Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
52. Menemui Bang John


__ADS_3

Sore itu Keyla berencana untuk pergi menemui Bang John. Setau Keyla, hanya Bang John saja yang paling akrab dengan Shaka, suaminya. Keyla sudah siap-siap menunggu Cindy datang menjemputnya. Dia duduk di teras rumahnya menunggu kedatangan Cindy.


Di seberang rumah Keyla, ia melihat seperti ada tetangga yang baru pindah disana. Ada beberapa orang yang mondar-mandir mengangkat beberapa perabotan rumah dari mobil pick-up ke dalam rumah. Tapi Keyla tak begitu menggubrisnya karena saat ini ia hanya fokus ingin mencari Shaka saja. Dari kemarin malam yang memenuhi pikirannya hanyalah tentang keberadaan Shaka.


Tak lama Cindy pun datang dengan mobilnya. Keyla segera bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam mobil.


"Ada tetangga baru, Key?" tanya Cindy sambil melirik ke rumah yang tepat berseberangan dengan rumah Shaka.


"Nggak tau. Kayaknya sih begitu," jawab Keyla yang tak begitu mempedulikan keadaan di sekitarnya saat ini.


"Kamu pasti masih sedih banget ya, Key?" tanya Cindy saat melihat wajah Keyla yang masih sendu.


"Udah mendingan kok. Tapi ya pasti masih sedih dan masih bingung dengan keberadaan Shaka. Untung ada kamu yang mau nemenin aku kemana-mana saat ini," jawab Keyla sambil memaksakan diri untuk tetap tersenyum.


"Key, yang sabar ya. Aku yakin sebentar lagi kita pasti akan ketemu sama Shaka," kata Cindy menyemangati Keyla.


Selama Cindy berteman dekat dengan Keyla, baru kali inilah ia melihat Keyla sangat tidak bersemangat seperti itu. Wajahnya yang selalu ceria juga berubah menjadi mendung karena bersedih.


"Ngomong-ngomong, tadi kamu jadi ke tempat Juan? Apa ada kabar dari Juan tentang Shaka?" tanya Keyla yang baru teringat kalau Cindy tadi hendak bertemu dengan Juan.


Cindy serba salah mau menjawab. Ia takut Keyla akan makin sedih jika tau Juan atau Hendry tidak terlibat sama sekali atas hilangnya Shaka. Tapi ia juga tak mungkin berbohong pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Maaf, Key. Ternyata Juan nggak tau apa-apa soal kepergian Shaka. Katanya Hendry juga nggak tau soal ini," jawab Cindy yang membuat Keyla menghela nafasnya dengan berat.


Berarti benar. Shaka memang tidak diculik, tapi dia sendiri yang pergi meninggalkan aku. Kenapa dia pergi mendadak seperti itu? Apa aku ada salah sama dia sampai dia pergi dari kehidupanku? Atau...memang selama ini aku hanya jadi beban buat dia sehingga dia memilih untuk pergi? Batin Keyla.


"Ya udah, Key. Kita jalan sekarang ya," kata Cindy lalu menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan Keyla yang biasanya banyak bicara hanya diam saja sambil memandang ke depan. Pandangannya terlihat kosong dan wajahnya tampak tak bermaya. Sesekali Cindy melirik ke arah Keyla. Ia tau apa yang dirasakan Keyla saat ini.


Tak lama mereka pun sampai di depan kantor tempat Shaka biasa bekerja. Keyla dan Cindy turun dari mobil dan mendatangi kantor itu. Syukurnya orang yang mereka cari sedang berada disana.


"Bang John!" panggil Keyla saat melihat Bang John sedang mengutak-atik handphone-nya sambil berdiri di depan pintu kantor.


"Eh, Keyla kan?" Bang John lupa-lupa ingat dengan wajah Keyla yang sudah lama tak dilihatnya.


"Apa kabar, Keyla? Shaka nya mana? Dia masih sakit, ya? Maaf ya, Abang belum sempat menjenguk Shaka. Masih ada banyak kerjaan. Mungkin hari sabtu nanti Abang kesana kalau Shaka belum masuk kerja," tanya Bang John.


Keyla dan Cindy saling pandang-pandangan. Bang John sepertinya tidak tau tentang Shaka saat ini. Kemarin saat Shaka tidak masuk kerja, memang ia beralasan sedang sakit, bukan karena habis dipukuli.


"Bang, bisa kita bicara disana?" tanya Keyla sambil menunjuk ke arah mobil Cindy.


"Oh...hmmm...oke oke," jawab Bang John ragu-ragu. Bang John bisa membaca gelagat aneh dari kedua orang itu.

__ADS_1


Setelah berada di samping mobil Cindy, barulah Keyla mulai menceritakan pada Bang John cerita yang sebenarnya. Kali ini tidak ada lagi yang Keyla tutup-tutupi. Ia menceritakan bagaimana Shaka bisa masuk ke rumah sakit sampai akhirnya Shaka menghilang begitu saja dari rumah.


Bang John yang mendengar hal itu tentu saja sangat terkejut. Ia tak menyangka Shaka akan dipukuli dan sekarang malah pergi meninggalkan Keyla.


"Aku nggak tau harus cari kemana lagi, Bang. Setauku cuma Bang John teman Shaka satu-satunya," ucap Keyla dengan lirih.


"Iya, Key. Shaka memang jarang sekali bergaul dengan orang lain. Abang juga nggak pernah lihat dia nongkrong sama teman-temannya gitu. Dia setiap hari hanya kerja lalu pulang ke rumah untuk istirahat. Abang juga sebenarnya kenal sama Shaka baru beberapa bulan belakangan ini juga, Key," kata Bang John.


"Beberapa bulan? Apa Bang John tau sebelumnya Shaka tinggal dimana atau bekerja dimana?" tanya Keyla penasaran.


Bang John menggeleng. "Untuk urusan pribadinya, Shaka memang cukup tertutup, Key."


Keyla rasanya makin penasaran saja dengan sosok suaminya itu. Ia baru kepikiran selama menikah ia bahkan tidak tau sama sekali tentang keluarga Shaka, terutama orang tuanya. Rasanya banyak sekali hal yang menjanggal di kepalanya tentang Shaka.


"Kamu sabar dulu ya, Key. Abang akan berusaha bantu kamu mencari Shaka. Kamu jangan khawatir! Abang yakin kalian pasti akan bersatu lagi," kata Bang John berusaha menghibur Keyla.


"Makasih banyak ya, Bang. Kalau ada kabar tentang Shaka, tolong secepatnya kabarin Keyla, ya."


"Pasti, Key. Abang pasti kabarin. Kamu bisa simpan nomor handphone Abang."


Keyla dan Bang John pun bertukar nomor handphone. Setelah itu Keyla dan Cindy kembali pulang tanpa membawa informasi apapun terkait keberadaan Shaka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2