
Setelah Keyla mengobati jarinya yang terluka, ia segera menelepon Shaka. Ia khawatir terjadi apa-apa dengan suaminya itu.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan hubungi beberapa saat lagi.”
Keyla melihat layar handphone-nya. Beberapa kali ia menghubungi Shaka tapi tidak aktif juga.
“Shaka kemana, ya? Tumben handphone-nya tidak aktif,” gumam Keyla dengan perasaan cemas.
Tiba-tiba salah satu rekan kerjanya datang ke ruangannya.
“Key, kamu dipanggil bos. Katanya mau bicarain soal tiket study tour untuk pelajar,” kata rekan kerjanya itu.
“Oh, oke, oke. Aku ke ruangan bos sekarang,” sahut Keyla.
Ia meletakkan handphone-nya di atas meja lalu pergi ke ruangan bosnya. Pekerjaan di kantornya memang sedang banyak. Keyla dipercaya menangani beberapa urusan tiket untuk study tour beberapa sekolah dan perusahaan. Hal itu membuat Keyla cukup sibuk sehingga lupa kalau tadi ia belum sempat berbicara dengan Shaka di telepon.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Keyla dengan hati yang gembira segera bersiap-siap karena akan dijemput Cindy. Sebelum pulang ke rumahnya ia meminta Cindy untuk mengantarnya ke mall terlebih dahulu. Ia ingin membeli kue ulang tahun terlebih dahulu untuk Shaka dan juga sesuatu untuk suaminya itu.
“Cindy, kita ke toko kue dulu ya, untuk pesan kuenya,” kata Keyla saat mereka baru sampai di sebuah mall.
“Sip. Kemana aja aku temenin,” ucap Cindy.
“Kamu memang sahabat aku yang paling baik deh!” seru Keyla.
“Trus kamu nggak beli apa-apa buat Shaka? Hadiah atau apa gitu?” tanya Cindy.
“Beli dong. Nanti kita ke toko pakaian dalam wanita, ya,” bisik Keyla sambil terkekeh.
__ADS_1
“Ha? Kamu mau beli hadiah buat Shaka apa buat kamu sendiri?” tanya Cindy keheranan.
Keyla pun mendekat ke Cindy lalu membisikkan sesuatu dengan pelan sehingga membuat Cindy melebarkan matanya saat mendengar perkataan Keyla.
“Serius, Key? Shaka minta itu?” tanya Cindy terkejut.
Keyla pun mengangguk malu-malu.
“Ya ampun, enak banget kamu Key! Ah, aku kan jadi pengen,” ucap Cindy dengan wajah irinya.
“Hush! Nikah dulu makanya sana sama Adit!” ujar Keyla.
“Hahhh, si Adit lagi sibuk terus dengan kerjaannya. Malah belakangan ini keluar kota terus dia,” keluh Cindy.
“Nggak apa-apa. Dia kan lagi cari modal buat halalin pacarnya yang cantik ini. Biar cepet gituan kayak aku sama Shaka nanti malam,” ucap Keyla sambil terkekeh.
“Amiiin. Mudah-mudahan dia nggak selingkuh di luar kota. Kalo sampai dia berani selingkuh di belakang aku, aku tinggalin langsung deh laki-laki kayak gitu!”
“Iya juga, sih,” sahut Cindy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Lalu mereka pun masuk ke toko kue dan memesan kue untuk Shaka. Setelah itu mereka pergi ke toko pakaian wanita untuk membeli sesuatu yang akan dipakai Keyla nanti malam. Keyla teringat akan permintaan Shaka padanya dulu di hari ulang tahunnya. Karena itu, malam nanti dia akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk suaminya itu.
***
Sekitar jam 7 malam, Keyla sudah tiba di rumahnya, sementara Cindy langsung pulang ke rumah karena tak ingin mengganggu kemesraan sahabatnya itu dengan Shaka.
Sesampainya disana Keyla mendapati lampu depan teras saja yang menyala, sementara lampu dalam rumahnya terlihat gelap. Keyla sempat tak enak hati, tapi ia tak mau berpikir macam-macam dulu. Ia pun mengambil kunci dari dalam tasnya dan membuka pintu rumah.
__ADS_1
Ceklek.
Pintu rumah Keyla buka dengan perlahan. Ia pun masuk lalu menyalakan lampu tengah kemudian menutup kembali pintu itu.
Rumahnya terlihat sangat sepi tak berpenghuni. Kecemasan pun mulai menyelimuti dirinya. Kemana perginya Shaka? Kenapa rumah terasa sepi sekali?
Keyla meletakkan barang bawaannya di atas meja lalu masuk ke dalam kamar depan mencari Shaka.
Klik.
Keyla menyalakan lampu kamar dan tak mendapati Shaka ada disana.
“Kok nggak ada? Shaka kemana?”
"Shaka.... Shaka....." Keyla memanggil suaminya itu dengan cemas.
Keyla mulai panik. Ia pergi lagi ke kamar sebelah mencari Shaka. Shaka juga tak ada disana.
"Kok nggak ada juga?"
Keyla berlari ke belakang. Ia mengecek kamar mandi, dapur dan tempat jemur baju belakang rumah. Semua tempat kosong. Tidak ada Shaka disana.
"Shaka... kamu kemana, sih?"
Keyla makin cemas saja melihat tak ada Shaka dimana-mana. Tangannya sudah mulai gemetar. Ia takut terjadi apa-apa pada Shaka. Keyla pun pergi ke depan mengambil handphone-nya dan mencoba menghubungi nomor Shaka lagi, tapi jawaban yang ia dapat tetap sama seperti tadi siang.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan hubungi beberapa saat lagi.”
__ADS_1
Bruk.
Keyla terduduk lemas di atas sofa. Bermacam-macam pikiran negatif bermain di kepalanya. Kenapa Shaka menghilang dengan tiba-tiba? Kemana perginya Shaka?