Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
54. Ibu Tiri Keyla Berkunjung Ke Rumah


__ADS_3

Pagi-pagi sekali tepat di depan rumah Keyla sudah terparkir sebuah mobil mengkilap berwarna putih. Dari mobil itu, turunlah seorang wanita paruh baya dengan tas branded di tangannya. Wanita itu adalah Monica, ibu tiri Keyla. Hari itu ia sengaja datang untuk bertemu Keyla karena ada hal penting yang ingin ia sampaikan pada Keyla.


Tok tok tok.


Keyla yang sedang menyisir rambut di depan cermin untuk bersiap-siap berangkat kerja, menghentikan aktivitasnya. Ia mendengar suara ketukan pintu dari luar.


"Siapa yang datang pagi-pagi begini? Apa Cindy sudah datang? Kenapa datangnya cepat sekali?" tanya Keyla kebingungan lalu meletakkan sisirnya di atas kasur kemudian pergi ke depan untuk melihat siapa yang datang.


Keyla pun segera membukakan pintu tanpa memeriksa terlebih dahulu siapa yang datang ke rumahnya. Saat ia membuka pintu, ia terkejut melihat sang ibu sudah berada tepat di depannya.


"Mama? Mama tau dari mana Keyla tinggal disini?" tanya Keyla yang masih terkejut.


"Kamu sudah lupa cara sopan santun sama orang tua sampai kamu tidak mengijinkan Mama masuk ke dalam rumah?" sindir Monica yang merasa tak dihargai oleh Keyla.


"Maaf, Ma. Keyla nggak bermaksud begitu. Ayo masuk, Ma," ajak Keyla pada ibu tirinya itu.


Monica pun masuk ke dalam sambil melihat-lihat isi rumah Keyla. Tentu saja di rumah itu tidak ada perabotan mewah seperti di rumah mereka. Bagaimana mau banyak perabotan mewah, rumah itu saja terasa sangat sempit bagi Monica, apalagi kalau ditambah dengan banyak barang. Jangankan perabotan mewah, TV saja tidak ada.


"Jadi, kamu rela meninggalkan rumah demi menempati rumah sekecil ini, Key?" sindirnya sambil duduk di atas sofa.


"Ma, rumahnya memang kecil, tapi hati Keyla merasa lapang dan nyaman tinggal disini," jawab Keyla dengan jujur.


"Sekarang kamu bisa bilang begitu, tapi lihat saja nanti. Kamu tidak akan betah tinggal di rumah sesempit ini," ujar Monica yang membuat Keyla menghela nafas dengan berat.


"Udah ya, Ma. Ini masih pagi. Key nggak mau berdebat. Oh ya, jadi dari mana Mama bisa tau Key tinggal disini?" tanya Keyla mengalihkan perdebatan mereka.


"Dari Hendry," jawab Monica dengan jujur.


"Mama masih sering berkomunikasi dengan dia? Masih berharap Keyla akan menikah dengan dia? Iya, Ma?" tanya Keyla bertubi-tubi.


"Dia pilihan terbaik buat kamu!" ucap Monica.


"Tapi Key sudah bersuami, Ma. Key udah nikah. Tolong Mama hentikan perjodohan kami! Sampai kapanpun Key nggak akan mau nikah sama pria yang suka main perempuan seperti Hendry. Key nggak sudi, Ma!" tolak Keyla mentah-mentah.

__ADS_1


Monica langsung berdiri dari duduknya. Ia kesal mendengar penolakan Keyla.


"Apa kamu tau? Papa kamu sekarang sedang jatuh sakit karena memikirkan perusahaannya yang nyaris bangkrut! Tidak ada proyek baru lagi di perusahaan Papamu. Papamu sampai sakit-sakitan gara-gara itu. Dan sebenarnya Mama kesini cuma mau kasih tau kamu soal itu," ketus Monica.


Keyla sangat terkejut bercampur sedih mendengar ayahnya sedang sakit. Ia pun ikut berdiri dan mendekat ke ibunya itu.


"Papa sakit apa, Ma? Apa Papa udah lama sakit? Kenapa Keyla nggak dikasih tau?" tanya Keyla dengan cemas.


"Kamu pikir aja sendiri bagaimana cara Mama ngabarin kamu kalau kamu ganti nomor hp! Kami juga tidak tau kamu tinggal dimana setelah menikah dengan kurir itu," jawab Monica masih dengan kata-kata pedasnya.


"Key minta maaf, Ma. Jadi, apa Papa dirawat di rumah? Atau di rumah sakit? Papa sakit apa, Ma?" tanya Keyla lagi.


"Papamu dirawat di rumah. Kalau mau tau Papamu sakit apa, datang saja sendiri ke rumah! Masih ingat jalan pulang kan?" sindir Monica.


Keyla terdiam. Rasanya berat ingin kembali lagi ke rumahnya, apalagi saat ini Shaka sedang tak ada. Tapi ia juga sangat khawatir pada ayahnya.


"Nanti Key akan pulang, Ma," jawab Keyla dengan pelan.


"Baguslah. Kalau masih ingat jasa orang tua, pulang dan temui Papamu. Mama pulang dulu," kata Monica lalu pergi meninggalkan Keyla begitu saja.


