Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
61. Keyla Dibawa Ke Rumah Sakit


__ADS_3

"Keyla......." Hendry berteriak sangat kencang saat melihat Keyla benar-benar melakukan apa yang ia ucapkan. Hendry tak menyangka Keyla berani melukai dirinya sendiri.


Darah pun mengalir dari pergelangan tangan Keyla hingga membuat kesadarannya berkurang. Akhirnya ia pun langsung tergeletak di lantai.


Hendry yang baru sadar akan keterkejutannya segera menghampiri Keyla dan memangkunya. Tangannya bergetar ketika tak sengaja menyentuh darah yang mengalir dari pergelangan tangan Keyla.


"Key...aku mohon bangun, Key. Bertahanlah! Bertahanlah sebentar! Aku akan membawamu ke rumah sakit. Kamu harus hidup, Keyla. Kamu harus hidup," ucap Hendry dengan gemetar.


Ia pun dengan cepat menggendong Keyla dan membawanya keluar dari kamar itu.


"Juaaannnn!" teriak Hendry saat menuruni anak tangga sambil menggendong Keyla.


Juan yang berada di bawah segera datang memenuhi panggilan bosnya itu. Juan pun sangat terkejut melihat Hendry yang tanpa mengenakan kemeja menggendong Keyla dengan darah yang berceceran dari tangannya.


"Cepat siapkan mobil! Kita bawa Keyla ke rumah sakit! Dia mencoba bunuh diri!" pekik Hendry yang sangat panik.


"Baik, Tuan."


Juan pun dengan cepat mengambil mobil dan membantu Hendry memasukkan Keyla ke dalam mobil. Setelah itu dengan kecepatan tinggi, Juan segera membawa Keyla ke rumah sakit terdekat.


Anak buah Arshaka yang berjaga di depan rumah Hendry pun mengikuti mobil itu dari belakang. Saat mobil itu berhenti di sebuah rumah sakit, salah satu dari mereka segera mengirim pesan pada Arshaka bahwa Keyla dibawa ke rumah sakit.


Arshaka yang masih berada di pesawat sangat panik saat mendapat pesan seperti itu dari anak buahnya. Kekhawatirannya pada Keyla semakin membuatnya panik. Rasanya ingin sekali ia bisa segera sampai dan bertemu Keyla secepatnya.


Key, aku mohon, Key. Bersabar, Sayang. Tunggu aku, Key. Tunggu aku. Aku akan segera menjemputmu dan membawamu pulang ke rumah kita, Key. Batin Arshaka.


***


Keyla yang baru saja sampai di rumah sakit langsung mendapat pemeriksaan oleh dokter. Darahnya cukup banyak yang keluar sehingga tubuhnya lemas dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


Di luar ruang UGD (Unit Gawat Darurat), Hendry mengutuk dirinya sendiri karena menyesal sudah berbuat bodoh seperti tadi dan mengakibatkan Keyla masuk ke rumah sakit. Hendry sendiri pun tak menyangka kalau Keyla akan senekat itu. Ia pikir Keyla hanya sekedar mengancamnya saja.


Setelah beberapa jam mendapat penanganan dari dokter, akhirnya Keyla kini dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP. Di dalam ruangan itu hanya ada Keyla yang sedang terbaring tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius dan Hendry yang menemaninya dengan duduk di samping kursi di dekat Keyla.


Di perjalanan tadi Hendry sempat memakai kemejanya yang tersimpan di mobil. Kini dia duduk seorang diri meratapi kebodohannya bertindak gegabah pada Keyla. Ia tak menyangka, seorang gadis manja seperti Keyla nekat berbuat seperti itu hingga melukai dirinya sendiri.


"Maafkan aku, Keyla. Aku tidak menyangka kamu banyak berubah semenjak pergi dari rumah. Kamu menjadi gadis yang lebih dewasa dan pemberani saat ini. Tapi apapun sifatmu, aku tetap menyukaimu," ucap Hendry seolah sedang berbicara pada Keyla.


Dari depan kaca kecil di pintu, Juan melihat bosnya cukup terpukul dengan kejadian barusan. Tiba-tiba saja ia teringat akan Cindy yang juga sedang mencemaskan Keyla. Juan pun akhirnya pergi sebentar menjauh dari ruangan itu untuk mengabari Cindy tentang kondisi Keyla.


Ketika Juan baru saja pergi dari sana, ada satu orang pria dan satu orang wanita yang tampak seperti dokter dan suster. Mereka masuk ke ruangan Keyla dan ingin melakukan pemeriksaan pada Keyla. .


