Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
62. Membujuk Keyla


__ADS_3

Arshaka terus menunggu sang istri dengan sabar. Sesekali tangannya tampak terulur mengusap pipi atau tangan Keyla. Rasanya ia ingin Keyla cepat-cepat membuka matanya. Ia ingin segera menjelaskan semua yang terjadi pada Keyla.


Arshaka juga sudah rindu mendengar suara khas Keyla jika sedang berbicara padanya, rindu melihat Keyla yang kadang suka bersikap genit padanya dan memancing-mancingnya dengan tingkah konyolnya, rindu Keyla yang selalu tersenyum ceria padanya. Ah, pokoknya semua tentang Keyla membuatnya rindu!


Sedang asik memandangi wajah istrinya, tiba-tiba dari belakang ada yang memukulinya dengan tas.


Bug. Bug. Bug.


"Aduh...sakit, sakit!" ringis Arshaka lalu berbalik melihat siapa yang memukulinya.


"Kamu?" tanya Arshaka dan Cindy secara bersamaan.


Cindy pikir yang duduk tadi adalah Hendry. Setelah mendapat informasi dari Juan kalau Keyla dibawa ke rumah sakit, Cindy langsung meninggalkan pekerjaannya dan menyusul ke rumah sakit.


"Kenapa kamu memukulku?" tanya Arshaka sedikit kesal.


"Aku pikir kamu Hendry. Lagian tumben kamu pakai pakaian seperti ini," jawab Cindy sambil meneliti pakaian yang Arshaka kenakan.


"Pakaianku memang seperti ini," ucap Arshaka.


"Hah? Memang sekarang kurir udah ganti seragam, ya?" tanya Cindy kebingungan.


"Menurutmu kalau berpakaian seperti ini kerjaannya apa? Kurir?" Arshaka balik bertanya.


Cindy menggelengkan kepalanya. "Kamu seperti seorang pengusaha," jawab Cindy.


"Aku memang pengusaha," ucap Arshaka.


"Baru sebentar menghilang kamu udah jadi pengusaha? Kamu dapat modal dari mana? Ngepet?" tanya Cindy yang membuat Arshaka menepuk jidatnya.


"Ceritanya panjang. Nanti aja aku ceritain kalau Keyla sudah sadar," jawab Arshaka.


"Eh, tunggu dulu! Kamu tau darimana Keyla masuk ke rumah sakit? Trus darimana aja kamu selama ini? Kenapa kamu baru muncul? Apa kamu nggak tau Keyla tu sedih banget kamu tinggalin? Kamu tega tau nggak tinggalin dia begitu aja! Lihat! Dia sampai nekat berbuat yang bukan-bukan. Kalau Keyla sampai kenapa-napa, kamu dan Hendry harus tanggung jawab!" ketus Cindy.


"Ceritanya panjang," ucap Arshaka.


"Panjang sampai berapa episode? Dari tadi panjang-panjang melulu tapi nggak cerita juga!" omel Cindy.


"Kan aku udah bilang tunggu Keyla bangun," jawab Arshaka.


Tiba-tiba terdengar suara erangan dari mulut Keyla. Keyla mulai tersadar dari tidurnya. Kepalanya masih terasa agak pusing. Ia berusaha membuka matanya dengan perlahan.

__ADS_1


Arshaka pun mendekati Keyla dan mengusap kepala Keyla dengan lembut. "Key, kamu udah bangun, Sayang?" tanya Arshaka dengan lembut.


Keyla membuka matanya lalu tersenyum saat melihat sosok suami yang dirindukannya ada di depan mata.


"Shaka, aku seneng banget. Di syurga aku juga bisa bertemu kamu lagi," ucap Keyla yang membuat Arshaka mengerutkan keningnya.


"Syurga?" ulang Arshaka.


"Iya, syurga. Aku pasti sedang menjadi bidadari syurga kamu kan? Aku senang sekali. Eh tapi, kenapa kamu ada di syurga juga? Apa kamu udah meninggal juga?" tanya Keyla kebingungan.


Arshaka dan Cindy malah makin bingung dengan ocehan Keyla.


"Key...kamu baik-baik aja kan?" tanya Cindy kemudian.


Keyla pun menoleh ke sebelah ke arah Cindy. Keyla makin bingung kenapa Cindy juga ada disana.


"Kok kamu disini juga, Cin? Kamu udah meninggal juga, ya? Kenapa kamu bisa meninggal? Kok kita malah reunian di syurga?" tanya Keyla.


