Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
31. Menemui Keyla


__ADS_3

Cindy berdiri di dekat jendela ruangannya yang berada di lantai 3. Dari sana ia melihat ke bawah, ada mobil Juan terparkir tak jauh dari depan kantornya. Sepertinya Juan masih belum menyerah juga.


Selama ini Cindy tau bahwa Juan terus mengikuti kemana ia pergi. Untuk itu Cindy belum pernah bertemu dengan Keyla lagi. Mereka hanya berkomunikasi lewat handphone saja. Pernah suatu hari Cindy menangkap basah Juan yang tengah mengekorinya saat dia makan bersama teman kantornya di sebuah restoran. Tapi yang anehnya saat Cindy ingin menghampirinya, Juan justru segera menjauh dan lari masuk ke mobilnya.


Pria aneh! Dia yang mengikutinya, malah dia takut padaku saat aku mendekatinya! Gerutu Cindy saat itu.


Kali ini Cindy sudah memiliki cara sendiri agar bisa mengelabui Juan. Dia akan pergi keluar saat makan siang dengan menumpang mobil temannya.


Ternyata rencana Cindy berhasil. Juan masih setia menunggu di depan kantor Cindy sementara Cindy saat ini sudah berada di kantor tempat Keyla bekerja.


“Jadi dia masih mengikutimu?” tanya Keyla yang saat ini sedang makan bersama Cindy. Mereka tak makan di luar tapi di kantor Keyla.


“Masih. Mobilnya aja masih ada di depan kantorku tadi,” jawab Cindy.


“Berarti benar apa yang aku pikirkan. Mama masih bersikeras menjodohkan aku sama Hendry. Padahal mama udah tau aku udah nikah sama Shaka,” gerutu Keyla.


“Makanya kamu harus hati-hati, Key. Jangan sampai kamu ketangkep sama mereka. Kalau perlu minta suami kamu anter jemput terus,” saran Cindy.


“Kalau pas berangkat kerja, Shaka selalu nganterin aku sekarang. Tapi kalau pulangnya belum tentu bisa. Soalnya dia kadang pulang malem. Maklum, namanya juga kurir. Kalau lagi banyak paket yang mau diantar, kadang bisa pulang sampai malam,” terang Keyla.


“Iya juga, sih. Aku juga nggak bisa anterin kamu pulang, Key. Tau sendiri si Juan terus ngekorin aku. Yang anehnya, pas dia ketahuan lagi ngikutin aku trus aku samperin balik, eh dia malah lari masuk ke mobilnya.”

__ADS_1


“Masa sih?”


“Iya, beneran. Dia takut kali aku cium lagi,” kata Cindy keceplosan.


“Apa? Kamu pernah cium dia? Gila kamu, Cin. Adit mau kamu kemanain?” Keyla cukup terkejut mendengar pengakuan Cindy barusan. Padahal Cindy sendiri sudah memiliki kekasih saat ini yang bernama Adit.


“Cium pipi doang, Key. Dia pernah bantuin aku ganti ban mobil pas mobil aku mogok. Trus ya udah, aku cium aja dikit,” jawab Cindy sambil terkekeh.


“Trus dia nya gimana kamu cium gitu?” tanya Keyla penasaran.


“Diem doang sambil pegang pipinya. Hahaha, lucu banget ekspresi dia waktu itu. Kayak kaget gitu. Apa dia nggak pernah ciuman kali ya sebelumnya?”


“Ah, masa sih dia nggak pernah? Bos nya aja si Hendry play-boy cap kucing! Kucing ga-rong pula!” ledek Keyla yang membuat Cindy tergelak.


Keyla mengangguk tapi wajahnya tiba-tiba mendadak lesu. Pasalnya sampai sejauh ini pernikahan mereka belum ada kemajuan yang berarti. Haruskah ia melakukan hal konyol seperti dulu lagi saat ia menggoda Shaka?


***


Sementara itu Juan yang menunggu di depan kantor Cindy merasa curiga. Pasalnya mobil Cindy tak terlihat keluar dari kantornya pada jam makan siang. Padahal hari-hari sebelumnya Cindy selalu makan di luar.


Akhirnya Juan memutuskan untuk menghampiri pos security yang ada disana.

__ADS_1


“Permisi, Pak. Saya mau tanya apa Nona Cindy Anastasya ada di dalam? Kalau ada, saya ingin bertemu dengannya,” kata Juan pada salah satu security disana.


“Oh, Mba Cindy, ya? Maaf, tapi Mas ini siapanya, ya? Dan ada perlu apa dengan Mba Cindy?” tanya security itu.


“Hmmm...saya pacarnya,” bohong Juan. “Kemarin kita sempat bertengkar, jadi saya kesini mau mengajaknya makan siang. Biar dia tidak ngambek lagi,” tambah Juan agar security itu yakin.


“Oh, Mas ini pacar barunya, ya? Wah, Mba Cindy sekarang lagi keluar makan siang, Mas,” jawab Security itu yang membuat Juan mengernyitkan dahinya.


Makan siang? Kapan dia keluar? Aku tidak melihat mobilnya keluar. Trus apa itu tadi? Pacar baru Cindy? Berarti saat ini Cindy sudah punya pacar? Dasar! Semua wanita sama saja. Sudah punya pacar tapi masih kecentilan menciumku saat itu. Maki Juan dalam hati.


“Maaf Pak, kapan Cindy keluar dari kantor ini, ya? Apa sudah lama?” tanya Juan lagi.


“Sudah hampir setengah jam yang lalu kayaknya, Mas. Tadi Mba Cindy memang pergi dengan mobil temannya bukan naik mobil sendiri seperti biasa.”


Juan pun mengangguk. Dia mengerti, Cindy pasti sedang mengelabuinya.


“Baik, Pak. Terimakasih informasinya.”


“Sama-sama, Mas.”


Juan kembali ke dalam mobilnya dengan kesal. Cindy berhasil mengelabuinya kali ini. Tapi kemudian Juan menarik senyum smirknya. Di kepalanya sudah tersimpan ide untuk melawan cara licik Cindy.

__ADS_1


Bersambung.....


 


__ADS_2