Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
72. Makan Malam Romantis


__ADS_3

Malam ini Arshaka sudah meminta asistennya untuk memesan tempat di sebuah restoran mewah. Ia ingin sekali mengajak sang istri makan malam bersama. Selama menikah, biasanya ia dan Keyla hanya makan di warung makan pinggir jalan saja. Meski Keyla tak pernah mempermasalahkan soal itu, tapi kali ini Arshaka ingin memberikan sesuatu yang spesial kepada sang istri.


Saat ini Arshaka sedang duduk di ruang tamu rumahnya. Ia sedang menunggu istrinya yang masih berada di dalam kamar untuk berdandan. Arshaka melirik jam tangannya, Keyla sudah setengah jam di dalam tapi belum keluar juga. Ia merasa khawatir dan langsung masuk ke kamar menyusul Keyla.


"Sayang, kamu belum selesai?" tanya Arshaka saat membuka pintu.


Ia melihat Keyla tampak kesulitan meraih resleting di belakang dressnya.


"Tanganku masih agak sakit. Dari tadi coba sendiri tapi nggak bisa," jawab Keyla sambil mencoba meraih resleting dressnya.


"Sini biar aku bantu," kata Arshaka lalu memposisikan diri di belakang Keyla.


"Kenapa nggak bilang dari tadi? Kamu kan bisa minta bantuan aku, Sayang," lanjut Arshaka.


Awalnya ia hanya murni ingin membantu Keyla memasang resletingnya. Tapi saat melihat punggung mulus milik sang istri, timbul niat jahil di kepalanya. Perlahan telunjuknya menyusuri punggung sang istri dari atas sampai ke bawah dengan sangat perlahan. Hal itu tentu saja membuat istrinya meremang.


"Shaka, jangan nakal!" tegur Keyla yang sudah salah tingkah.


Arshaka tersenyum kecil lalu menarik resleting itu dengan sempurna. Selanjutnya ia mencium pipi Keyla dari belakang.


"Nakal sama istri sendiri boleh dong," sahutnya lalu mencium sekali lagi pipi Keyla.


Kalau kamu nakal terus, bisa-bisa aku yang sekarang menerkammu. Hahaha. Bisa-bisanya aku berpikir begitu, padahal memasang resleting sendiri saja masih butuh bantuan. Keyla tergelak dalam hati.


"Kamu cantik banget malam ini, Key," puji Arshaka yang takjub melihat istrinya yang begitu cantik dalam balutan dress berwarna merah muda.


"Kamu juga tampan sekali pakai setelan jas seperti ini," balas Keyla malu-malu.


"Ya udah, ayo kita berangkat sekarang!" ajak Arshaka.


"Oke."


Arshaka mengulurkan sikunya lalu dengan senang hati Keyla bergelayut manja di lengannya. Keyla tampak sangat bahagia diajak dinner romantis berdua dengan suaminya.


Setelah melalui perjalanan hampir setengah jam, sampailah mereka di sebuah restoran mewah. Salah satu pelayan restoran sudah siap melayani mereka dan mengantar mereka ke ruang VIP yang sudah dipesan.


"Kamu sudah booking tempatnya? Restoran ini biasanya selalu penuh," tanya Keyla saat mereka baru saja duduk di tempat yang sudah dipesan.


"Kamu pernah makan disini sebelumnya?" Arshaka malah balik bertanya.

__ADS_1


Keyla mengangguk. "Pernah beberapa kali."


"Sama siapa?" tanya Arshaka mengandung rasa ingin tahu.


"Hmmm...sama seorang pria," jawab Keyla sengaja memancing suaminya.


"Key...kamu jangan macam-macam, ya!" ucap Arshaka sambil menatap intense pada istrinya.


"Ha ha ha. Aku becanda. Aku pernah kesini sama Cindy dan orang tuaku," jawab Keyla dengan jujur kali ini.


Arshaka mencubit gemas ujung hidung istrinya. Keyla senang sekali mempermainkannya saat ini.


"Kamu cemburu, ya?" goda Keyla.


"Iya, aku cemburu kalau kamu pernah kesini sama pria lain. Rasanya kayak aku mau pindah ke restoran lain aja," jawab Arshaka setengah sewot.


Keyla pun terkekeh melihat ekspresi cemburu di wajah suaminya. "Kamu lucu juga kalau lagi cemburu."


"Oh, jadi kamu sengaja ya ngerjain aku?"


"Bukan ngerjain kok. Cuma becanda aja."


"Duh, posesifnya!" goda Keyla.


"Biarin. Kan istri sendiri," jawab Arshaka tak mau kalah.


Ia meraih tangan istrinya lalu mengecup punggung tangannya. "Aku nggak mau kehilangan kamu lagi. Aku nggak mau jauh dari kamu lagi. Aku mau posesif sama kamu setiap hari," ucap Arshaka dengan sungguh-sungguh.


"Iya, iya. Terserah suamiku aja," jawab Keyla lalu mengedipkan matanya dengan nakal. Arshaka pun tergelak lalu mencubit gemas pipi istrinya. Mereka tampak sangat bahagia, seolah kejadian kemarin yang menyiksa hati mereka telah sirna begitu saja.


