Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
74. Kedatangan Silvy


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Arshaka dan Keyla sudah di depan mata. Acara itu akan diadakan di sebuah hotel mewah yang ada di kota tersebut. Undangan pun sudah tersebar sejak beberapa hari yang lalu. Kini hanya tinggal menunggu pergantian hari saja lagi untuk melaksanakan acara itu.


Arshaka dan Keyla malam ini masih menginap di rumah orang tua Arshaka. Mereka berencana akan pergi ke tempat acara besok pagi.


Sedangkan di hotel sendiri sudah ada Cindy dan Bang John bersama keluarganya. Arshaka sengaja memesankan kamar hotel untuk mereka menginap disana selama beberapa hari. Ketika sampai di hotel, Cindy langsung menghubungi Adit. Ia ingin mengabari kalau dirinya sudah sampai di kota itu. Tapi bak hilang ditelan bumi, Adit sama sekali tak bisa dihubungi.


"Dia kemana, sih? Padahal aku sudah datang ke kota ini. Tapi dia malah nggak bisa dihubungi," keluh Cindy sambil menatap pesan yang ia kirimkan ke Adit hanya centang satu.


Di tempat lain, di sebuah hotel yang dekat dengan tempat acara resepsi Arshaka dan Keyla akan berlangsung, ada Hendry dan Juan yang ikut datang ke kota itu. Hendry nekat ingin menghadiri resepsi pernikahan itu meski dirinya tak diundang. Ia bahkan rela membayar mahal seseorang agar ia bisa menyelinap masuk ke acara resepsi itu besok sebagai seorang pelayan.


"Tuan, anda yakin mau datang ke acara pernikahan mereka? Saya harap Tuan tidak lupa, Tuan sudah menandatangani perjanjian untuk tidak mendekati Nona Keyla," tanya Juan.


"Ck! Berisik sekali! Aku tidak akan mengganggu disana. Aku tidak membuat keonaran. Aku hanya ingin melihat Keyla. Dia pasti terlihat cantik besok dengan gaun pengantinnya," jawab Hendry.


Pria itu tampak tertunduk lesu. "Seharusnya aku yang menjadi mempelai pria nya. Bukan si kurir itu," sambung Hendry.


"Apa Tuan tidak menyesal datang ke acara besok? Bukannya itu hanya akan membuat Tuan semakin sedih? Saran saya sebaiknya Tuan tidak usah datang kesana," tanya Juan lagi.


"Ck! Sudahlah! Kau jangan mempengaruhiku! Aku akan tetap datang kesana. Sudah sana-sana! Kembali ke kamarmu! Aku ingin istirahat," usir Hendry sambil mengibaskan tangannya agar Juan keluar dari kamar hotelnya.


"Baik, Tuan. Kalau ada apa-apa, Tuan bisa hubungi saya."


"Hm."


Juan pun pergi meninggalkan Hendry dan masuk ke kamarnya yang berada di tepat sebelah kamar Hendry. Ia masih tak habis pikir dengan bosnya yang hingga kini masih mengharapkan Keyla.

__ADS_1


***


Sore harinya Arshaka dan keluarganya tak menyangka, mereka akan kedatangan tamu seorang gadis yang sempat akan dijodohkan dengan Arshaka. Gadis itu bernama Silvy. Ia datang sendiri ke rumah itu dengan alasan ingin memberi ucapan selamat terlebih dahulu pada Arshaka. Padahal ia juga diundang pada acara besok, seharusnya ia tak perlu datang menemui Arshaka saat ini.


"Aku nggak nyangka kita ternyata nggak berjodoh, padahal orang tua kita sudah lebih dulu menjodohkan kita," ucap Silvy secara terang-terangan saat mereka sedang mengobrol di ruang tamu. Padahal disana ada Keyla yang duduk di samping Arshaka, tapi sepertinya gadis itu sengaja mengatakan hal itu.


Arshaka yang dapat membaca situasi langsung merangkul bahu Keyla dengan mesra.