Kehidupan seperti apa yang Keyla jalani sekarang? Apa dia mau nanti seperti ibu-ibu itu? Kemana-mana pakai daster begitu. Hahhh, semoga Keyla cepat sadar dan segera kembali ke rumah. Umpat Monica dalam hati lalu masuk ke mobil dan meninggalkan tempat itu.


***


Sementara itu di sebuah perusahaan di kota lain, pria yang sedang dicari Keyla hari ini resmi menggantikan sang ayah mengelola perusahaan. Ia adalah Arshaka Mahendra. Putra tunggal dari Arif Mahendra dan Juwita.


Arshaka atau yang kerap dipanggil Arsha oleh keluarganya itu sudah lama sebenarnya diminta sang ayah untuk melanjutkan perusahaan keluarganya. Tapi ia terus menolak karena merasa tidak tertarik sama sekali dengan dunia bisnis. Padahal selama ini ia juga ikut terjun membantu ayahnya, hanya saja ia tak mau terikat selamanya dalam dunia bisnis yang menurutnya membosankan.


Arshaka lebih menyukai dunia otomotif. Dulunya ia sangat suka sekali berganti-ganti mobil yang harganya terbilang fantastis. Awalnya sang ayah setuju jika Arshaka memang ingin menekuni dunia otomotif dan melebarkan bisnis mereka di bidang itu. Tapi sayang, Arshaka menolaknya. Ia bukan hendak berbisnis, melainkan menjadi seorang pembalap mobil. Tentu saja keinginannya itu ditentang keras oleh sang ayah. Selain itu, dulu Arshaka memang terbilang sangat boros dan sering menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk memodifikasi mobil atau membeli mobil baru. Itulah sebabnya mengapa sang ayah memutuskan harus bertindak tegas pada anaknya. Hingga pada akhirnya Arshaka pergi dari rumah dan memulai hidup barunya sebagai seorang kurir.


Orang yang pertama kali membantu Arshaka untuk mendapat pekerjaan adalah Bang John. Seseorang yang tak sengaja ia tolong saat motor milik Bang John rusak di tengah jalan. Dari situlah mereka saling kenal sampai akhirnya Arshaka ditawari bekerja sebagai kurir pengantar barang oleh Bang John.


Tok tok tok.

__ADS_1


Pintu ruang kerja Arshaka diketuk. Kemudian masuklah Nicko dengan beberapa berkas di tangannya.


"Welcome back, Tuan Arshaka Mahendra," ucap Nicko sambil tersenyum.


"Jangan banyak basa-basi! Ada apa kau kemari?" tanya Arshaka yang malas meladeni tingkah asistennya itu.


Nicko pun memberikan beberapa berkas pada Arshaka. Ia meletakkannya di atas meja kerja itu.


"Itu ada beberapa dokumen yang harus Tuan tanda tangani. Ada juga beberapa bahan untuk meeting hari ini, Tuan. Soft copy nya sudah saya kirim lewat email," jawab Nicko.


"Aku baru satu hari bekerja, kau sudah memberi pekerjaan sebanyak ini," keluh Arshaka. Tapi tangannya tetap mengambil dokumen disana dan membacanya.


"Kenapa masih disini? Apa ada hal lain?" tanya Arshaka yang melihat Nicko tak bergerak di tempatnya.


"Sebenarnya ada, Tuan. Ini masalah Nona Keyla, bukan soal perusahaan," ucap Nicko.


"Katakan padaku ada apa?!" tanya Arshaka yang langsung serius saat mendengar nama istrinya disebut.


"Tadi pagi saya mendapat laporan kalau ibu dari Nona Keyla datang ke rumah menemui Nona Keyla. Tapi tidak tau apa yang mereka bicarakan. Beliau hanya datang sebentar lalu pulang sendiri tanpa Nona Keyla," jawab Nicko sesuai informasi yang ia dapat.


"Tumben sekali wanita itu mencari Keyla. Pasti ada sesuatu yang dia inginkan. Lagipula darimana dia tau Keyla tinggal disana?"


"Itu juga saya kurang tau, Tuan. Tapi saya akan terus mengawasi Nona Keyla."


"Ya. Awasi terus istriku! Jangan sampai dia kenapa-napa! Aku yakin, ini pasti ada kaitannya dengan Hendry. Ibunya Keyla pasti tau alamat rumah itu dari Hendry."


"Ibunya Nona Keyla berarti mertua Tuan kan?" tanya Nicko tiba-tiba.


"Jangan ikut campur!" ketus Arshaka. "Sudah sana kembali ke ruanganmu! Jangan lupa awasi Keyla terus."


"Baik, Tuan," sahut Nicko sambil mengulum tawanya. Lalu ia pun keluar dari ruangan itu.


Arshaka menyandarkan punggungnya lalu melihat kembali foto Keyla di handphone-nya. Ia yakin, pasti ibu tiri Keyla dan Hendry memiliki rencana untuk membawa Keyla kembali ke rumahnya.

__ADS_1


"Sabar ya, Key. Sebentar lagi, aku pasti akan menjumputmu."


Bersambung...


__ADS_2