"Pemeriksaan lagi? Dia baru saja keluar dari ruang operasi," tanya Hendry dengan heran.


"Hanya pemeriksaan kestabilan denyut jadi saja, Tuan. Tidak perlu khawatir," jawab dokter pria itu dengan tenang.


"Tapi apa perlu.... akkhh......"


Saat sang dokter mengalihkan perhatian Hendry dengan berbincang dengannya, suster wanita itu menyuntikkan sesuatu di lehernya dengan gerakan cepat sehingga membuat dirinya pingsan lalu terjatuh di lantai. Setelah itu, masuk lagi dua orang pria berseragam rumah sakit dengan ranjang dorong yang bertugas membawa Hendry keluar dari ruangan itu.


Setelah itu, pria dan wanita yang menyamar menjadi dokter dan suster itupun ikut pergi meninggalkan ruangan Keyla. Sesudah kepergian mereka, masuklah seorang pria bertubuh tinggi dengan setelan jas lengkapnya.


"Key, aku datang menjemputmu, Sayang," ucap pria itu yang tak lain adalah Arshaka Mahendra.


Arshaka melihat tangan Keyla yang dibalut perban bekas luka jahitan. Istrinya itu masih juga tak sadarkan diri karena efek obat biusnya belum selesai. Arshaka pun mendekatkan dirinya dan mencium kening Keyla cukup lama. Akhirnya, kini ia bisa lagi melihat dan menyentuh istri tercintanya.


"Kamu nekat sekali, Key. Kalau kamu kenapa-napa, aku juga yang merana. Tapi ini semua salahku juga karena meninggalkan kamu. Maafkan aku ya, Sayang. Setelah ini, Abang Kurirmu ini janji nggak akan ninggalin kamu lagi," ucap Arshaka sambil membelai lembut kepala Keyla.


Baru saja Arshaka mendudukan dirinya di kursi yang posisinya membelakangi pintu, tiba-tiba ia merasa kepalanya ditodong oleh sebuah senjata dari belakang.

__ADS_1


"Katakan kau siapa dan dimana bosku berada?!" ucap seseorang yang tak lain adalah Juan.


Juan yang baru selesai menelepon Cindy sangat terkejut saat melihat pria lain dalam ruangan Keyla, ia pun langsung masuk ke dalam sambil mengendap-endap dan segera menodongkan pistolnya ke kepala Arshaka.


Arshaka hanya tersenyum dan berdiri membalikkan badannya menatap Juan tanpa takut. Juan yang melihat siapa pria di depannya tentu sangat terkejut. Pria ini penampilannya sangat berbeda dari yang pernah ia temui sebelumnya.


"Kau? Katakan dimana bosku?! Atau kalau tidak, peluru ini bisa bersarang di kepalamu," ancam Juan.


"Sebelum pelurumu bersarang di kepala bosku, akan ku pastikan peluruku terlebih dahulu memecahkan kepalamu," gantian Nicko yang berada di belakang Juan mengancamnya dengan pistol yang juga berada tepat di kepala belakang Juan.


Breng-sek! Dia membawa orang lain kesini ternyata. Umpat Juan dalam hati.


"Bagimana? Jadi menembak kepalaku, Asisten setia Hendry?" tanya Arshaka bermaksud menyindir Juan yang saat itu tak dapat berkutik lagi.


"Baru sekejap menghilang, kau sudah jadi jutawan yang bisa menyewa anak buah rupanya," sindir Juan.


"Asal kau tau, aku sebenarnya sudah kaya dari lahir, tapi aku tidak menyombongkan diri seperti bosmu. Dia pikir dengan uang yang dia punya, dia mampu membeli apa saja termasuk istriku Keyla? Cih, mimpi!" ucap Arshaka penuh penegasan.


"Nick, kau tau apa yang harus kau lakukan!" kata Arshaka memberi kode.


"Baik, Tuan."


Bugh. Brugh.


Nicko memukul belakang leher Juan dengan keras sehingga pria itu pingsan dan jatuh ke lantai. Setelah itu Nicko pun pergi membawa Juan keluar dari tempat itu bersama anak buah yang berjaga diluar. Kemana Hendry dan Juan akan dibawa, hanya Arshaka dan anak buahnya saja yang tau saat itu.


Arshaka cukup merasa lega sekarang. Para pengganggunya sementara sudah disingkirkan. Sekarang ia kembali lagi duduk menemani Keyla. Yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana nanti ia menjelaskan semuanya pada Keyla. Ia sangat berharap Keyla mau mengerti keadaannya dan mau menerimanya kembali.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2