"Kamu benar. Sekarang aku sudah resmi menjadi suami Keyla. Dan selamanya akan terus begitu karena kami saling mencintai. Dalam pernikahan butuh cinta di dalamnya. Dijodohkan belum tentu berjodoh, bukan?" balas Arshaka yang membuat Keyla melompat kegirangan dalam hati. Ternyata tak perlu ia balas, suaminya sudah mengerti apa maunya.


"Ah, iya. Kamu benar. Tapi kita masih bisa berteman bukan? Aku rasa Keyla tidak keberatan kan ya?" Silvy masih tak mau menyerah.


"Sekedar berteman apa salahnya. Aku juga punya beberapa teman pria, yang penting bisa jaga batasan dan sadar tidak melewati batasan itu. Aku rasa tidak masalah. Iya kan, Sayang?" balas Keyla.


"Oh ya, apa masih ada lagi yang mau dibicarakan? Aku rasa aku dan Keyla masih ada beberapa hal yang mau diurus," ucap Arshaka.


"Tidak ada. Tadi aku juga sudah bertemu ibu kamu. Kalau begitu aku pamit pulang dulu," kata Silvy seraya berdiri dari duduknya.


"Sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian, semoga acara kalian besok berjalan lancar," sambung Silvy dengan senyum yang dibuat setulus mungkin.


"Terimakasih, Silvy. Besok jangan lupa datang ya," kata Arshaka mengingatkan.


"Ah iya, pasti. Aku pulang dulu."


Dengan penuh kekesalan Silvy meninggalkan rumah Arshaka. Ia sangat iri dengan kemesraan yang ditunjukkan oleh kedua pasangan itu. Tampaknya memang tak ada lagi celah baginya untuk merebut hati Arshaka.

__ADS_1


Arshaka adalah teman SMA nya dulu. Mereka sudah berteman cukup lama. Orang tua mereka juga menjalin hubungan pertemanan yang baik. Karena itulah mereka berdua sempat akan dijodohkan. Tapi ternyata takdir berkata lain. Arshaka sudah lebih dulu menikahi seorang gadis secara mendadak. Siapa lagi kalau bukan Keyla. Meskipun menikah secara mendadak tapi di antara sudah tumbuh rasa cinta yang besar hingga tak akan ada yang mampu mengganggu cinta mereka lagi.


"Sepertinya dia masih suka sama kamu," ucap Keyla pada suaminya saat mereka sudah berada di dalam kamar.


Arshaka pun memeluk istrinya dari belakang. "Kamu cemburu, Sayang?"


"Nggak tuh. Kenapa harus cemburu?" jawab Keyla cuek.


"Masa, sih? Tapi kok nada suaranya ketus gitu sama suami sendiri," tanya Arshaka sambil mencium pipi Keyla dari belakang beberapa kali.


"Kalau tiba-tiba Hendry datang dan ngomong kayak Silvy tadi, perasaan kamu gimana? Cemburu nggak?" Keyla malah balik bertanya.


Arshaka membalikkan badan Keyla agar menghadapnya lalu ia menangkup kedua pipi istrinya yang putih itu. "Key, kamu harus percaya sama aku. Aku nggak ada perasaan apapun sama perempuan lain selain kamu. Aku cuma cinta sama kamu, istri aku. Yang namanya berumah tangga pasti akan ada ujiannya. Salah satunya ya hal-hal semacam ini. Tapi kamu harus selalu ingat, cinta aku cuma untuk kamu. Jadi aku mohon sama aku untuk selalu percaya sama suami kamu ini. Aku nggak akan khianatin kamu, Sayangku."


Mendengar ucapan yang sungguh-sungguh dari sang suami membuat Keyla tersenyum senang. Ia berjinjit mengecup sekilas bibir suaminya.


"Aku percaya sama kamu. Tapi kalau aku cemburu ya wajar dong. Aku kan nggak mau pisah lagi sama kamu," ucap Keyla dengan manja.


Arshaka tersenyum lalu mencium bibir Keyla sekejap. "Aku janji, setelah ini kita nggak akan pernah terpisah lagi."


Keyla mengangguk senang lalu mencium lagi bibir suaminya. Kali ini Arshaka tak tinggal diam. Ia menahan tengkuk istrinya dan terus memperdalam ciuman itu dengan penuh mesra.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2