Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
75. Hari Bahagia


__ADS_3

Hari yang dinanti-nantikan pun tiba. Akhirnya Arshaka bisa mengumumkan kepada banyak orang kalau dirinya sudah resmi menikah dengan seorang gadis cantik yang sangat dicintainya, yaitu Keyla.


Ruang ballroom tempat resepsi digelar disulap sangat cantik dan indah dengan hiasan yang penuh bunga dan lampu-lampu kristal yang tampak mewah. Arshaka dan Keyla sudah duduk di pelaminan dengan mengenakan pakaian pengantin bak putri dan raja. Keyla terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih yang berhiaskan swarovski di bagian dada dan Arshaka tampak sangat gagah dan tampan dengan setelan jas pengantinnya.


"Kamu cantik banget, Key," puji Arshaka sambil menggenggam tangan sang istri.


"Terimakasih, Shaka. Kamu juga tampan banget hari ini," balas Keyla.


"Hari ini aja tampannya? Kemaren-kemaren nggak ya?" goda Arshaka yang membuat Keyla terkekeh.


"Kamu tampan setiap hari, Sayang," jawab Keyla dengan lembut.


Arshaka pun mengecup punggung tangan Keyla yang digenggamnya. "Kamu jangan godain aku sekarang, Key. Acaranya masih lama," ucap Arshaka lalu mengedipkan sebelah matanya.


Keyla tak membalas lagi. Ia hanya tersenyum malu-malu mendengar ucapan suaminya itu.


Para tamu yang datang silih berganti mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin itu. Arshaka juga sesekali memperkenalkan Keyla pada beberapa teman dekatnya yang hadir saat acara berlangsung.


Raut wajah bahagia terlukis pada keluarga mereka berdua. Para tamu yang datang pun ikut berbahagia menyaksikan kebahagiaan kedua mempelai. Tapi di sudut lain, ada pria yang patah hati melihat Keyla tersenyum bahagia saat bertanding dengan Arshaka.


Pria itu tak lain adalah Hendry yang menyamar sebagai pelayan disana. Karena ruangan itu terlalu ramai dipenuhi oleh tamu yang hadir, kehadiran Hendry tidak disadari oleh pihak Arshaka maupun Keyla.


"Key, seharusnya aku yang sekarang berada di samping kamu, Key. Kenapa kamu terlihat bahagia sekali menikah dengan kurir itu? Aku rasa aku lebih tampan dari dia," gumam Hendry sambil memeluk nampan kosong di tangannya.


Hendry terus berdiri dari jarak yang cukup jauh sambil memandang ke arah Keyla. Ia tahan menyelinap masuk hanya demi melihat langsung gadis yang disukainya itu meski Juan sudah beberapa kali mencegahnya.


Saat sedang berdiri tiba-tiba ada seorang gadis membawa minuman di tangannya tak sengaja menabraknya. Tapi bukannya minta maaf, gadis itu malah sewot memarahi Hendry.


"Hei, pelayan! Kau membuat gaunku kotor!" hardik gadis itu.


Hendry melotot menatap gadis itu. Cantik sih, tapi menyebalkan. Dia yang menabrak Hendry tapi dia yang memarahi Hendry.


"Hei, Nona. Kamu yang menabrakku. Enak saja kamu marah-marah padaku," balas Hendry tak kalah ketus.


"Hei, kamu ini cuma pelayan tapi berani memarahiku! Kamu mau dipecat? Dasar tidak becus bekerja!"

__ADS_1


Hendry sangat geram dimaki seperti itu. Tapi dia harus menahan diri meski rasanya ingin sekali ia membungkam bibir gadis di depannya ini dan memberitahu siapa dirinya sebenarnya.


"Baiklah, saya yang salah. Saya minta maaf, Nona cantik," ucap Hendry dengan nada suara yang rendah.


"Cih, dasar gombal! Aku sudah tau aku cantik," ketus gadis itu.


Hendry menghela nafas dengan berat. Gadis ini sungguh menyebalkan sekali.


"Silvy, ada apa? Sudah jangan ribut disini. Ayo kita pergi," ajak seorang gadis lain yang menghampiri Silvy.


"Ayo kita pergi. Melihat wajah pelayan ini membuatku kesal," seloroh Silvy lalu pergi begitu saja.


"Maaf ya, Mas. Teman saya sedang sensitif. Soalnya ini pernikahan pria yang disukainya. Mungkin dia masih belum move-on. Makanya dia sewot terus dari tadi."


