Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
43. Kedatangan Ayah


__ADS_3

Tok tok tok.


Suara ketukan pintu dari luar membuat Shaka dan Keyla menghentikan aktivitas mereka. Shaka mengusap lembut bibir Keyla yang basah dengan ibu jarinya.


Tak lama masuklah dua orang pria berpakaian seperti dokter dan perawat. Keyla mengerutkan keningnya melihat kedatangan kedua orang itu. Pasalnya baru saja tadi Shaka mendapat pemeriksaan dari dokter. Lalu mengapa sekarang ada dokter yang lain yang datang ke ruangan itu?


Keyla memperhatikan kedua pria itu dengan seksama. Mereka bahkan terlihat jauh lebih rapi dari dokter dan perawat sebelumnya. Apalagi si perawat itu. Ia memiliki tubuh yang tinggi dan kekar, hampir mirip dengan bentuk tubuh Shaka. Sang dokter tampak jauh lebih tua dari perawat, tapi dari penampilannya terlihat sangat rapi dan berkelas.


Keyla kembali melihat dokter itu dengan lebih teliti. Rasanya ia pernah melihat dokter itu sebelumnya. Tapi dimana, ya? Keyla terus memandangi dokter yang juga balas memandangnya. Ya, Keyla baru sadar. Dokter itu terlihat mirip dengan suaminya, Shaka.


Sementara Shaka sendiri cukup terkejut dengan kedatangan dua orang pria berpakaian dokter dan perawat itu. Sepertinya Shaka mengenali mereka berdua.


“Selamat pagi Nona,” sapa perawat itu dengan ramah, sedangkan sang dokter hanya diam memperhatikan Keyla saja.


“Selamat pagi. Maaf sebelumnya, tadi suami saya sudah mendapat pemeriksaan dari dokter lain. Apa suami saya masih perlu diperiksa lagi? Apa ada yang serius dengan kondisi suami saya?” tanya Keyla dengan cemas.


“Nona tidak usah khawatir. Kami hanya ingin memastikan lagi bahwa tidak ada luka serius pada suami Nona. Dokter ini adalah dokter spesialis organ dalam. Nona percayakan saja semua pada dokter,” jawab si perawat berusaha membuat Keyla tak khawatir.

__ADS_1


“Oh, baiklah. Saya percaya. Silahkan periksa suami saya,” ucap Keyla. Ia pun bergeser dari ranjang memberi ruang pada dokter untuk memeriksa suaminya.


“Oh ya Nona, ada satu lagi. Nona tadi diminta untuk mengurus administrasi rumah sakit ini,” kata si perawat.


“Tapi tadi malam saya sudah mengurusnya,” jawab Keyla.


“Ini administrasi untuk perpanjangan rawat inap pasien, Nona,” kata perawat itu lagi.


Keyla baru saja mau berbicara lagi, tapi Shaka sudah lebih dulu bersuara.


Akhirnya mau tak mau Keyla menuruti permintaan suaminya itu meskipun sebenarnya ia enggan sekali meninggalkan Shaka disana.


“Baiklah, aku keluar sebentar. Aku tidak akan lama. Permisi,” ucap Keyla lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Perawat tadi berjalan ke pintu dan melihat Keyla yang sudah menjauh dari ruangan itu. Ia pun kembali mendekati dokter tadi lalu mengangguk seolah memberi kode kalau mereka sudah aman.


Dokter itu pun segera membuka jas putih yang ia pakai dan meletakkannya di atas sofa. Tanpa jas dokternya, pria itu sama sekali tak terlihat seperti seorang dokter. Lalu ia pun mendekati ranjang tempat Shaka berbaring dan memperhatikan luka-luka yang ada pada wajah pria itu.

__ADS_1


“Jadi, wanita tadi yang membuatmu rela mendapatkan luka seperti ini?” tanya dokter itu pada Shaka.


“Wanita itu bukan orang lain, dia adalah menantumu, Ayah,” sahut Shaka pada pria yang menyamar jadi dokter itu. Ternyata pria itu adalah ayah kandung Arshaka Mahendra.


“Aku bahkan tidak hadir saat kalian menikah. Bagaimana bisa aku menyebutnya sebagai menantu?” balas sang ayah dengan nada menyindir.


“Tapi aku sudah menikahinya, Ayah,” ucap Shaka dengan sungguh-sungguh.


“Aku tidak ingin membicarakan tentang status kalian. Aku tidak punya banyak waktu sekarang. Tapi aku ingin bernegosiasi denganmu,” kata sang ayah yang membuat Shaka mengerutkan keningnya.


“Negosiasi apa maksud, Ayah?” tanya Shaka dengan curiga.


 


 


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2