
Hari minggu terasa berlalu begitu cepat. Sekarang sudah senin lagi, itu artinya Shaka sudah kembali bekerja lagi sebagai kurir pengantar barang.
“Aku berangkat kerja dulu, ya. Kamu hati-hati di rumah,” kata Shaka berpamitan pada Keyla yang mengantarnya hingga ke teras rumah.
“Iya, kamu juga hati-hati ya kerjanya. Nanti kalau aku bosan, bolehkan aku telfon kamu?” tanya Keyla.
“Boleh. Tapi jam break makan siang, ya. Selebihnya aku kan harus antar barang,” jawab Shaka yang sudah duduk di atas motornya.
Keyla mengangguk senang. “Oke. Ya udah, kamu hati-hati, ya. Cepat pulang,” ucap Keyla lagi.
Shaka mengangguk lalu menghidupkan motornya dan pergi meninggalkan Keyla sendirian di rumah.
“Huft, bosan juga di rumah terus. Kayaknya aku harus mulai cari kerja deh. Iya, aku harus kerja juga.”
“Hmmm...sekarang enaknya ngapain, ya?”
Keyla masih berdiri di teras sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan agar tidak bosan di rumah.
“Ahha! Aku masak aja deh, buat makan siang Shaka. Nanti aku antar ke tempat kerjanya. Shaka pasti seneng dimasakin makan siang,” seru Keyla dengan semangat.
Dengan berbekal tutorial video memasak di youtube, Keyla memasak ayam saos dan tumis buncis telur untuk makan siang Shaka nanti.
***
Ketika jarum jam menunjukkan pukul 11.30 siang, Keyla memesan ojek online untuk mengantarnya ke tempat kerja Shaka. Shaka memang sudah memberi tahu Keyla dimana ia bekerja dan nomor handphone-nya. Jadi jika ada hal-hal yang mendesak, Keyla lebih mudah mencarinya.
Tak lama Keyla pun sampai di depan sebuah ruko yang digunakan sebagai kantor jasa pengiriman barang. Disana Keyla melihat ada beberapa orang yang sepertinya adalah kurir pengantar barang sama seperti Shaka.
__ADS_1
“Permisi,” sapa Keyla dengan ramah.
Seorang pria menoleh ke arah Keyla. Ia melihat Keyla dari bawah sampai atas. Ia pun langsung terpesona dengan kecantikan gadis di depannya itu.
“Mba, cari siapa? Mau kirim paket, ya?” tanya pria yang bernama Rio dengan ramah.
“Bukan. Saya mau cari Shaka. Shaka kerja disini kan? Dia ada?” jawab Keyla sambil melihat ke dalam.
“Shaka? Mba ada keperluan apa sama Shaka?” tanya Rio dengan curiga.
Beruntung banget si Shaka. Disini Rara suka sama dia. Sekarang ada lagi gadis cantik cariin dia. Memang playboy tu orang. Umpat Rio dalam hati.
“Aku mau anterin makan siang buat Shaka. Dia ada nggak, ya?” kata Keyla kembali bertanya.
Tiba-tiba dari belakang terdengar suara sepeda motor yang datang. Mereka spontan melihat ke arah sana dan ternyata itu adalah Shaka. Shaka melepas helmnya lalu menghampiri Keyla yang berdiri di depan pintu ruko itu.
“Aku mau anterin ini buat kamu. Aku masak sendiri,” jawab Keyla sambil menunjukkan bungkusan plastik yang ada di tangannya.
“Ya udah, ayok ikut aku. Jangan disini,” ajak Shaka lalu menarik tangan Keyla untuk pergi dari sana.
Tapi tiba-tiba Rio kembali bersuara. “Shaka, kalau udah bosen, yang ini boleh lah oper ke gue.”
Shaka langsung berbalik menghampiri Rio dan menarik kerah bajunya. Sontak rekan kurir yang lain berusaha meleraikan mereka.
“Dia istri gue! Lo jangan macam-macam sama istri gue! Sekali lagi lo ngomong yang bukan-bukan tentang Keyla, gue tonjok lo!” ancam Shaka lalu menghempaskan tangannya yang menarik kerah baju Rio.
Rio sempat pucat diancam Shaka seperti itu. Biasanya Shaka lebih banyak diam. Dia hanya sering mengobrol dengan Bang John. Tapi kali ini, Shaka berani mengancamnya seperti itu.
__ADS_1
Dengan perasaan kesal, Shaka membawa Keyla pulang ke rumahnya.
***
“Kamu ngapain sih, pake acara antar makanan segala? Kamu sengaja tebar pesona disana, hah?” tanya Shaka dengan nada tinggi saat sampai di rumahnya.
“Ya ampun, Shaka. Masa iya aku tebar pesona disana? Kalau mau tebar pesona di mall masih mending, masa ini di depan ruko,” jawab Keyla dengan polos.
“Nggak usah sok polos. Kamu memang kecentilan. Tadi aku lihat kamu juga ngobrol sama Rio kan?” tuduh Shaka.
“Nggak, Shaka. Aku cuma tanya kamu ada apa nggak disana. Aku mau antar makanan buat makan siang kamu,” bantah Keyla sambil menunjukkan lagi bungkus yang ada di tangannya.
“Memangnya aku minta kamu antar bekal makan siang aku? Nggak kan?” Shaka mulai memojokkan Keyla lagi.
Kali ini Keyla tak lagi menjawab. Kalau dia bersuara lagi, sudah pasti dia akan langsung menangis. Sekarang saja dia bersusah payah untuk menahan tangisnya. Dia kecewa Shaka tidak menghargai niat baiknya.
“Besok-besok kamu nggak usah anterin bekal lagi buat aku. Aku bisa cari makan siang sendiri. Itu makanannya buat kamu aja. Aku mau kerja lagi,” ucap Shaka lalu pergi dari rumahnya. Entah kenapa Shaka terlihat begitu kesal sekali atas kejadian ini.
Setelah kepergian Shaka barulah Keyla menangis tersedu-sedu. Ia membuka bungkusan bekal yang sudah disiapkannya untuk Shaka. Ada rasa sakit di hatinya karena Shaka menolak bekal darinya. Padahal dia hanya bermaksud baik mau mengantarkan makanan untuk suaminya.
“Mungkin Shaka lagi banyak kerjaan. Jadi dia agak emosi sama aku. Iya, pasti Shaka lagi banyak kerjaan,” ucap Keyla menyemangati dirinya sendiri sambil menangis sesenggukan.
Dibukanya kotak bekal itu lalu ia pun mulai memakan makanannya sendiri.
“Dari pada mubazir, mending aku yang makan. Sabar, Key. Sabar. Nanti malam coba lagi deketin Shaka,” ucap Keyla sendiri sambil menghabiskan makanannya.
__ADS_1