Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
39. Shaka Terluka


__ADS_3

Hari ini Shaka menjemput istrinya di tempat kerja sekitar jam 6 sore karena tadi Shaka ada sedikit pekerjaan. Ia sudah meminta Keyla menunggunya di kantor sampai ia datang menjemputnya. Ia tentu sangat khawatir dengan keadaan Keyla setelah kedatangan Hendry kemarin. Begitu tiba di depan kantor Keyla, istri cantiknya itupun menyambutnya dengan senyum manis.


“Pakai dulu helmnya,” ucap Shaka lalu memberikan helm pada Keyla.


Keyla pun memakai helm tersebut lalu duduk di belakang Shaka dan memeluk suaminya itu tanpa ragu. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan kantor tempat Keyla bekerja.


“Key, kita makan di luar mau?” tanya Shaka sambil menoleh sebentar ke samping karena ia masih mengendarai motor.


“Iya, boleh,” jawab Keyla setengah berteriak karena berisiknya suara kendaraan lain di jalan.


“Mau makan apa?” tanya Shaka lagi.


“Makan ayam penyet,” jawab Keyla dengan cepat.


Shaka sempat tergelak dengan jawaban cepat Keyla itu. Sepertinya Keyla tidak ada bosan-bosannya makan ayam penyet.


“Oke. Kita kesana sekarang.”


Shaka pun melajukan motornya menuju ke tempat mereka biasa makan ayam penyet. Sesampainya disana, Shaka pun memesan menu yang biasa mereka makan.


“Shaka, nanti selesai makan kita langsung pulang, ya,” pinta Keyla.


“Kenapa?”


“Hmmm...aku agak lelah hari ini. Mau cepat istirahat,” jawab Keyla.


Shaka tau istrinya sedang berbohong saat itu. “Bukan karena takut dikejar Hendry lagi?” tanya Shaka terang-terangan.


“Ssstttt! Udah nggak sebut-sebut nama dia! Nanti aku nggak selera makan,” jawab Keyla yang membuat Shaka tertawa.


“Kamu nggak usah khawatir, selagi aku ada di samping kamu, aku pasti selalu jagain kamu, Key,” ucap Shaka. Dia berusaha menenangkan Keyla, sementara dirinya sendiri juga sebenarnya merasa khawatir pada Keyla apalagi setelah dia mengingat saat dia menelepon seseorang malam tadi. Ia tau, Hendry bukan lawan yang bisa dianggap remeh.


Makanan pun datang. Mereka segera menyantap makanan dalam diam. Mereka saling hanyut dalam pikiran masing-masing.


***

__ADS_1


Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Shaka dan Keyla berencana langsung pulang ke rumah setelah makan. Tapi tiba-tiba saja motor Shaka dihadang oleh tiga mobil sekaligus. Ada mobil yang berhenti mendadak di depannya, ada juga mobil yang tepat berada di belakangnya, dan mobil ketiga yang berada tepat di samping motornya. Pergerakan Shaka benar-benar terkunci kala itu. Apesnya lagi kebetulan sekali mereka tengah berada di jalan yang tak begitu ramai kendaraan yang lewat.


“Shaka, mereka siapa?” tanya Keyla yang ketakutan di belakang Shaka. Saking takutnya, Keyla mencengkram lengan Shaka dengan sangat kuat.


“Key, kamu tenang ya! Jangan panik dulu, oke? Ada aku disini,” bisik Shaka menenangkan Keyla.


Keyla hanya mengangguk saja meski ia sendiri tak yakin Shaka bisa mengalahkan orang-orang yang ada di mobil itu.


Tak lama turun beberapa pria bertubuh besar dari tiga mobil tersebut. Mereka keluar dari mobil dan mengelilingi Shaka dan Keyla. Keyla bergidik ketakutan melihat ada sekitar 6 orang pria yang mengelilingi mereka. Kalau begini, tidak mungkin mereka berdua bisa lepas begitu saja.


Keyla langsung berinisiatif mengambil handphone-nya dan mengirim pesan pada Cindy. Tak lupa ia mengirim juga lokasi tempat mereka berada sekarang.


“Mau apa kalian menganggu jalanku?” tanya Shaka pada pria yang mengelilinginya.


“Kami hanya minta Nona Keyla ikut kami, setelah itu kau boleh pergi!” jawab salah satu pria itu.


Shaka mendengus. Ia membuka helm dan turun dari motor, begitu juga dengan Keyla. Ia menarik Keyla agar bersembunyi di balik punggungnya.


“Dia istriku! Aku tidak akan semudah itu memberikan istriku pada orang lain!” tolak Shaka dengan tegas.


Juan berjalan mendekati Shaka dan Keyla. Ia menatap tajam ke arah Shaka yang juga menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.


