Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
57. Ide dari Nicko


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Arshaka yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya tampak begitu gelisah. Dari tadi ia hanya merubah posisinya sebentar miring ke kiri sebentar miring ke kanan sambil memeluk bantal gulingnya.


Ia tengah risau memikirkan nasib istrinya. Ia merasa sangat bersalah telah meninggalkan Keyla begitu saja. Apalagi saat ini Keyla masih berada di rumah orang tuanya. Ia takut terjadi apa-apa pada istrinya itu.


Ia sudah meminta Nicko untuk langsung mengabarinya jika melihat Keyla sudah keluar dari rumah orang tuanya. Tapi sayang sampai saat ini Nicko belum menghubunginya juga. Itu artinya Keyla masih berada disana.


Arshaka pun bangun dari tidurnya. Ia tak sabar menunggu kabar dari Nicko. Ia pun mengambil handphone-nya yang ada di atas nakas lalu segera menghubungi Nicko.


"Hallo, Tuan."


"Nicko, bagaimana? Ini sudah jam berapa? Kenapa dari tadi kau belum mengabariku sama sekali tentang keberadaan istriku?" Arshaka langsung saja melempar pertanyaan bertubi-tubi pada asistennya itu.


"Maaf, Tuan. Menurut pantauan orang kita yang ada di dekat rumah orang tua Nona Keyla, dari tadi memang belum ada tanda-tanda kalau Nona Keyla meninggalkan rumah itu. Artinya Nona Keyla masih ada disana Tuan," jawab Nicko dengan jujur.


"Kenapa dia masih disana? Apa ayahnya benar-benar sakit keras?" tanya Arshaka penasaran.


"Menurut informasi yang saya dapat, memang sudah seminggu ini ayah Nona Keyla tidak datang ke perusahaannya, Tuan. Beliau dikabarkan tengah sakit dan juga perusahaannya tengah dalam masalah, Tuan."


Arshaka tampak menghela nafas dengan berat. Benarkah Keyla tak pulang karena menjaga ayahnya atau ada sesuatu yang lain? Jujur, Arshaka masih khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


"Baiklah. Terus pantau istriku. Dan beri kabar secepatnya. Aku sangat risau. Ingin sekali rasanya aku pergi kesana untuk mengecek sendiri," ucap Arshaka yang terdengar sangat khawatir.

__ADS_1


"Kenapa Tuan tidak coba bernego dengan Tuan besar saja?" tanya Nicko.


"Maksudnya?"


"Diantara Tuan dan Tuan besar kan sudah ada perjanjian jika terjadi sesuatu dengan Nona Keyla maka Tuan akan membawa Nona Keyla pulang ke rumah. Jadi, katakan saja pada Tuan besar kalau Nona Keyla sedang dalam masalah. Dengan begitu ada alasan bagi Tuan membawa Nona Keyla kembali ke rumah," jawab Nicko memberi ide pada Arshaka.


Arshaka pun mengangguk-anggukan kepalanya. Tak ada salahnya mencoba ide dari Nicko.


"Baiklah. Akan aku coba. Kalau berhasil, aku akan berikan bonus padamu," ucap Arshaka.


Setelah itu ia benar-benar pergi ke kamar orang tuanya untuk berbicara pada sang ayah. Tak peduli sudah jam berapa, ia langsung saja mengganggu ayahnya itu.


"Ini penting, Ayah."


"Penting apa? Ada rudal nyasar?" tanya ayahnya masih kesal.


"Aku serius, Ayah. Ini lebih bahaya dari rudal."


"Apa itu? Katakan cepat!"


"Keyla, istriku, dia kembali ke rumah orang tuanya."

__ADS_1


Plak!


Sang ayah memukul lengan Arshaka dengan kesal. Dia pikir ada hal besar apa sampai Arshaka mengganggu istirahatnya.


"Ayah pikir ada apa. Dia pulang ke rumah orang tuanya lalu dimana masalahnya? Kalau dia pulang ke rumah hantu baru masalah."


"Aku serius, Ayah."


"Ayah lebih serius."


"Pasti ada sesuatu yang membuat dia pulang ke rumah orang tuanya tiba-tiba. Aku khawatir dia kenapa-napa, Ayah. Feeling suami tak pernah salah," ucap Arshaka dengan sungguh-sungguh.


Ayahnya berdecih. "Cih, sok sekali bilang feeling suami! Sudahlah, besok ayah urus itu. Sekarang kembali ke kamarmu lagi. Ayah akan pastikan dia baik-baik saja."


"Ayah sudah janji kan kalau Keyla kenapa-napa, ayah akan mengijinkanku membawanya pulang ke rumah," ancam Arshaka.


"Iya, iya. Berisik sekali! Sudah sana!" usir sang ayah lalu kembali menutup pintu kamarnya.


Arshaka bersorak dalam hati. Entah ia harus senang atau bagaimana saat ini. Yang jelas ia akan mencoba idenya Nicko. Kalau sempat terjadi apa-apa pada Keyla, ia akan segera membawa istrinya itu pulang ke rumah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2