***


Jika sepasang suami istri itu tampak sangat bahagia dengan dinner romantis mereka, di tempat lain ada Hendry yang tampak kusut dengan minuman di tangannya. Saat ini Hendry sedang berada di salah satu kamar VIP sebuah club malam yang biasa ia kunjungi. Awalnya ia datang kesana untuk bermalam dengan seorang wanita guna melampiaskan kekecewaannya karena tidak berhasil menikah dengan Keyla, tapi yang terjadi ia malah tak berselera menyentuh wanita manapun malam itu. Ia hanya duduk minum sambil ditemani oleh asisten pribadinya, Juan.


"Cih, miris sekali nasibku! Sudah gagal mendapat Keyla, aku malah tidak berselera dengan wanita manapun!" Hendry merutuki dirinya sendiri.


Ia kembali menenggak minuman memabukkan itu. Penampilannya sudah kacau dengan kemeja yang tak lagi rapi. Rambutnya juga terlihat acak-acakan. Sementara di sofa lain ada Juan yang dari tadi hanya duduk diam memperhatikan bosnya.


"Aku ingin Keyla. Aku hanya ingin Keyla. Tapi kenapa dia tidak menginginkanku? Kenapaaa?"

__ADS_1


Prannngggg.


Hendry menghempaskan gelas kaca itu hingga pecah berantakan. Juan hanya menarik nafas dalam-dalam lalu mengambil gelas baru dan memberikannya lagi pada Hendry. Dari tadi mungkin sudah ada tiga gelas yang dipecahkan bosnya itu.


"Menurutmu apa kurangku? Katakan Juan! Apa kurangku?!" teriak Hendry pada Juan yang tak tau apa-apa.


"Bukan jodoh, Tuan," jawab Juan dengan enteng.


"Apa? Bukan jodoh? Ha..ha..ha..ha..." Hendry terbahak mendengar jawaban polos dari asistennya itu.


"Percuma aku bicara pada manusia yang tidak pernah jatuh cinta sepertimu! Bermain wanita saja kau tidak mau! Cih, jangan-jangan kau tidak normal!" cibir Hendry lalu ia kembali tertawa lagi.


Juan kembali diam. Ia tak membalas bosnya lagi. Ia tau Hendry sedang meracau tak jelas karena kondisinya sedang mabuk berat. Jadi percuma saja ia mengobrol dengan orang yang sedang mabuk, pikirnya.


"Key...aku mencintaimu, Key. Aku berjanji akan berubah kalau kau mau menjadi istriku," ucap Hendry dengan lirih. Suaranya terdengar begitu sedih seperti orang yang sedang patah hati. Ia merasa tersiksa tak dapat memperistri Keyla.


"Juan, aku tidak mau menikah dengan wanita yang sudah tidak suci lagi. Aku ingin menikah dengan gadis seperti Keyla. Apa di dunia ini masih ada gadis seperti itu selain Keyla?" tanya Hendry tiba-tiba.


"Mungkin masih ada, Tuan. Hanya saja Tuan belum menemukannya," jawab Juan.


Dan kalaupun ada, belum tentu gadis seperti itu mau sama Tuan kalau Tuan masih suka mabuk dan main perempuan. Tambah Juan dalam hati.


"Ah, kau sok tau! Hanya Keyla ku yang terbaik di dunia ini! Diluar sana tidak ada gadis sebaik Keyla!" sanggah Hendry. Kepalanya terasa semakin berat. Ia masih terus saja minum sampai benar-benar mabuk dan tak sadarkan diri.


Juan geleng-geleng kepala melihat tingkah bosnya. Selalu saja melampiaskan masalah dengan minum yang banyak. Kalau sudah begini dia juga yang kerepotan membawa bosnya pulang.


Melihat Hendry sudah tak sadar lagi, Juan menelepon anak buah yang lain untuk datang dan membantu membawa Hendry pulang nanti. Sembari menunggu yang lain datang, Juan bersandar pada sofa dan memejamkan matanya sejenak.


Saat mata itu terpejam, yang muncul dalam ingatannya adalah gadis yang mengunjunginya di apartemen kemarin. Siapa lagi kalau bukan Cindy. Ia menggelengkan kepalanya berusaha mengusir Cindy dalam ingatannya. Ia tak mau memikirkan Cindy lagi. Apalagi saat ini ia tau kekasih Cindy sudah kembali lagi ke kota itu. Saat ini mereka pasti lebih sering bersama, pikirnya. Ia tak mau mengganggu hubungan mereka. Ia harus menghilangkan Cindy dari pikirannya. Tapi semakin keras ia menghilangkan bayangan Cindy, justru wajah itu semakin tercetak jelas di kepalanya.


Kenapa aku terus memikirkannya? Apa aku benar-benar suka padanya? Tapi dia sudah punya pacar! Ah, kenapa harus dia?! Gumam Juan dalam hati.


.


Bersambung...


.


Maaf sempat libur lama, ya. Semoga tetap sudi membaca dan memberikan dukungan 🤗 karena like, comment, gift dan vote dari kalian sangat berharga bagi penulis 😘 Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2