang lain dari yang biasa ia kendarai.
“Tidak semudah itu mengelabuiku, Nona Cindy,” ucap Juan yang tengah menyetir mobil dengan seringai di wajahnya.
Ia terus mengikuti sebuah mobil berwarna kuning. Entah siapa saja yang ada di dalamnya, ia pun tak tau. Mobil terus melaju menjauh dari kantor Cindy tadi. Hingga akhirnya mobil itupun berhenti di sebuah gedung perkantoran.
Kenapa mobil itu berhenti disini? Bukankah ini jam makan siang? Seharusnya mobil itu pergi ke tempat makan, bukan? Tanya Juan dalam hati.
Juan pun menghentikan mobilnya dengan jarak aman. Tak lama ia melihat sosok yang sedang diintainya turun dari mobil tersebut.
Juan menyunggingkan senyum di wajahnya. Ia tak menyangka hari ini nasib baik sedang berpihak padanya. Sangat kebetulan sekali mobil yang diikutinya adalah mobil yang membawa Cindy.
Juan terus memperhatikan Cindy yang masuk ke dalam kawasan gedung perkantoran itu sampai akhirnya ia melihat dengan jelas Keyla menyambut kedatangan Cindy di depan pintu kantor.
“Jadi, sekarang Nona Keyla bekerja disini? Baiklah. Aku akan cari tau lebih dalam lagi. Terimakasih, Nona Cindy. Akhirnya ketahuan juga dimana sahabat dekatmu sekarang berada.”
__ADS_1
Juan menelepon seseorang dan meminta mengawasi gedung perkantoran tempat Keyla bekerja. Sementara dirinya sendiri berencana untuk memberitahu Hendry secara langsung tentang keberadaan Keyla.
***
“Hei, kenapa kamu disini? Seharusnya kamu nggak usah turun ke bawah,” tanya Cindy.
“Aku mau menyambut kamu lah. Ya udah, yuk kita ke kantin sekarang!”
“Kamu nggak usah sering-sering keluar lho, Key. Aku masih khawatir kita diikutin,” kata Cindy sambil berjalan bersama Keyla menuju ke kantin kantor.
“Iya sih, tapi hari ini tuh tumben banget mobilnya nggak ada di tempat biasa. Apa dia udah capek kali ya, ngikutin aku terus?”
“Hah?” Keyla menghentikan langkahnya sehingga Cindy ikut berhenti juga.
“Dia nggak ngikutin kamu hari ini?” ulang Keyla.
“Iya. Malah dari pagi sejak aku keluar rumah nggak ada mobil yang ngikutin aku,” jawab Cindy.
__ADS_1
Perasaan Keyla langsung tak enak. Ia khawatir Juan menggunakan cara baru untuk mengikuti Cindy tapi Cindy nya saja yang tidak sadar. Keyla merasa menyesal tadi sudah keluar dari kantor dan menjemput Cindy di luar. Bagaimana kalau ternyata Juan diam-diam masih mengikuti Cindy?
“Kamu kenapa, Key?” tanya Cindy yang melihat Keyla diam saja.
Keyla langsung tersadar dari lamunannya dan menggelengkan kepalanya. “Ah, nggak apa-apa kok. Bagus deh kalau dia berhenti ngikutin kamu,” jawab Keyla yang sedang menyembunyikan kerisauannya.
“Iya. Mudah-mudahan dia udah capek ngikutin aku. Ya udah, yuk ke kantin! Laper nih!” ucap Cindy lalu menarik Keyla untuk segera pergi ke kantin.
Mudah-mudahan saja benar Juan udah nggak ngikutin Cindy lagi. Tapi kenapa perasaan aku tiba-tiba nggak enak, ya? Semoga nggak terjadi apa-apa ke depannya. Harap Keyla dalam hati.
Bersambung.....
__ADS_1