Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
68. Pulang Ke Rumah Lama


__ADS_3

Besoknya Keyla sudah diijinkan pulang oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan. Sesuai permintaan Keyla, mereka akan pulang ke rumah lama tempat mereka tinggal dulu. Kondisi Keyla juga belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh, jadi mereka harus sabar menunggu sampai Keyla sembuh total baru bisa membawa Keyla pulang ke rumah orang tua Arshaka yang berada di kota lain.


Mereka pun sampai ke rumah dengan diantar oleh mobil mewah milik Arshaka. Tentu saja hal itu mengundang perhatian beberapa warga yang kebetulan melihatnya. Saat turun dari mobil, warga lebih tercengang lagi melihat Arshaka yang mereka kenal sebagai kurir berpenampilan lebih rapi dengan setelan kemejanya.


"Mas Shaka kan ini? Wah...udah lama nggak kelihatan, sudah berubah aja penampilannya," sapa seorang ibu-ibu yang mengenalinya.


"Iya, Bu. Saya Shaka. Saya ke dalam dulu ya, Bu. Maaf, istri saya kurang fit kondisinya. Harus banyak istirahat," jawab Arshaka dengan ramah.


"Mas, Mas, tunggu! Mau tanya dulu. Mas Shaka kerja apa sekarang bisa naik mobil mewah gini? Pake supir segala lagi. Nggak jadi kurir lagi, Mas?" tanya ibu yang lain pula.


"Oh...ini mobil sewa. Sudah dulu ya, Bu. Saya masuk ke dalam dulu sama istri. Permisi," jawab Arshaka lalu dengan cepat membantu Keyla masuk ke dalam rumah. Kalau diladeni, bisa panjang ceritanya.


"Fans kamu banyak, ya. Semua ibu-ibu kenal sama kamu," ledek Keyla saat mereka sudah masuk ke dalam rumah.


"Kenapa, Sayang? Kamu cemburu, ya? Masa sih sama ibu-ibu kayak gitu aja kamu cemburu?" Arshaka malah balik menggoda sang istri.


"Idih, siapa yang cemburu? Kan aku cuma tanya aja," jawab Keyla.


"Ah, masa? Kalau cemburu bilang aja, nggak apa-apa. Aku malah seneng istri aku cemburu kalau suaminya dideketin wanita lain," kata Arshaka yang membuat Keyla tertawa.


"Ya cemburu juga pada tempatnya kali, Yang. Masa aku cemburu sama wanita yang pantas jadi ibu kamu ketimbang jadi istri kamu," sanggah Keyla.

__ADS_1


"Eh, jangan salah, Yang. Banyak tuh brondong suka sama ibu-ibu," ucap Arshaka tak mau kalah.


"Oh...kamu mau jadi brondongnya?" tanya Keyla.


"Ya kalau ibu-ibunya banyak duitnya nggak ada salahnya dicoba," seloroh Arshaka yang mengundang cubitan di pinggang oleh sang istri.


"Aww...sakit, sakit, Sayang. Sakit, Yang. Aku kan cuma becanda aja," ringis Arshaka. Sebenarnya cubitan itu tidak sakit. Hanya Arshaka saja yang melebih-lebihkan.


"Siapa suruh becandanya nggak lucu," ejek Keyla.


"Iya, Sayang. Maaf. Kan becanda. Mana mungkin istri aku secantik ini aku tinggalin."


"Mungkin aja. Kemaren-kemaren kamu kan memang tinggalin aku."


"Ngomong-ngomong cubitan kamu sakit juga ya, Key. Padahal baru keluar dari rumah sakit, tapi tenaga kamu kuat juga," tambah Arshaka.


"Masih sakit, ya? Maaf, ya." Keyla yang merasa bersalah pun mengusap-usap pinggang Arshaka.


"Nggak apa-apa kok. Tapi kalau tenaga kamu udah kuat gini aku rasa kita nggak usah ikut saran dokter lagi deh kayaknya," kata Arshaka.


"Saran dokter yang mana?" tanya Keyla tak mengerti maksud sang suami.

__ADS_1


"Yang itu, yang dokter melarang kamu melakukan aktivitas berat," jawab Arshaka.


"Memang kamu udah mau suruh aku nyuci baju maksudnya aktivitas berat?"


"Bukan aktivitas berat itu."


"Jadi aktivitas berat mana?" tanya Keyla semakin bingung.


"Aktivitas berat kita yang sempat tertunda itu, Key. Permintaan aku untuk hadiah ulang tahun aku. Kamu belum kasih kado apa-apa ke aku sebagai hadiah ulang tahun," jawab Arshaka.


"Siapa suruh kamu nya pergi gitu aja tinggalin aku, salah sendiri. Udah ah, aku mau istirahat. Di rumah sakit nggak nyenyak tidurnya," ucap Keyla lalu berjalan masuk ke dalam kamar.


"Tapi kalau kamu udah sembuh boleh dong, Key?" tanya Arshaka sambil mengikuti sang istri masuk juga.


"Hmmm....boleh nggak ya? Lihat nanti deh!" jawab Keyla sengaja menjahili sang suami.


"Harus mau dong! Ya, ya, ya? Mau ya?"


Keyla tak lagi menjawab Arshaka. Ia malah tergelak dalam hati.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2