
“Kok diem aja? Mau aku pijit?” tanya Keyla lagi sambil menatap lekat-lekat kedua bola mata Shaka.
“Ng-nggak kok, Key. Aku mau rebahan aja di kamar, nanti juga capeknya hilang,” jawab Shaka dengan gugup. Ia berusaha untuk menurunkan tangan Keyla yang bertengger di bahunya.
Keyla malah makin mendekat hingga dadanya bersentuhan dengan Shaka. Bahkan tangannya yang tadi ditepis Shaka, langsung bergelayut manja di leher Shaka.
“Pijit sambil rebahan juga bisa,” ucap Keyla dengan sangat sensual.
Shaka tak menyangka Keyla tak mudah menyerah. Dilihatnya kilatan mata Keyla memancarkan gai-rah yang sudah tak terbendung lagi.
Ya Tuhan, haruskah aku melakukannya malam ini? Batin Shaka.
Shaka sangat dilema dibuat Keyla. Di satu sisi, siapa sih yang tidak mau disuguhi dengan pemandangan yang menyejukkan mata seperti ini? Tapi di sisi lain, Shaka khawatir ini hanya tindakan impulsif Keyla saja, yang artinya Keyla hanya sekedar menginginkan ini sementara, tapi tidak memikirkan konsekuensi setelahnya. Sama seperti saat mereka menikah dulu. Keyla menjebaknya hanya untuk menyelamatkan dirinya dari kejaran keluarganya, tapi ia tak berpikir panjang pernikahannya nanti akan seperti apa.
Kenapa dia belum meresponse juga? Apa dia nggak tertarik dengan perempuan? Nggak mungkin kan? Keyla bingung melihat Shaka yang hanya diam memperhatikannya.
“Jadi...” Keyla mulai membelai pipi Shaka dengan sangat lembut. “Mau dipijit sambil rebahan?” sambungnya lagi.
Huh hah huh hah.....
Shaka merasakan hawa panas menjalar di sekujur tubuhnya. Lebih panas daripada makan samyang level pedas yang paling tinggi.
“Key...” panggil Shaka dengan suara yang mulai serak.
“Hmmm?” Sahut Keyla yang ia buat semerdu mungkin. Sejujurnya ia sendiri merasa geli dengan aktingnya saat itu, tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak begini, dia tidak bisa mendapatkan Shaka seutuhnya.
“Apa kamu sedang menggodaku?” tanya Shaka yang sepertinya sudah mulai terpancing oleh Keyla.
Yesss! Sorak Keyla dalam hati saat merasakan kedua tangan Shaka meraih pingganggnya.
“Menurutmu? Apa kamu merasa tergoda?” Keyla semakin gencar menggoda suaminya itu.
Shaka langsung menarik tubuh Keyla dan menghimpitnya ke dinding. Keyla sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Shaka barusan padanya, tapi kemudian dia tersenyum, umpannya berhasil kali ini.
“Kamu yang memulainya, berarti kamu harus tanggung jawab,” ucap Shaka dengan nafas yang memburu.
“Apa maksud kam.....hhhmmmpptt......”
Keyla tak sempat menuntaskan perkataannya saat bibirnya telah dibungkam lebih dulu oleh Shaka. Shaka ******* bibir manis istrinya dengan sangat lembut tapi menuntut. Tangannya yang satu berpindah ke tengkuk Keyla agar dia lebih leluasa memperdalam ciumannya.
Keyla pun terhanyut akan perlakuan Shaka padanya. Ini pengalaman pertama baginya. Rasanya...hmmm....yah pokoknya membuatnya tergila-gila.
__ADS_1
Shaka melepaskan ciumannya sejenak saat merasa Keyla mulai kewalahan dan butuh bernafas dengan benar.
“Shaka...”
“Ssstttttt....”
Shaka kembali membungkam Keyla dengan bibirnya. Bibir merah muda itu kini terasa candu baginya. Mereka semakin terbuai suasana. Mereka saling memagut dengan lembut.
Tiba-tiba Keyla merasakan ada sesuatu yang menyentuh-nyentuh bagian perutnya dibalik handuk yang dikenakan Shaka.
Eh, apa itu?
Shaka yang tadi menikmati bibir istrinya kini beralih ke leher jenjang Keyla yang menggoda di matanya. Mendapat sentuhan seperti itu membuat Keyla merinding. Shaka adalah pria pertama yang menyentuhnya.
“Shaka..."
