Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
36. Memanas-manasi Hendry


__ADS_3

Shaka dan Hendry saling menatap dengan tatapan tidak suka.


“Maaf, anda siapa? Ada urusan apa anda dengan istri saya?” tanya Shaka dengan tatapan mengintimidasi.


Hendry berdecih mendengar Shaka memanggil Keyla dengan sebutan istri, darahnya terasa mendidih. Tapi ia harus bersikap tenang. Ia tidak mau terlihat seperti pria yang tidak berpendidikan di depan pria miskin seperti Shaka.


Diliriknya penampilan Shaka dari atas ke bawah, sangat tidak pantas bersaing dengannya untuk mendapatkan Keyla. Meski begitu Hendry tak memungkiri dalam hati, wajah dan tubuh Shaka terlihat cukup terawat untuk masuk kategori pria menengah ke bawah.


“Oh, jadi Keyla belum pernah bercerita pada anda? Saya Hendry, calon suami sah Keyla,” jawab Hendry dengan sombong sambil menekankan kata sah. Tentu saja ia tak mengulurkan tangannya kepada Shaka. Ia tak mau bersentuhan dengan pria yang dianggapnya miskin itu.


Oh, jadi ini si kutu kup-ret Hendry yang kata Keyla suka gonta ganti wanita? Masih ganteng aku kemana-mana, sih. Dia mah modal kaya doang. Umpat Shaka dalam hati.


“Oh, jadi anda calon suami sah Keyla yang nggak jadi? Nggak jadi kan, ya? Soalnya saya sama Keyla sudah menikah. Jadi, sekali lagi saya tanya, ada urusan apa anda datang kemari?” balas Shaka tak mau kalah.


“Apa begini cara anda memperlakukan tamu? Saya tidak habis pikir bagaimana Keyla bisa menikah dengan pria yang sudahlah miskin, tak beretika pula,” sindir Hendry.


“Keyla sayang, dia tamu kamu?” tanya Shaka dengan lembut pada istrinya. Ia sengaja memanas-manasi Hendry.


“Bukan, Sayang. Dia tamu tak diundang,” jawab Keyla sambil memandang sebal pada Hendry.


Shaka tersenyum sinis mendengar jawaban Keyla. “Sudah dengar sendiri dari mulut istri saya yang tercinta, Tuan Hendry yang beretika?”

__ADS_1


Hendry rasanya semakin sakit hati saja. Kalau tidak ingat mereka sedang ada di perumahan, mungkin Hendry sudah melayangkan tinjunya pada Shaka sejak tadi. Hendry mengabaikan sindiran Shaka, ia malah fokus menatap Keyla.


“Key, kita harus bicara berdua. Kita bicara baik-baik tentang perjodohan kita,” kata Hendry.


“Aku sudah bersuami. Lupakan soal perjodohan kita! Cari saja wanita lain sana!” tolak Keyla.


Hendry menggeram dan memegang pagar besi itu dengan kencang sehingga menimbulkan getaran. Keyla pun mundur satu langkah ke belakang.


“Jangan bermimpi untuk lari dari perjodohan kita, Keyla! Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu!” ucap Hendry di sela-sela giginya yang menggertak hebat.


Shaka langsung turun dari motornya dan mendorong Hendry ke samping. “Jangan buat istriku takut! Dan jangan mimpi bisa mendapatkannya selama aku menjadi suaminya!” ujar Shaka.


Juan yang melihat bosnya didorong oleh Shaka, segera keluar menghampiri bosnya. Keyla melihat kedatangan Juan, kini ia tau darimana Hendry bisa tau tempat tinggalnya.


Shaka menatap sekilas Juan yang sepertinya ingin membela bosnya itu. Shaka pun berdecak. “Ck, ck, ck, mengurusi masalah seperti ini saja pakai bawa bodyguard segala. Malu sama otot,” sindir Shaka.


Juan maju dan hendak menarik kerah jaket Shaka, tapi dengan cepat Shaka menepis kasar tangan Juan. Juan sempat terkejut sedikit, tangan Shaka cukup keras juga ternyata. Rasanya pria di depannya ini juga bisa bela diri.


“Aku tidak suka main kasar. Lagipula kalau kita bertengkar disini, kalian bisa babak belur dipukul warga. Jadi, sebelum hal itu terjadi, lebih baik kalian pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi karena Keyla sudah menjadi istri sahku!” ancam Shaka.


Shaka pun masuk dan merangkul istrinya. Bahkan ia sengaja mencium kening Keyla di depan Hendry dan Juan.

__ADS_1


“Sudah, Sayang. Kita masuk saja. Mereka nggak akan berani mengganggu. Kalau mau pulang babak belum dihajar warga silahkan saja,” kata Shaka sengaja menakut-nakuti mereka berdua.


Hendry mengepalkan tangannya dengan geram. Ia kesal tidak bisa membawa Keyla saat itu. Ia juga tidak terima Keyla disentuh oleh pria lain selain dirinya.


Tunggu tanggal mainnya! Aku tidak akan semudah itu melepaskan Keyla. Batin Hendry.


“Cepat atau lambat aku yakin kita akan bersama, Keyla. Karena kau adalah jodohku!” ucap Hendry bernada mengancam.


Setelah mengatakan itu, Hendry pun pergi dari sana disusul oleh Juan di belakangnya. Sebelum pergi, Juan sempat melirik sekilas kepada Shaka. Ia merasa tertantang ingin adu jotos dengan pria itu.


“Ya udah, yuk masuk, Key!” ajak Shaka.


“Kalau dia nanti datang lagi gimana?” tanya Keyla dengan khawatir.


Shaka memegang kedua pipi Keyla dan menatap istrinya itu dalam-dalam. “Jangan khawatir, ada aku. Aku pasti akan selalu melindungi kamu.”


Keyla tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan Shaka. Meskipun ia tak begitu yakin Shaka bisa melawan Hendry yang memiliki anak buah yang banyak, tapi setidaknya perkataan Shaka tadi membuatnya lebih tenang.


***


Hai, maaf slow update karena lagi kurang fit. Terimakasih yang sudah membaca sejauh ini, jangan lupa like dan vote ya 🤗 Happy reading 💙

__ADS_1


__ADS_2