Oh, jadi gadis tadi suka dengan kurir itu? Cih, banyak sekali wanita menyukai kurir itu! Apa bagusnya dia dibandingkan aku? Umpat Hendry dalam hati.


Karena melihat Hendry hanya diam saja, teman Silvy tadi pun meninggalkannya begitu saja.


***


"Ck, sebenarnya kamu kemana sih, Dit? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang begini?" keluh Cindy sambil menatap layar handphone-nya sambil bersandar di dinding.


Cindy tak sadar, dari kejauhan ada Juan yang memperhatikan gerak-geriknya. Juan yang ditugaskan Hendry berjaga di luar tak sengaja melihat Cindy keluar dari ruang resepsi. Ia terus melihat Cindy yang tampak sedang gelisah. Ingin rasanya ia menghampiri gadis itu, tapi hatinya menolak mengingat Cindy sudah memiliki kekasih.


***


Acara resepsi pernikahan Arshaka dan Keyla pun berjalan dengan lancar. Acara berakhir jam 7 malam saja karena Arshaka tak ingin istrinya kelelahan menyalami tamu yang datang dari siang.


Mereka tak pulang ke rumah melainkan menginap di hotel tersebut. Begitu juga dengan keluarga mereka serta Cindy dan Bang John beserta keluarga.


Saat ini Arshaka yang sudah lebih dulu membersihkan diri sedang duduk di atas tempat tidur sambil memainkan handphone-nya. Ada beberapa pesan ucapan selamat pernikahan yang masuk ke handphone-nya yang langsung ia balas. Hari itu rasanya ia sangat bahagia sekali karena pernikahannya dan Keyla sudah diketahui banyak orang.


Tak lama terdengar suara kamar mandi dibuka. Keyla keluar dengan malu-malu karena memakai baju tidur berbahan satin yang cukup terbuka. Melihat istrinya sudah secantik itu, Arshaka langsung menyimpan handphone-nya.


"Sini, Sayang," panggil Arshaka sambil menepuk pahanya.

__ADS_1


Keyla berjalan mendekat ke arah sang suami. Dengan malu-malu ia duduk menyamping di pangkuan sang suami. Arshaka pun memeluk pinggang ramping istrinya.


"Kamu...wangi sekali," puji Arshaka mencium pundak sang istri yang tak dilapisi apa-apa.


"Kan baru mandi, makanya wangi," jawab Keyla.


"Iya juga, sih. Tapi ini wanginya kok lain, ya?"


"Lain kenapa?" tanya Keyla menatap suaminya dengan bingung.


Arshaka pun berbisik ke telinga Keyla. "Wanginya sangat menggoda."


Blushhhh.


Wajah Keyla mendadak merona merah. Ia menggigit bibirnya bawahnya menahan rasa malu yang teramat sangat. Jantungnya terasa bergetar hebat di dalam dada.


"Sayang...aku...boleh melakukannya sekarang?" tanya Arshaka dengan lembut tepat di telinga sang istri lalu menggigit kecil telinga itu.


Keyla tak mampu bicara lagi. Ia hanya mengangguk dengan pelan menyetujui permintaan sang suami.


Senyum Arshaka pun mengembang sempurna. Ia meraih dagu sang istri lalu mengecup bibir merah muda yang sudah lama ia rindukan. Keyla pun tak tinggal diam. Ia membalas tiap kecupan yang diberikan suaminya.


Dengan penuh cinta mereka pun melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai sepasang suami istri. Tak cukup sekali, Arshaka bahkan mengulanginya lagi. Arshaka mencium kening sang istri agak lama setelah selesai melakukan kewajibannya. Wajah sayu Keyla membuat gadis itu tampak jauh lebih cantik di mata Arshaka.


"Aku mencintaimu, Keyla. Terimakasih sudah menjaga milikmu hanya untukku," ucap Arshaka dengan sungguh-sungguh.


"Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu, Abang Kurirku," balas Keyla yang membuat keduanya jadi tertawa.


Mereka terlihat sangat bahagia. Ya, sangat bahagia setelah banyak cobaan yang telah berhasil mereka lalui bersama.


.


Bersambung...


.

__ADS_1


Hai semua, jangan lupa like, comment, vote dan gift ya. Masih ada giveaway yang menanti kalian 😘 Terimakasih 🤗


__ADS_2