“Aku diminta bosku untuk memberimu pelajaran dan membawa Nona Keyla. Tapi aku masih berbaik hati untuk memberimu kesempatan agar pergi dari sini dan tidak memepersulitku membawa Nona Keyla,” ucap Juan dengan tegas bermaksud bernegosiasi dengan Shaka agar tak mempersulit pekerjaannya.


“Aku tebak, kau pasti masih lajang, bukan? Kau belum memiliki istri atau bahkan pacar pastinya. Karena dari pilihan bodohmu tadi menunjukkan kau tidak punya seseorang yang kau cintai. Kalau kau punya, tidak mungkin kau meminta Keyla dariku! Dia istriku! Sampai tetes darah penghabisan pun aku akan tetap melindunginya!” jawab Shaka dengan sungguh-sungguh.


Keyla sampai tertegun mendengar jawaban suaminya itu. Ternyata dia tak salah pilih. Shaka memang pria yang pantas ia cintai.


“Baiklah, kalau begitu, malam ini habiskanlah darahmu hingga tetes terakhir untuk mempertahankannya,” ucap Juan dengan santai.


“Tidak! Jangan macam-macam pada Shaka! Aku mencintai Shaka! Aku tidak mencintai bosmu, Hendry! Jangan sakiti kami! Biarkan kami pergi!” teriak Keyla dengan suara yang bergetar. Ia sangat takut akan terjadi hal buruk pada Shaka.


Bukannya mempedulikan Keyla, Juan malah memberi kode pada anak buahnya untuk menarik Keyla dan menghajar Shaka.


Perkelahian pun terjadi. Shaka kini hanya sendirian melawan kedua anak buah Juan. Sementara Keyla sendiri tangannya dipegang kiri kanan oleh dua anak buah yang lain.

__ADS_1


“Juaaannnn! Hentikan mereka! Tolong jangan sakiti Shaka, dia suamiku!” teriak Keyla dengan suara yang serak karena tangisannya.


Keyla sangat takut melihat Shaka yang sudah mulai kewalahan berkelahi seorang diri. Ia ingin sekali berlari ke arah suaminya itu dan memeluknya, tapi ia tak punya kekuatan untuk lepas dari dua orang pria yang memegang tangannya.


Shaka pun tak menyerah begitu saja. Makin ia mendengar suara jeritan Keyla, makin ia terbakar amarah untuk segera menghabisi kedua pria yang tengah berkelahi dengannya. Sampai akhirnya Shaka mengambil helm miliknya laku memukulkan helm itu ke kepala anak buah Juan secara bergantian sehingga mereka tergeletak di tanah.


Sayangnya kemenangan Shaka hanya sekejap. Dari belakang anak buah Hendry yang lain menendangnya hingga ia tersungkur ke tanah.


“Shakaaaaa...!” jerit Keyla yang tak tega melihat Shaka terjatuh.


Shaka pun kembali dikeroyok oleh dua anak buah Juan yang lain. Kali ini sepertinya Shaka sudah tak cukup kuat untuk melawan mereka karena ia sudah cukup kehabisan tenaga melawan dua orang tadi.


“Juan, hentikan mereka sia-lan! Kalian semua pengecut!” bentak Keyla pada Juan. Sementara Juan sendiri menonton dengan santai sambil bersandar di mobil.


“Aku akan melepaskannya kalau Nona bersedia ikut denganku dengan suka rela,” jawab Juan tanpa merasa bersalah sama sekali.


“Cuih!” Keyla meludah. “Jangan mimpi kalian bisa membawaku! Aku tidak sudi pergi dengan kalian!” hardik Keyla.


“Kalau begitu kita tunggu saja sampai dia tak berdaya. Toh nantinya Nona juga akan aku bawa,” balas Juan dengan acuh.


Keyla yang sudah berlinang airmata itu kembali menatap haru pada suaminya. Ia sungguh tak tega Shaka terus dipukuli seperti itu.


Brugh!


“Shakaaaaaa!”


Keyla menjerit dengan keras saat Shaka tersungkur di tanah. Melihat Shaka sudah parah, barulah Juan memberi kode untuk melepaskan Keyla. Keyla pun segera berlari berhamburan memeluk Shaka.


“Shaka...Shaka, bangun sayang... Aku mohon bangun....”


Shaka yang sudah dipangkuan Keyla saat ini tampak mendapat banyak luka di wajahnya. Keyla menepuk-nepuk pipi Shaka dengan pelan agar suaminya itu tetap sadar. Keadaan Shaka sangat menyedihkan sekali. Dari bibir dan hidungnya mengeluarkan darah yang cukup banyak.


“Shaka, aku mohon bangun... Ayo kita pergi dari sini...”


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2