Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
41. Rumah Sakit


__ADS_3

Shaka tiba di rumah sakit dan langsung mendapat perawatan yang intensif. Syukurnya tidak ada luka yang begitu parah pada organ vital Shaka. Tapi tetap saja ia butuh perawatan selama beberapa hari di rumah sakit.


“Shaka, yang kuat, ya. Aku tau kamu kuat. Kamu pasti sebentar lagi sembuh,” ucap Keyla yang sedang duduk di kursi samping ranjang rumah sakit tempat Shaka berbaring.


Shaka saat ini sedang tidak sadarkan diri karena pengaruh dari obat bius. Keyla duduk di sampingnya sambil menggenggam erat tangan suaminya itu. Disana juga ada Cindy yang berdiri di belakang Keyla menemani sahabatnya itu.


“Kamu janji kan mau lindungin aku dari Hendry. Makanya kamu cepat sembuh ya, Shaka. Aku akan selalu temenin kamu disini,” ucap Keyla lagi. Kali ini suaranya sudah bergetar menahan tangis. Matanya saat ini padahal sudah sembab karena terlalu banyak menangis, sekarang ia malah mulai menangis lagi.


Keyla mencium lembut tangan Shaka yang digenggamnya cukup lama seolah memberi kehangatan pada Shaka dan memberitahu Shaka bahwa dirinya ada disana menemani suaminya itu.


Cindy dari belakang memegang kedua bahu Keyla lalu mengusap-usapnya. Ia pun ikut sedih melihat keadaan Shaka seperti ini.


“Key, yang sabar, ya. Aku yakin Shaka pasti sebentar lagi sembuh kok. Kamu jangan khawatir, ya. Aku akan selalu ada buat kalian,” ucap Cindy berusaha menenangkan sahabatnya itu.


Keyla pun menoleh ke arah Cindy lalu mengangguk. “Makasih banget ya, Cin. Aku nggak tau mau balas jasa kamu gimana. Yang jelas aku merasa beruntung punya sahabat yang baik kayak kamu,” ujar Keyla dengan tulus.


Cindy pun membungkuk memeluk Keyla. Mereka berdua malah menangis bersama, sama-sama berbagi kesedihan dan juga kekuatan. Cindy memang sahabat terbaik Keyla dari sejak mereka masih sekolah sampai sekarang. Jika ada yang sedang memiliki masalah, maka mereka akan bersama-sama menyelesaikannya. Bagi Keyla yang anak semata wayang, Cindy bahkan sudah seperti saudara kandungnya sendiri, begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


“Nggak usah bilang makasih terus, Key. Kita kan sahabat. Apapun masalah kamu, itu juga masalah aku,” kata Cindy seraya melerai pelukan mereka.


“Cindy, aku jadi merasa bersalah sama Shaka," kata Keyla tiba-tiba.


“Bersalah kenapa?”


Keyla bangun dari duduknya dan mengajak Cindy untuk pindah duduk ke sofa yang ada disana agar mereka lebih leluasa bicara dan tidak mengganggu istirahat Shaka.


“Bersalah gimana maksud kamu, Key?” ulang Cindy.


“Aku merasa bersalah karena dari awal udah menjebak Shaka dengan pernikahan kami. Trus dia juga harus nanggung hidup aku selama ini. Dan sekarang...kamu lihat aja sendiri, aku malah bikin dia masuk rumah sakit,” jawab Keyla yang merasa tak enak hati. Ia kembali melihat ke arah Shaka yang masih terbaring tak sadarkan diri. Ada rasa bersalah yang menjalar di hatinya saat ini.


“Tapi tetap aja ini semua karena aku. Kalau Shaka nggak pernah kenal sama aku, mungkin dia nggak akan pernah dipukulin sampai parah begini,” tambah Keyla lagi yang merasa bersalah pada Shaka.


“Trus, maksud kamu, kamu mau menyerah gitu aja lalu kamu ninggalin Shaka dan menikah sama Hendry? Cuma segini cinta kamu buat Shaka, Key?” tanya Cindy dengan serius.


“Nggak, Cin. Aku cinta banget sama Shaka. Aku nggak mau pisah sama dia. Tapi di satu sisi aku nggak mau dia menderita kayak gini karena aku yakin Hendry nggak akan menyerah setelah ini.” Keyla tau betul bagaimana sifat Hendry dan kini ia bingung dengan apa yang dihadapinya sekarang.

__ADS_1


“Key, aku paham kondisi kamu sekarang. Kamu pasti nggak tega lihat Shaka begini. Tapi percaya sama aku, Key. Kalian pasti bisa melewati semua ini. Aku juga akan bantu sebisa aku. Aku akan coba bicara dengan Juan soal ini.”


“Juan? Kamu...dekat sama Juan sekarang? Bahkan tadi kamu tampar dia dua kali tapi dia malah diam aja. Kamu...nggak mengkhianati Adit kan, Cin?” tanya Keyla dengan tatapan curiga.


“Ya nggak lah!” bantah Cindy dengan cepat. “Dia itu orang kepercayaan Hendry. Ke depannya Hendry pasti minta Juan untuk melakukan hal yang sama. Kita bisa tau apa rencana Hendry nanti dari Juan,” imbuh Cindy.


“Juan itu setia sama Hendry. Kamu yakin dia mau bongkar rencana bosnya sendiri? Ya...tapi nggak tau juga sih, kalau dia....”


“Dia apa?”


“Dia ada rasa sama kamu.”


“Sembarangan ih!”


“Lah, buktinya dia diem aja kamu tampar dua kali?”


“Ya paling dia nggak tega mau balas tampar aku,” kilah Cindy.

__ADS_1


Keyla hanya mencibirkan bibirnya mendengar jawaban Cindy. Tapi ia tak percaya dengan apa yang Cindy katakan. Keyla merasa pasti ada sesuatu antara Juan dan sahabatnya ini.


Bersambung...


__ADS_2