Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
46. Hendry Semakin Geram


__ADS_3

Brakkk!


Hendry menggebrak meja kerjanya dengan kuat. Ia geram karena sampai sekarang anak buahnya belum berhasil menculik Keyla. Padahal selama ini anak buahnya selalu bisa diandalkan terutama Juan. Sekarang tak satupun dari mereka bisa diandalkan.


“Kalian tidak ada yang becus! Hanya menculik satu orang wanita saja kalian tidak mampu! Apa kalian mau aku pecat semua? Hah?!” bentak Hendry dengan emosi. Anak buahnya yang berjumlah tujuh orang termasuk Juan hanya diam saja mendengar kemarahan sang bos.


“Kau, Juan! Kenapa kau bisa gagal kali ini? Biasanya kau tidak pernah gagal! Apa jangan-jangan kau sekarang tidak memihak padaku lagi?” tanya Hendry pada Juan.


“Maaf, Tuan. Malam itu kami tidak tau kalau teman Nona Keyla akan membawa bodyguard juga untuk melawan kami. Dan hari ini kami baru mendapat informasi bahwa suami Nona Keyla baru pulang dari rumah sakit setelah mereka tiba di rumahnya. Perumahan itu ramai penduduk, Tuan. Kami rasa tidak akan berhasil kalau kami menculik Nona Keyla disana,” jawab Juan.


“Lalu berapa lama lagi aku harus menunggu kalian berhasil menculiknya, hah?! Apa perlu aku sendiri yang turun tangan?”


Hendry terlihat sangat gusar. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.


“Aku kasih kalian waktu tiga hari. Hanya tiga hari. Kalau kalian tidak mendapatkan Keyla, maka aku akan turun tangan sendiri. Dan itu artinya kalian semua akan aku pecat! Mengerti kalian?!”


“Mengerti, Tuan.”


Lalu Hendry mengibaskan tangannya dengan maksud meminta anak buahnya itu meninggalkan ruangannya. Ia butuh menyendiri. Ia masih kesal pada kinerja anak buahnya yang tidak dapat diandalkan untuk menculik Keyla saat ini. Hendry belum tau saja kalau malam itu Juan yang sengaja melepaskan Keyla pergi saat Cindy datang kesana.


***

__ADS_1


Di sisi lain ada Shaka yang baru saja mendapat pesan dari asistennya, Nicko. Nicko memberitahu Shaka bahwa ada seseorang yang menanyakan keberadaan Shaka di rumah sakit. Untungnya Shaka dan Keyla sudah lebih dulu sampai di rumah sebelum orang tersebut berhasil mencari informasi tentang mereka.


Shaka kembali dilanda kebimbangan. Hendry masih belum menyerah. Shaka semakin khawatir dengan keselamatan Keyla. Dia takut Keyla akan diculik oleh Hendry yang terobsesi menjadikannya sebagai seorang istri.


Shaka menoleh ke arah Keyla yang masih tidur tepat di sampingnya. Keyla tidur sangat lelap sekali. Ia pasti sangat kelelahan karena berapa hari ini kurang istirahat saat menjaga Shaka di rumah sakit.


Tangan Shaka terulur menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya. Ia semakin tak rela meninggalkan Keyla. Ia tak bisa hidup tanpa Keyla di sampingnya. Gadis di sampingnya ini selalu mengisi hari-harinya dengan keceriaan.


Tiba-tiba Shaka teringat lagi bagaimana tingkah konyol Keyla saat menjebaknya di kamar kos tempat ia tinggal dulu. Gadis ini melakukan sesuatu sesuka hatinya saja. Lalu Shaka teringat lagi saat Keyla belajar memasak dengannya. Saat itu Keyla menghidupkan kompor pun tidak tau. Tapi lihatlah sekarang! Keyla sudah bisa memasak dengan baik.


Shaka tersenyum mengingat semua kenangan indahnya dengan Keyla. Ia ingin membuat setiap kebersamaan mereka menjadi kenangan yang tak terlupakan.


Tiba-tiba Shaka memikirkan sesuatu. Ia mengambil handphone-nya lalu mengambil gambar Keyla yang sedang tertidur pulas itu.


Shaka menghela nafas dengan berat. Sepertinya ia akan membujuk ayahnya terlebih dahulu agar ia diperbolehkan membawa Keyla ikut pulang ke rumah bersamanya. Ia berharap semoga ayahnya menyetujui permintaannya itu nanti.


Tak lama Keyla tampak menggeliat. Sepertinya ia mulai terbangun.


"Shaka, kamu udah bangun?" tanya Keyla dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Iya. Aku baru aja bangun. Kamu tidur aja lagi kalau masih ngantuk," jawab Shaka sambil mengusap-usap pipi istrinya yang halus itu.

__ADS_1


Keyla tersenyum dengan mata yang masih belum terbuka sempurna.


"Shaka..."


"Hm? Kenapa?"


"Kamu tau nggak, aku seneng banget pas aku buka mata ada kamu di depan aku," ucap Keyla yang membuat Shaka mendadak bersedih. Ia tak dapat membayangkan jika suatu saat ia pergi dan Keyla tak melihatnya lagi, bagaimana keadaan Keyla nanti?


"Kok melamun?" tanya Keyla yang melihat Shaka hanya diam saja.


"Oh, nggak. Nggak kenapa-napa," kilah Shaka.


Ia mencium kening istrinya itu lalu memeluk Keyla dengan erat.


"Key, aku harap kamu bisa terus seperti ini ya. Terus jadi Keyla yang kuat dan mandiri," ucap Shaka pada Keyla.


Keyla yang tak mengerti apa maksud Shaka hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.


"Kamu seneng ya lihat aku udah bisa mandiri gini?" tanya Keyla sambil mendongakkan kepalanya menghadap Shaka.


Shaka mengangguk. "Tentu aku senang."

__ADS_1


Keyla pun tersenyum lalu masuk ke dalam pelukan Shaka. Keyla merasa bahagia suaminya senang dengan perubahannya. Sementara Shaka sendiri masih memikirkan pesan yang dikirim Nicko padanya tadi.


__ADS_2