Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
44. Negosiasi Ayah dan Anak


__ADS_3

“Negosiasi apa maksud, Ayah?” tanya Shaka dengan curiga.


Shaka menelisik raut wajah sang ayah. Ia mencoba menerka-nerka apa yang ayahnya itu inginkan. Sang ayah tampak terdiam sejenak, itu membuat Shaka semakin khawatir ayahnya ingin bernegosiasi tentang sesuatu yang sulit untuk ia penuhi.


“Tinggalkan kehidupanmu sekarang dan kembali ke rumah!” jawab sang ayah dengan tegas.


“Tinggalkan kehidupanku yang sekarang?” ulang Shaka.


“Ya, termasuk wanita tadi.” Belum selesai keterkejutan Shaka atas permintaan ayahnya untuk kembali ke rumah, ia kembali dikejutkan lagi dengan permintaan lain ayahnya untuk meninggalkan Keyla, wanita yang sangat dicintainya saat ini.


“Ayah mau aku meninggalkan Keyla? Aku bahkan rela mati untuk dia, Ayah. Bagaimana mungkin Ayah memintaku untuk meninggalkannya?! Aku suaminya!” bantah Shaka dengan penuh emosi. Ia bahkan bersusah payah menggerakkan badannya agar bisa duduk.


“Dia akan aman dan tidak akan diganggu siapapun. Ayah bisa jamin itu. Tapi kamu, harus meninggalkannya,” kata sang ayah memberi tawaran.


“Tidak! Aku tidak mau meninggalkannya!” bantah Shaka dengan cepat.


“Arsha, tempatmu bukan disini! Kau bukan kurir! Kembalilah ke rumah dan turuti kemauan orang tuamu!” bentak ayahnya dengan suara meninggi.


“Aku tidak mau! Aku lebih senang dengan hidupku sekarang sebagai seorang kurir dan seorang suami dari gadis yang aku cintai,” sanggah Arshaka lagi.


“Oh, jadi kamu lebih senang hidup seperti ini? Hidup pas-pasan sampai membela wanita yang kamu sebut istri kamu sendiri pun tidak bisa. Bisa apa kamu tanpa uang dan kekuasaan? Kalau kamu memang mencintai wanita tadi, buktikan ke Ayah!” ucap ayah Shaka dengan nada menyindir.


“Ayah beri pilihan padamu. Tinggalkan kehidupanmu sekarang dan kembali ke rumah, maka Ayah akan menjamin wanitamu hidup aman tanpa gangguan siapapun. Atau kalau kamu tidak mau kembali ke rumah, maka jangan pernah minta tolong apa-apa lagi pada ayah atau pada Nicko!” kata sang ayah memberikan penawaran yang sulit pada Arshaka.


“Kamu tidak bisa seenaknya memerintah Nicko karena ayah yang menggajinya. Bukan kamu,” tambah ayahnya lagi.


Nicko adalah asisten pribadi Arshaka yang saat ini sedang menyamar menjadi perawat. Beberapa hari yang lalu saat Arshaka menelepon seseorang tengah malam, rupanya dia menelepon Nicko, asistennya. Ia meminta Nicko untuk mencari tau soal Hendry dan mengawasi gerak-gerik Hendry.

__ADS_1


Tapi sayangnya ayah Arshaka mengetahui hal itu sehingga Nicko tidak berani melakukan apa yang diminta oleh Arshaka. Saat tau anaknya sedang dalam masalah, saat itu pula lah ayah Arshaka mengambil kesempatan untuk melakukan negosiasi pada anaknya.


Arshaka kembali berbaring karena merasa pusing dengan penawaran ayahnya. Di satu sisi ia sadar bahwa ia tak mampu melawan Hendry tanpa uang dan kekuasaan, tapi di sisi lain ia juga berat untuk meninggalkan Keyla. Tidak! Ia tak bisa meninggalkan Keyla begitu saja. Keyla terlalu berharga untuk hidupnya.