“Hmmm...” Shaka masih fokus pada area kesukaannya yang baru.
“I-itu di-dibawah ada apa, ya? Kok ada yang senggol-senggol?” tanya Keyla dengan polos.
Shaka ingin tergelak, tapi ia menahannya. Ia tak mau merusak suasana. Ia tau apa yang Keyla maksud.
“Periksalah sendiri,” jawab Shaka lalu meneruskan aktivitasnya.
Keyla dengan polosnya malah menuruti perkataan Shaka. Tangannya kini beralih ke tempat yang sedari tadi membuatnya penasaran. Keyla memegangnya dengan perlahan hingga membuat Shaka mengerang. Shaka tidak tahan. Ia secara spontan menggigit leher Keyla hingga meninggalkan bekas kemerahan disana.
Hah? Apa ini? Keyla dengan cepat menarik tangannya.
Jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan. Dadanya terasa sesak. Keberaniannya saat tadi pertama kali menggoda Shaka tiba-tiba menghilang begitu saja.
“Awwhhh...” Keyla sedikit meringis ketika Shaka kembali menggigitnya. Shaka kembali membuat tanda kepemilikannya disana.
“Maaf,” ucap Shaka dengan pelan.
Keyla dapat melihat kedua mata suaminya itu sudah terselubung gai-rah yang membara. Sementara dirinya malah ketakutan sendiri saat merasakan milik suaminya tadi berukuran sangat.....yah gitulah. Keyla sampai bergidik membayangkannya.
Haruskah ia melanjutkannya? Kenapa sekarang dia malah ragu dan ingin mundur?
“Shaka, aku....”
“Kamu yang mulai. Aku tidak bisa berhenti sekarang,” potong Shaka. Yang benar saja, Shaka sudah sangat siap, malah Keyla yang terlihat gemetar.
__ADS_1
Bagaimana ini? Kalau begini namanya senjata makan tuan. Keluh Keyla dalam hati.
Saat Shaka menarik lengan Keyla, Keyla terkejut dan dengan spontan mendorong Shaka. Tanpa disengaja, handuk yang melingkar di pinggang Shaka melorot begitu saja jatuh ke lantai hingga membuat Shaka polos tanpa sehelai benang pun.
“Aaaahhhhh.......”
Keyla terperanjat melihat milik Shaka yang tadi sempat ia pegang. Ternyata benar apa yang Keyla bayangkan tadi. Ia pun menjerit histeris lalu berlari masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamar itu.
Keyla bersandar di pintu kamar dengan nafas yang terengah-engah. Dia benar-benar shock melihat pemandangan barusan di depan matanya tanpa sensor.
“Belalainya...mengerikan....” gumam Keyla sambil bergidik ketakutan.
Sementara Shaka dengan cepat mengambil handuknya lalu melingkarkan lagi handuk itu ke pinggang.
Ia pun mengetuk pintu kamar Keyla.
“Key...kenapa kamu masuk? Kamu harus tanggung jawab,” ucap Shaka dari luar.
“Ti-tidaaakkk....aku takut...” teriak Keyla dari dalam kamar.
“Hei, kemana keberanianmu tadi? Kamu yang memulainya,” sahut Shaka dari luar.
“Aku...itu...tidak jadi. Iya, tidak jadi,” ucap Keyla seenak hati.
“Apa? Tidak jadi? Mana bisa begitu. Kamu harus tanggung jawab!” teriak Shaka pula dari luar.
“Iya, aku tanggung jawab. Tapi tidak sekarang. Aku masih trauma,” jawab Keyla yang kembali bergidik mengingat milik suaminya.
"Trauma? Kamu belum coba. Coba aja dulu, Key," bujuk Shaka yang sudah merasa kepalang tanggung.
"Nggak...aku nggak mau. Lain kali aja aku cobanya," tolak Keyla.
Sembarangan aja suruh coba-coba. Apa dia nggak sadar punya nya sebesar itu?
Shaka mendengus. Baru saja selesai mandi, masa iya dia harus mandi lagi untuk menetralkan dirinya?
“Dasar si Keyla! Bisa masuk angin aku kebanyakan mandi malam-malam. Awas kamu, Key. Besok-besok nggak ada alesan lagi. Kamu yang mulai, kamu yang harus tanggung jawab,” gerutu Shaka lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk menetralkan dirinya.
***
🥶🥶🥶 maap ya Bang Shaka beserta penggemarnya 😁✌
__ADS_1
Yuk di like yuk abis baca 😘