
" Benar Pa..... Erick sudah beberapa kali mengalihkan dana perusahaan ke rekening pribadinya. Saat aku mengetahuinya aku langsung menegurnya. Awalnya aku memaafkannya dan menganggap masalah ini selesai begitu saja. Tapi bukannya jera dan segera memperbaiki kesalahan, Erick malah mengulanginya lagi beberapa waktu lalu. "
Yoga berusaha bersikap setenang mungkin mengarang cerita untuk membuat alibinya di depan sang papa. Dan Papanya pun mendengarkan dengan seksama.
" Kami pun bertengkar hebat di kantor waktu itu, dan Biqha lah yang menjadi penengah kami. Tapi setelah tau apa yang terjadi Biqha memihakku. Hal itulah yang menyebabkan dia menaruh dendam pada Biqha dan aku. Karna Biqha yang menyarankanku membawa masalah ini ke pihak berwajib. Aku pun mengancam akan menjebloskannya ke dalam penjara, jika dia tidak segera mengembalikan semua uang yang dia ambil. "
Yoga semakin mengarang bebas, melihat ekspresi sang papa yang mulai mendengarkan cerita darinya dengan sangat serius.
" Dia pasti tidak bisa mengembalikan uang itu, karna dia sudah menghabiskannya. Jadi dia membuat drama ini dengan memanfaatkan ketidakberdayaan Biqha untuk berbalik menyerangku sebelum aku bertindak. "
" Apa kau sungguh-sungguh tidak berbohong pada Papa Yoga? "
Yoga menelan salivanya mendengar pertanyaan sang papa. Namun dia tidak bisa mundur. Dia sangat takut memikirkan tentang penjara. Tidak ada pilihan lain baginya selain terus berbohong untuk menutupi semuanya.
" Demi Tuhan Pa..... Yoga gak bohong. Aku gak melakukan hal itu pada Biqha. Ini semua siasat Erick untuk menghancurkanku. Karna Erick juga tau sebelumnya banyak rumor dan gosip tentang aku dan Biqha, hanya karna aku merekomendasikannya. Papa juga sempat salah paham dengan hubungan kami, karna dulu aku sempat naksir Biqha saat SMA. Sampai Papa pernah mengancamnya melalui Erick. Sumpah demi apapun Pa.... Aku tidak punya hubungan apapun dengan Biqha. Aku gak pernah berusaha mendekatinya sama sekali. Aku sudah mencintai Alin sepenuhnya."
" Lalu kenapa kau tidak mengatakan masalah Erick pada Papa sebelumnya? "
" Aku berusaha memaklumi kondisinya. Aku masih ingin memberinya kesempatan. Aku tidak ingin masalah ini melebar. Tapi aku tidak menyangka Erick akan bertindak sejauh ini. Dia benar-benar sudah berubah. "
" Memaklumi ? Apa maksudmu dengan memaklumi? Kau pikir tindakan penyelewengan dana perusahaan bisa dimaklumi? Itu jelas merugikan perusahaan. "
Papa Adi mulai termakan omongan putra semata wayangnya. Dan itu membuat Yoga merasa sedikit lega.
" Pa sejak kecil Erick terbiasa hidup mewah. Dalam sekejap hidupnya berubah karna satu kesalahan. Dia diasingkan dan sekarang dia harus hidup sederhana. "
" Tapi bukankah usahanya sudah berkembang pesat saat ini? Dia bahkan sudah membuka banyak cabang kan....."
" Pa..... Menjual minuman seperti itu memang berapa hasilnya? Dengan delapan cabang, paling dia hanya mendapat keuntungan puluhan juta perbulan. Sementara sebelumnya dia bisa mendapat miliyaran setiap bulannya sebagai CEO ATMADJA GROUP. Bahkan puluhan dan ratusan miliyar, nyaris mencapai angka satu triliun rupiah pernah dia raih. "
Yoga mulai memperbandingkan hidup sahabatnya dulu. Demi meyakinkan sang papa tentang tuduhannya terhadap Erick.
