Cinta Abang Kurir

Cinta Abang Kurir
53. Melihat Keyla dari CCTV


__ADS_3

Arshaka tampak sedang duduk di ruang kerjanya sambil menatap laptop yang ada di atas meja kerja. Hari itu ia memang belum turun langsung ke perusahaan milik ayahnya, tapi ia sudah mulai mempelajari pekerjaan apa yang harus ia lakukan dari rumah.


Tak lama pintu ruangan itu diketuk, lalu masuklah asistennya, Nicko, yang datang menghampirinya untuk menyampaikan sesuatu.


"Maaf, mengganggu waktunya, Tuan. Saya hanya ingin memberi tau kalau saya sudah menempatkan beberapa orang kita untuk menyamar jadi tetangga Nona Keyla. Mereka sudah mulai tinggal disana hari ini," kata Nicko menyampaikan tugas yang sudah ia lakukan.


"Bagus. Aku ingin kalian mengawasi Keyla terus. Jangan sampai dia kenapa-napa!" sahut Arshaka.


"Siap, Tuan. Mereka juga sudah memasang CCTV yang mengarah tepat ke rumah Nona Keyla. Jadi, itu akan mempermudah mereka untuk memantau siapa saja yang keluar masuk ke rumah itu," kata Nicko lagi.


"Apa CCTV nya sudah berfungsi?" tanya Arshaka.


"Sudah, Tuan. Apa Tuan mau melihatnya?"


"Ya. Aku mau melihatnya."


Nicko pun mengeluarkan sebuah handphone dari dalam jas nya yang sudah terhubung dengan CCTV untuk memantau rumah Keyla, lalu memberikannya pada Arshaka.


Arshaka bisa melihat dari sana, Keyla baru saja turun dari mobil Cindy. Istrinya itu tampak hanya tertunduk lesu seperti orang yang kehilangan semangat hidup. Itu seperti bukan Keyla yang ia kenal. Melihat wajah Keyla seperti itu, rasanya ingin sekali Arshaka memeluknya erat-erat dan mencium keningnya. Hanya satu kata yang dapat melukiskan perasaannya saat ini, yaitu "rindu". Ia sangat rindu pada istrinya, Keyla.


"Apa dia baru pulang dari kerjanya, Nick?" tanya Arshaka sambil terus melihat Keyla yang sudah masuk ke dalam rumah.


"Tidak, Tuan. Hari ini Nona Keyla tidak bekerja. Tadi sore Nona Keyla pergi bersama temannya untuk mencari Tuan ke tempat kerja Tuan dulu. Dia bertemu dengan seorang kurir disana untuk menanyakan keberadaan Tuan," jawab Nick dengan jujur.


"Dia mencariku?" ulang Arshaka.


"Benar, Tuan. Sepertinya Nona Keyla cukup terpukul karena saat kembali ke rumah, Tuan sudah tidak ada."


Arshaka langsung merasa bersalah saat mendengar perkataan Nicko. Ia yakin Keyla pasti sangat tersiksa karena kepergiannya. Ia memang sadar ia terlalu pengecut untuk berpamitan pada Keyla. Ia tau ia tak akan sanggup jika Keyla menangis di depannya dan menahannya untuk tidak pergi, sementara ia tetap harus pergi, kembali pada keluarganya.

__ADS_1


"Tuan, apa tidak sebaiknya Tuan jujur saja pada Nona Keyla tentang siapa Tuan sebenarnya? Saya rasa Nona Keyla bisa memahami keadaan Tuan saat ini," kata Nicko memberi nasehat.


"Aku masih bingung tentang itu, Nick. Ayahku belum menyetujui hubunganku dengan Keyla, apalagi ibu. Aku tidak mau Keyla kecewa dan sakit hati kalau tau mertuanya sendiri tidak menerimanya. Apalagi kalau dia sampai tau aku akan dijodohkan dengan Silvy. Dia sudah terlalu banyak menderita sampai lari dari rumah dan akhirnya memilih hidup denganku meski dalam keadaan pas-pasan. Aku tidak tega melihatnya menderita lagi," jawab Arshaka sambil mengingat wajah Keyla di kepalanya.


"Apa Tuan mau dijodohkan dengan Nona Silvy?"


