Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
38. Rencana Hendry


__ADS_3

Hendry sedang berada di ruang kerjanya dengan wajah yang masam pagi ini. Kejadian kemarin sore di depan rumah Shaka membuat emosinya tidak stabil. Biasanya hampir tiap malam ia akan menghabiskan waktunya dengan wanita bayarannya. Tapi tadi malam karena penolakan Keyla, ia hanya menghabiskan malamnya dengan mengkonsumsi minuman beralkohol saja hingga ia mabuk lalu tertidur.


Tok tok tok.


Pintu ruang kerjanya diketuk dari luar. Tak lama Juan pun muncul dari balik pintu. Hendry sengaja memanggil Juan untuk memintanya melakukan sesuatu kepada Shaka dan juga Keyla.


"Kau sudah tau siapa laki-laki yang mengaku sebagai suami Keyla kemarin?" tanya Hendry pada asistennya itu.


"Sudah, Tuan. Namanya Shaka. Dia berprofesi sebagai kurir pengantar barang," jawab Juan.


"Kurir pengantar barang?" ulang Hendry.


"Betul, Tuan."


"Ha ha ha ha," Hendry tertawa meremehkan profesi Shaka. "Hanya seorang kurir tapi berani melawanku. Aku ingin kau melakukan sesuatu malam ini. Dan aku tak mau kali ini gagal lagi,” ucap Hendry pada asistennya itu.


“Baik, Tuan. Apa yang harus saya lakukan malam ini?” tanya Juan.


“Culik Keyla dan beri pelajaran pada laki-laki yang mengaku sebagai suami Keyla itu! Aku ingin dia tau siapa yang sedang dia lawan! Beri dia pelajaran sampai dia menyesal berani melawanku!” titah Hendry dengan giginya yang menggertak. Ia masih dendam pada Shaka dan sakit hati dengan penolakan Keyla.


“Baik, Tuan. Akan saya lakukan,” jawab Juan dengan patuh.


“Bawa juga anak buah yang lain kalau perlu. Yang penting aku tidak mau rencanaku kali ini gagal," kata Hendry dengan sungguh-sungguh. 


“Baik, Tuan.”


“Bagus. Kau boleh pergi sekarang.”


Juan pun membungkuk sekilas lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Hendry menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyum menyeringai. Ia yakin rencananya kali ini ia tak akan gagal lagi.


“Keyla sayang, sebentar lagi kau akan jadi milikku. Aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu selain aku.”

__ADS_1


***


Siang itu Cindy terlihat murung saat sedang makan siang bersama kekasihnya Adit. Tadi pagi ia mendapat telepon dari Keyla yang menceritakan bahwa Hendry dan Juan menemuinya kemarin sore. Cindy merasa sangat bersalah, karena ia yakin itu pasti karena kelalaiannya sehingga Juan berhasil mengintainya bertemu dengan Keyla.


“Sayang, kamu kenapa? Dari tadi aku perhatiin kamu cemberut terus,” tanya Adit.


“Nggak apa-apa kok. Aku baik-baik aja,” jawab Cindy.


“Kalau ada masalah cerita dong sama aku, jangan diem begini,” bujuk Adit.


“Sebenarnya bukan masalah aku, tapi masalah Keyla. Dia lagi ada masalah dikit.”


“Masalah apa? Mungkin aja aku bisa bantu.”


“Urusan perempuan. Udah ah, nggak usah dibahas, lanjut makan aja. Oh iya, kamu lusa keluar kota lagi?” Cindy mengalihkan topik pembicaraan.


“Iya. Aku lusa keluar kota lagi. Masih ada kerjaan disana belum selesai.”


“Kamu akhir-akhir ini sering banget keluar kota. Aku kan kesepian. Jarang banget jalan-jalan lagi sama kamu.”


Adit mencubit gemas hidung Cindy dengan pelan. Ia mengerti Cindy pasti sedang ngambek saat ini.


“Sabar ya, Sayang. Kalau kerjaan aku udah selesai, pasti kita bisa sering jalan lagi. Pokoknya sebisa mungkin aku luangkan waktu aku buat kamu.”


