
Shaka pulang ke rumah sekitar jam 9 malam. Hari ini paket yang harus diantarnya begitu banyak sehingga ia harus pulang terlambat. Keyla sudah menunggunya dari tadi, bahkan Keyla rela tidak makan duluan saking ingin makan bersama dengan Shaka.
Keyla sendiri tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Rasanya ia selalu ingin bersama Shaka dan melakukan apapun berdua.
“Kamu mandi dulu, gih! Trus abis itu kita makan bareng. Tadi aku masak udang saos padang. Tapi nggak tau deh rasanya gimana, pokoknya ada saosnya lah,” kata Keyla sambil terkekeh. Ia sendiri tak begitu yakin dengan rasa masakan yang ia buat.
“Kamu belum makan, Key?” tanya Shaka.
Keyla menggeleng. “Aku males makan sendiri. Enak makan bareng. Bisa rebutan,” jawab Keyla.
“Lah, dia malah mau makan sambil rebutan. Ya udah, aku mandi dulu. Bentar, ya.”
Shaka pun segera mandi dengan cepat. Ia tak mau Keyla menunggunya lebih lama lagi. Sementara Keyla sudah menata makanan di atas meja, lengkap dengan piring dan air putihnya.
Setelah Shaka selesai mandi dan berpakaian, mereka pun sama-sama menikmati masakan Keyla.
“Hmmm, enak banget, Key!” seru Shaka yang tengah mengunyah udang saos padang buatan Keyla.
“Nggak nyangka loh, kamu cepet banget bisa masaknya. Padahal sebelumnya hidupin kompor aja nggak tau,” tambah Shaka.
“Ih, kamu mah mau muji apa mau nyindir?”
“Ya muji lah. Serius ini enak loh, Key. Makasih ya, kamu udah repot-repot masakin aku. Padahal kamu kan juga capek abis kerja.”
“Nggak kok, aku nggak capek. Di kantor tuh aku kerjanya kebanyakan duduk doang depan komputer. Lagipula aku seneng kok bisa masak buat kamu. Ini kan udah tanggung jawab aku sebagai istri, melayani suami,” ucap Keyla. Saat mengatakan “melayani suami" suaranya berubah lebih pelan.
“Jadi, kamu mau melayani suami nih ceritanya?” tanya Shaka.
Keyla menunduk menatap nasinya sambil mengangguk malu-malu. Shaka mendadak tergelak melihat tingkah Keyla. Keyla pun mendongakkan kepalanya melihat Shaka.
“Kenapa ketawa?” tanya Keyla.
__ADS_1
“Ya kamu sih, lucu. Lagi makan bahas soal melayani suami. Pake acara malu-malu lagi. Kamu tuh nggak cocok malu-malu, Key. Kamu dah biasa ceplas-ceplos soalnya,” jawab Shaka.
“Ya kan maksud aku melayani suami tuh, seperti masakin suami, cuciin baju suami, gitu. Kamu nya aja yang mikir bukan-bukan,” kilah Keyla dengan wajah memerah.
“Itu istri apa pembantu disuruh masak sama nyuci?” ujar Shaka.
“Ya trus menurut kamu gimana dong?” tanya Keyla.
“Ya kayak yang kamu pikirkan sebelum itu,” goda Shaka.
“Dih, emang aku mikir apa? Udah ah, udah malem cepet habisin makanannya,” kata Keyla yang sudah kehabisan bahan membalas perkataan Shaka lagi.
Shaka hanya bisa terkekeh melihat istrinya yang sudah salah tingkah.
***
Keyla berbaring di lengan Shaka sambil sesekali mengendus bau suaminya itu. Sementara Shaka membelai rambut Keyla yang halus dan wangi. Hampir tiap malam mereka sudah tidur berbarengan seperti itu, tapi masih belum terjadi hal-hal yang lebih di antara mereka berdua.
“Nggak tau nih, suka aja,” jawab Keyla yang masih mengendus-endus.
“Nggak asem apa, Key?”
“Nggak, kok. Harum.”
“Dih, bucin banget ni anak. Susah kalau jadi orang ganteng, yang asem pun jadi harum.”
Keyla tak mempedulikan omongan Shaka, ia masih setia berada di lengan Shaka. Kemudian ia mendongak dan tangannya bergerak mengelus pipi Shaka dengan lembut.
“Mulai deh, mau godain lagi. Nanti tiba-tiba takut, trus lari,” sindir Shaka.
Keyla terkekeh. Ia tau Shaka pasti sangat kesal waktu itu.
__ADS_1
“Maaf, deh. Tapi kalau sekarang aku siap kok. Aku nggak akan lari,” ucap Keyla.
Shaka menunduk melihat Keyla lalu ia mengecup bibir istrinya sebentar dengan sangat lembut.
“Jangan sekarang, Key. Nanggung. Minggu depan aja,” kata Shaka yang membuat Keyla mengerutkan keningnya.
“Kenapa harus minggu depan? Kamu lagi dateng bulan?” ledek Keyla.
Shaka pun menyentil kening Keyla dengan pelan.
“Kamu udah pegang pun kemaren. Apa masih ragu aku ini laki-laki beneran?” kata Shaka dengan sewot.
“Ya trus kenapa harus nunggu minggu depan?”
“Soalnya minggu depan aku ulang tahun. Aku mau itu jadi kado ulang tahun buat aku. Itu pasti jadi kado ulang tahun terindah dalam hidup aku, Key. Memiliki kamu seutuhnya,” jawab Shaka dengan serius.
Keyla terharu mendengar permintaan Shaka untuk hadiah ulang tahunnya. Sesuatu yang sudah ia jaga sejak lama akan menjadi kado terindah untuk suaminya itu.
“Aku akan berikan itu untuk hadiah ulang tahun kamu. Aku akan jaga dengan baik sampai saatnya itu akan jadi milik kamu.”
“Makasih ya, Key. Dan setelah itu kita akan menjalani rumah tangga yang sebenarnya. Rumah tangga yang normal seperti pasangan lainnya. Kamu bersedia kan?”
Keyla mengangguk dengan cepat. “Tentu aku bersedia.”
Shaka pun tersenyum senang. Ia mengecup kening Keyla lalu memeluknya dengan erat. Bahkan sangat erat seolah tak mau berpisah dengan istrinya itu.
Bersambung.....
__ADS_1