“Ayah, bisakah aku membawa Keyla kembali ke rumah?” tanya Arshaka mencoba bernegosiasi dengan ayahnya.


“Pilihanmu hanya yang Ayah sebutkan tadi. Tidak ada negosiasi lain. Lagipula sebenarnya kamu sudah dijodohkan dengan Silvy, bukan? Ibumu belum tentu menerima wanita tadi sebagai istrimu. Dia hanya menginginkan Silvy sebagai menantunya. Wanita yang sepadan dengan kita,” jawab sang ayah.


“Dan inilah sebabnya kenapa aku tidak mau pulang ke rumah! Semua tentang hidupku selalu diatur-atur,” ujar Arshaka sambil menahan geram.


“Terserah kau saja. Pilihan ada di tanganmu,” kata ayah Arshaka tak mau mengalah. Dua anak dan ayah itu sama-sama keras kepala.


Tok tok tok.


Pintu kembali dibuka dari luar. Ternyata itu Keyla yang datang dengan membawa kantong plastik berisi makanan di tangannya. Keyla agak terkejut melihat dokter dan perawat itu masih berada disana. Apalagi saat ia mengingat ketika ia pergi ke bagian administrasi ternyata ia tak perlu mengurus administrasi lagi disana, hal itu tentu saja membuatnya bingung.


Keyla berjalan mendekati ranjang dan meletakkan makanannya di nakas tepi ranjang.


“Dokter, masih disini? Apa pemeriksaan suami saya belum selesai? Atau memang tidak ada yang perlu diperiksa?” tanya Keyla terang-terangan.


“Karena saya lihat...dokter bahkan tidak membawa alat apapun seperti stetoskop misalnya,” tambah Keyla sambil menatap sang dokter dengan penuh curiga.


Ayah Arshaka menarik sudut bibirnya membentuk senyuman sinis yang dibuatnya sekilas tampak ramah. “Pemeriksaan saya sudah selesai,” jawabnya singkat.


Lalu ia beralih pada Arshaka. “Ingat, hanya dua pilihan,” ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan itu diikuti Nicko di belakangnya.


Keyla tentu heran dan tidak mengerti apa maksud pria yang disangkanya dokter tadi. Shaka pun saat ini terlihat sangat cemas. Keyla penasaran entah apa yang mereka bicarakan tadi.

__ADS_1


Dua pilihan? Apa maksudnya? Tanya Keyla dalam hati.


“Shaka, kamu baik-baik aja kan? Apa maksud dokter tadi dengan dua pilihan? Mereka itu beneran dokter dan perawat? Aku rasa bukan. Jadi apa yang mereka lakukan saat aku pergi tadi?” tanya Keyla bertubi-tubi dengan penasaran.


“Key, kamu tenang dulu, ya. Kamu tanyanya banyak banget. Aku bingung mau jawab yang mana.” Bukannya menjawab Shaka malah menenangkan Keyla.


Diraihnya tangan Keyla lalu digenggamnya dengan erat.


“Ya makanya kamu jawab dong! Aku kan penasaran. Apa yang mereka mau dari kamu?” tanya Keyla lagi. Ia tak menyerah sebelum Shaka bercerita padanya.


“Jangan khawatir, mereka nggak macam-macam kok sama aku. Buktinya aku baik-baik aja kan?”


“Tapi mereka mau apa kesini? Mereka itu mencurigakan.”


“Kenapa kamu bisa bilang begitu?”


“Mereka nggak seperti dokter dan perawat. Lagipula......”


“Lagipula apa?”


“Dokter itu...wajahnya mirip sekali dengan wajah kamu. Dia bukan seperti dokter, tapi lebih mirip seperti...ayah kamu,” jawab Keyla yang membuat Shaka tertegun.


Bersambung...


***


Hai semua, hari ini udah double up ya 🤗 kalau suka novel ini, jangan lupa like, vote, comment dan jadikan favorit supaya penulis semangat update-nya. Terimakasih 💙

__ADS_1


__ADS_2