"Tentu tidak! Aku sudah menikahi Keyla. Istriku hanya satu, Keyla. Dan aku akan sesegera mungkin kembali pada Keyla," kata Arshaka dengan sungguh-sungguh.


"Saya do'akan Tuan cepat bersatu dengan Nona Keyla. Baru kali ini saya melihat Tuan serius mencintai seseorang," ucap Nicko.


"Terimakasih, Nick. Kau benar. Aku baru kali ini mencintai seseorang dengan sangat serius. Bahkan aku rela mengorbankan nyawaku sendiri demi dirinya. Karena itu, tolong jaga Keyla baik-baik dan awasi dia terus!" kata Arshaka memberi perintah.


"Baik, Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik. Kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan."


"Ya, pergilah."


***


Sementara itu di sebuah ruang VIP club malam, tampak Hendry sedang duduk meneguk minuman dengan ditemani oleh asistennya, Juan. Tidak ada seorang pun wanita malam yang berada di ruangan itu untuk melayaninya.


Sudah beberapa malam ini ia tidak berhubungan dengan wanita manapun. Ia hanya fokus memikirkan bagaimana cara mendapatkan Keyla saja sehingga tak ingin disentuh oleh wanita lain.


Bahkan saat Diana beberapa kali menghubunginya dan mencoba merayunya agar bisa menghabiskan malam dengannya, Hendry menolak mentah-mentah tawaran itu.


Kalau Juan sendiri, meskipun bosnya suka bermain wanita dan senang minum alkohol, dia sama sekali tak pernah terpengaruh oleh bos nya. Bahkan untuk merokok saja dia tidak mau. Dia murni hanya bekerja pada Hendry karena Hendry sudah banyak berjasa pada hidupnya.


Juan adalah seorang yatim piatu yang ditinggal orang tuanya saat ia masih kecil. Ia kemudian dibesarkan di panti asuhan. Setelah dewasa, ia mulai mencari pekerjaan sendiri untuk menghidupi dirinya. Dan satu-satunya orang yang pertama kali memberinya pekerjaan adalah Hendry. Karena itu Juan cukup dekat dengan Hendry dan setia pada bosnya itu. Juan bahkan jarang sekali menghabiskan waktunya untuk dirinya sendiri. Kebanyakan waktunya hanya ia pakai untuk bekerja dengan Hendry.


"Aku dengar ada seorang wanita yang datang ke kantor meminta pertanggung jawabanmu. Kau menghamilinya? Kau seharusnya bertanya padaku bagaimana cara bermain aman," tanya Hendry pada asistennya itu.

__ADS_1


"Tidak, Tuan. Itu tidak benar. Hanya sebuah kesalahpahaman. Wanita itu sahabatnya Nona Keyla," jawab Juan yang membuat Hendry duduk tegak menatap Juan.


"Sahabat Keyla? Kau menghamili sahabatnya?" tanya Hendry setengah terkejut.


Juan menghela nafas dengan berat. Tuannya itu sudah salah sangka padanya.


"Bukan. Saya tidak menghamilinya. Dia sengaja bilang begitu agar bisa bertemu saya. Padahal dia hanya ingin bertanya tentang Shaka, suami Nona Keyla," jawab Juan.


"Bukannya Shaka sudah pulang dari rumah sakit? Kenapa malah bertanya padamu?" tanya Hendry penasaran.


"Shaka pergi menghilang dari rumah. Sampai sekarang Nona Keyla masih mencarinya, Tuan."


"Pergi dari rumah? Dia meninggalkan Keyla?"


"Sepertinya begitu, Tuan."


"Kenapa kau tidak bilang berita sepenting ini padaku?!" tanya Hendry dengan kesal.


"Saya tetap melakukan apa yang Tuan perintahkan. Hanya saja memang belum ada waktu yang tepat untuk menculik Nona Keyla, Tuan," kata Juan berkilah.


Hendry kembali menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Tiba-tiba ia mengangguk-anggukan kepalanya memikirkan sesuatu.


"Sepertinya...aku tau apa yang harus aku lakukan mumpung suaminya itu pergi. Aku yakin ini pasti akan berhasil," ucap Hendry lalu meneguk habis minuman di gelasnya.


"Apa Tuan punya rencana baru?" tanya Juan penasaran.


"Ya. Dan aku yakin kali ini pasti berhasil."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2