“Janji?”


“Iya, janji. Ya udah, makan lagi. Jangan cemberut gitu.” Adit paling tau bagaimana cara membujuk kekasihnya yang sedang ngambek itu.


Cindy dan Adit pun melanjutkan makan siang mereka. Sedang asiknya makan, Cindy tak sengaja melihat Juan yang juga berada disana. Sontak Cindy melebarkan matanya, ia terkejut dengan keberadaan Juan disana. Apa Juan masih mengikutinya lagi? Tapi untuk apa? Bukankah dia sudah tau dimana Keyla tinggal.


Cindy melihat Juan telah selesai makan dan akan meninggalkan restoran itu. Cindy pamit ke toilet sebentar dengan kekasihnya, padahal sebenarnya ia ingin mengejar Juan.


Melihat Juan sudah menuju ke arah tempat mobilnya di parkirkan, Cindy pun dengan cepat berjalan menghampiri pria itu.

__ADS_1


“Belum puas juga kamu mengikutiku? Apalagi yang kamu mau dariku?” sergah Cindy dari belakang saat Juan akan membuka pintu mobilnya.


Juan berbalik dan menatap heran Cindy yang ada di depannya. Ia tak menyangka akan bertemu Cindy disana. Ia hanya singgah untuk sekedar makan siang lalu kembali ke kantornya, bukan sedang mengikuti Cindy. Ia bahkan tidak menyadari Cindy ada disana kalau wanita itu tidak menghampirinya lebih dulu.


“Kamu sedang makan siang disini juga?” tanya Juan. Biasanya selama Juan mengikuti Cindy, wanita itu tidak pernah makan siang di restoran itu. Juan tidak tau saja Cindy makan disana karena ajakan Adit.


“Jangan basa-basi! Apalagi yang bosmu mau? Bukannya dia udah tau dimana Keyla berada?” sindir Cindy dengan pedas.


“Maaf, tapi aku tidak mengikuti siapapun kali ini,” bantah Juan.


“Kali ini? Berarti kemaren-kemaren bener kan kamu ngikutin aku? Kamu kan yang bikin Hendry tau dimana Keyla tinggal?” cerca Cindy dengan pertanyaan bertubi-tubi.


“Aku bekerja untuknya,” jawab Juan.


“Dan apapun perintahnya akan kamu lakukan? Iya? Termasuk merusak kebahagiaan orang lain?” tanya Cindy lagi dengan geram.


“Kamu jahat tau nggak! Keyla udah bahagia dengan Shaka sekarang. Mereka udah nikah. Kamu pernah jatuh cinta kan? Gimana rasanya kalau ada orang lain yang pisahkan kamu dari orang yang kamu cinta? Sakit kan rasanya? Dan kamu masih tega mau pisahkan mereka?” tambah Cindy.


“Bosku menginginkan Keyla karena dia juga mencintai Keyla,” ucap Juan.


“Tapi Keyla nggak cinta sama bos kamu! Dan seharusnya bos kamu sadar itu!”


“Itu bukan urusanku! Bosku hanya memintaku untuk.........”


“Cindy!” panggil Adit yang tiba-tiba datang menyusul Cindy. 


“Sayang, dia siapa? Kamu ngapain kesini? Tadi bilangnya ke toilet,” tanya Adit sambil menatap sinis pada Juan.


Sayang? Jadi ini kekasih Cindy? Batin Juan.


“Bu-bukan siapa-siapa. Ya udah, kita masuk aja lagi ke dalam!” Cindy yang tak mau ada masalah antara Adit dan Juan memilih untuk menggandeng Adit kembali masuk ke dalam restoran.


Adit pun mengikuti ajakan Cindy, tapi ia sempat melempar tatapan tidak suka pada Juan yang memandangnya secara tajam.

__ADS_1


“Kekasih. Cih!” Juan berdecih melihat kepergian Cindy dan Adit lalu masuk ke dalam mobilnya. Ia pun tak sempat mengatakan pada Cindy bahwa Hendry memintanya menculik Keyla dan memberi pelajaran pada Shaka.


__ADS_2