Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
37. Mengkhawatirkan Keyla


__ADS_3

“Shaka,” panggil Keyla yang saat ini sedang berbaring di lengan Shaka seperti biasa. Sementara Shaka sendiri sedang memain-mainkan ujung rambut Keyla.


“Hm? Kenapa?”


“Aku takut Hendry akan kesini lagi,” jawab Keyla. Ia sangat yakin Hendry tidak akan menyerah begitu saja. Ia pasti akan mencoba cara lain untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


“Kamu nggak usah khawatir. Aku nggak akan ninggalin kamu, aku akan lindungi kamu terus. Aku nggak akan biarin si songong itu bawa kamu pergi dari sini. Kalau perlu aku akan anter jemput kamu pulang kerja,” jawab Shaka dengan yakin.


“Kamu serius? Kerjaan kamu gimana?”


“Gampanglah soal kerjaan. Yang penting kamu aman dulu untuk saat ini.”


“Tapi...kamu tau nggak Hendry itu punya anak buah yang banyak? Aku takut dia akan melakukan segala cara supaya aku kembali ke rumah. Kamu lihat aja tadi, dia bawa Juan segala. Juan itu asistennya dia. Kamu tau nggak, Juan itu udah beberapa minggu ini ngikutin kemana Cindy pergi, Cindy sahabat aku. Aku yakin, pasti Juan berhasil ngikutin Cindy waktu Cindy main ke kantor aku.”


Shaka menarik nafas dalam-dalam. Rasanya Hendry bukan orang sembarangan. Ia tak dapat menyepelekan Hendry begitu saja.

__ADS_1


Shaka menarik dagu Keyla sehingga Keyla mendongak ke arahnya.


“Kamu percaya sama aku. Aku pasti akan selalu jagain kamu. Bagaimanapun caranya, itu biar aku yang pikirkan. Yang penting sekarang kamu jangan keluar-keluar dulu tanpa aku kecuali untuk bekerja,” ucap Shaka sambil menatap lekat kedua bola mata istrinya.


“Baiklah, aku turuti perkataan kamu. Tapi, janji sama aku jangan pernah ninggalin aku dalam situasi apapun, ya? Please. Aku udah sangat nyaman sama kamu, Shaka. Kalau kamu nggak di samping aku, aku lebih baik mat......”


“Sssttt....” Shaka meletakkan telunjuknya di bibir Keyla lalu menggeleng dengan pelan.


“Aku janji. Aku nggak akan ninggalin kamu. Jadi jangan pernah berpikir yang bukan-bukan, hm?”


Keyla pun tersenyum lalu mengangguk. Lega rasanya mendengar janji Shaka padanya. Apapun ujian yang terjadi nanti, biarlah itu terjadi. Selama Shaka ada di sisinya, badai sekalipun tak akan membuatnya gentar.


***


Keyla sudah tertidur lelap di sebelah Shaka. Shaka melihat wajah istrinya yang begitu teduh saat tertidur pulas. Ia senang setidaknya kejadian tadi sore tak membuat Keyla kepikiran atau bahkan tertekan.

__ADS_1


Tapi saat ini justru Shaka yang kepikiran. Ia tau Hendry tak mudah ia singkirkan. Ia tak dapat menyepelekan kekuasaan Hendry. Apalah dirinya dibandingkan pengusaha kaya raya sekelas Hendry. Ia sungguh mengkhawatirkan Keyla saat ini.


Shaka menghembuskan nafas dengan berat. Ia harus segera memikirkan bagaimana caranya agar bisa melindungi Keyla dari Hendry. Hendry tampak begitu tergila-gila pada istrinya ini. Dia tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan Keyla. Tidak! Shaka tak ingin kehilangan Keyla. Ia harus segera mencari cara untuk melindungi istrinya dari Hendry.


Bukan Keyla saja yang tak bisa hidup tanpa Shaka. Shaka pun sudah merasakan hal yang sama. Hatinya sudah terikat pada Keyla. Ia tak akan mampu berpisah dari Keyla.  


Shaka bangkit dari tempat tidurnya dengan perlahan agar tak membangunkan Keyla. Ia mengambil handphone-nya lalu pergi keluar dari kamarnya.


Shaka tampak mencari nomor telepon seseorang di kontak handphone-nya. Setelah ketemu, ia pun langsung menekan tombol hijau untuk melakukan panggilan.


“Hallo, ini aku, Arshaka Mahendra. Aku ingin memintamu melakukan sesuatu untukku.”


Bersambung...


***

__ADS_1


Kira-kira siapa yang ditelfon Shaka untuk dimintai bantuan? Akankah Shaka berhasil melindungi Keyla dari incaran Hendry?


Yuk like, comment dan vote novel ini agar penulis semangat update-nya 🤗


__ADS_2