Arshaka menepuk jidatnya. Ia baru mengerti, Keyla pasti berpikir bahwa dirinya sudah meninggal dunia. Padahal ia masih hidup karena berhasil dibawa ke rumah sakit secepatnya untuk menerima pertolongan medis.


"Key, apa tadi sebelum pingsan kepala kamu terbentur juga?" tanya Cindy.


Arshaka makin geram mendengar cerita Keyla. Ia makin tak sabar ingin memberikan pelajaran kepada Hendry.


"Kamu tenang ya, Key. Sekarang aku udah di samping kamu. Nanti aku akan balas perbuatan dia ke kamu," ucap Arshaka menenangkan Keyla.


"Balas gimana? Kita jadi hantu terus meneror dia?" tanya Keyla yang membuat Arshaka dan Cindy geleng-geleng kepala.


"Bukan, Key. Kita ini belum jadi hantu. Kita juga bukan di syurga. Kita ini di rumah sakit," jawab Arshaka.


"Hah? Rumah sakit?" Keyla terkejut lalu melihat ruangan sekitarnya. Ia baru sadar kalau dia sedang berada di rumah sakit.


"Jadi aku masih hidup?" tanya Keyla lagi.


"Masih, Sayang," jawab Arshaka dengan lembut.


"Kamu...kamu udah datang lagi menemui aku? Kamu kemana aja selama ini? Kamu tega ninggalin aku." Keyla mulai mengingat lagi saat dimana Arshaka meninggalkannya. Ia pun menangis tersedu-sedu.


"Key, aku minta maaf. Aku janji aku nggak akan tinggalin kamu lagi. Aku bisa jelasin semuanya," bujuk Arshaka.


"Kenapa baru datang sekarang? Kenapa nggak jelasin semua dari awal? Kenapa harus buat aku menderita dulu baru kamu kembali? Kalau aku nggak masuk rumah sakit gini, apa kamu akan kembali sama aku? Kamu jahat! Aku kecewa sama kamu!" Keyla langsung mengeluarkan uneg-unegnya sambil menangis dengan kencang.

__ADS_1


Arshaka dan Cindy sampai kewalahan menenangkannya.


"Key, sabar dulu, Key. Mungkin Shaka ada alasan lain," bujuk Cindy.


"Kok kamu belain dia sih? Kamu sahabat aku apa sahabat dia?" Keyla malah memarahi Cindy.


"Sahabat kamu dong, Key."


"Ya udah, harusnya bantu aku marahin dia!"


"Iya, iya, ini aku marahin. Eh, Shaka, kamu memang keterlaluan tega ninggalin Keyla gitu aja! Keyla menderita karena kamu! Dasar suami tak bertanggung jawab!" hardik Cindy.


"Kok kamu marah aku? Ini urusan rumah tangga kami!" balas Arshaka.


"Tapi Keyla sahabat aku!" kata Cindy.


"Tapi dia istri aku!" balas Arshaka.


"Eh, udah! Udah! Kepala aku pusing denger kalian ribut. Aku haus mau minum," ucap Keyla tiba-tiba.


Dia yang membuat Arshaka dan Cindy adu mulut, dia juga yang meminta mereka berhenti.


Arshaka pun segera mengambil air putih dan membantu Keyla minum. Keyla memang sangat haus sampai setengah gelas habis ditenggaknya.


"Makasih, ya. Tapi aku masih ngambek sama kamu. Jangan pikir kamu bantu aku minum, trus aku langsung maafin kamu. Big no!" ketus Keyla.


"Iya, iya. Nggak apa-apa, Key. Aku sadar aku salah. Kamu mau marah sama aku juga aku terima. Tapi nanti ijinkan aku jelaskan semuanya ke kamu, ya. Biar nggak salah paham," bujuk Arshaka. Dia menyadari ini semua memang kesalahannya.


"Baguslah kalau kamu sadar kamu salah!"


"Ya ampun, Key. Kamu galak banget sekarang, Key."


"Aku galak juga karena kamu! Pokoknya semua-semua karena kamu!"


"Iya, iya, maaf. Aku salah," ucap Arshaka tak berani membantah Keyla.


Sementara Cindy hanya cekikikan melihat dua manusia di depannya. Dia sampai lupa dari tadi tidak melihat Juan disana. Padahal yang tadi memberi informasi padanya adalah Juan.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2