" Penghasilannya sekarang tentu tidak akan bisa sebanding dengan pendapatannya dulu. Dan bukan hal yang mudah mengubah kebiasaan. Lihat saja kendaraannya sekarang. Dulu koleksi mobil Erick semua seharga ratusan miliyar. Semua koleksinya diatas milikku Pa.... Sekarang dia hanya menggunakan mobil seharga ratusan juta. Itu pun dia beli bekas. Aku prihatin melihatnya. Karna itu aku berusaha memakluminya. "
" Kau benar. Itu tidak akan mudah baginya. Dan jangan-jangan......... Dia memperluas usahanya dari hasil mengalihkan dana perusahaan? Kau bilang sebelumnya kalau dia berencana membuka cafe, iya kan?! "
" Iya itu benar Pa....... "
" Keterlaluan.... Kalau dia butuh modal, dia bisa mengajukan pinjaman. Dia juga bisa bicara secara pribadi dengan kita. Kita pasti meminjamkan modal untuknya. "
" Itu juga yang Yoga katakan padanya Pa. Tapi dia terlalu berambisi untuk membuktikan diri pada papanya, kalo dia bisa berhasil tanpa bantuan orang-orang yang terikat dengan keluarga Atmadja. Tapi dia justru jadi bertindak picik seperti ini. "
" Ini gak bisa dibiarkan. Masalah ini bisa merusak citra keluarga kita Yoga. Ini juga bisa berimbas pada perusahaan. Kalau apa yang kamu katakan itu benar..... Kamu harus bisa membuktikannya ! Ini masalah yang sangat serius. Kita tidak bisa tinggal diam. Kita harus melawannya. Kita harus lakukan laporan balik terhadap mereka. "
Yoga kembali panik. Dia bisa menumbalkan Erick atas kesalahannya, tapi dia tidak mau Biqha sampai ikut terjebak. Dia tidak bisa membiarkan itu terjadi. Karna bagaimana pun dia masih menginginkan Biqha. Tekadnya hanya ingin menikahi Biqha. Dia tidak mau kehilangan Biqha.
" Tapi Biqha tidak bersalah Pa... "
" BAGAIMANA MUNGKIN DIA TIDAK BERSALAH ? "
Tiba-tiba mama Hani masuk ke dalam dan memotong pembicaraan ayah dan anak itu dengan emosi yang tak terbendung.
" Mama....."
" Jelas-jelas dia yang melaporkanmu ke polisi. Dia bersama dengan Erick memfitnahmu berbuat hal yang keji. Dia juga harus dihukum ! "
" Ma tenanglah.....! Tekanan darah mama bisa naik kalau mama emosi begini. Ini gak baik buat kesehatan jantung mama. "
__ADS_1
Yoga memegang kedua pundak mamanya, berusaha menenangkan wanita yang telah melahirkannya itu.
" Gimana mama bisa tenang...? Kalau hidup putra mama sedang terancam. "
Mama Hani langsung berpaling, berjalan mendekati suaminya.
" Dengar..... Lakukan apapun untuk membebaskan putraku dari masalah ini ! Jangan biarkan putra kita satu-satunya mendekam di penjara. "
Mama Hani menangis tersedu-sedu. Melihat hal itu, Yoga langsung memeluk mamanya dari belakang.
" Ma......."
" Putraku tidak bersalah.... Dia tidak mungkin melecehkan wanita itu. Dia mungkin pernah melakukan hubungan dengan beberapa wanita dulu, tapi itu atas dasar mau sama mau. Itu juga karna pengaruh alkohol. Dan itu karna Dia..... wanita itu...."
Tiba-tiba mama Hani terdiam karna pikirannya sendiri. Mengingat kejadian dulu putra kesayangannya pernah terjerumus, dan menjadi pecandu alkohol karna prustasi saat kehilangan cinta pertamanya. Mama Hani berbalik dan melepas pelukan putranya.
" Sayang....... Kamu gak mungkin melakukan itu kan? Kamu gak mungkin memaksanya kan? Kenapa ini bisa terjadi.....? "
Tangis sang mama makin menjadi, dan Yoga pun kembali memeluknya erat.
" Gak Ma.... Sumpah demi apapun Yoga gak melakukannya. Yoga udah punya Alin sekarang...... Kapan pun Yoga mau, Alin akan senang hati...... Jadi mana mungkin Yoga berbuat itu pada Biqha. "
" Benar.... Kau dengar itu. Dia sudah punya Alin. Bahkan semalam mereka juga bersama. Jadi itu tidak mungkin. "
Meski tadinya Mama Hani sempat meragukan pikirannya sendiri. Tapi rasa sayangnya pada putra semata wayangnya itu, membuatnya tidak mau menerima pikiran buruk apapun tentang anaknya.
" Kau tenanglah. Aku tidak akan membiarkan dia di penjara. Karna itu juga akan menghancurkan citra perusahaan dan berakibat buruk pada kita. Aku akan segera menemui pengacara kita. Jadi jangan khawatir.... "
Ucap papa menenangkan istrinya.
" Dan kau dengar Yoga..... Segera kumpulkan bukti-bukti terkait masalah ini. Termasuk rekaman cctv. Ada banyak cctv di kantor, termasuk diruangan manager. Dari situ kita bisa lihat semua yang dilakukan Erick. "
" Apa yang kau tunggu ? Cepat pergi ! "
" Gak..... Dia gak boleh kemana-mana? Putraku akan tetap disini bersamaku. "
" Biarkan dia pergi.... Dia hanya punya waktu 24 jam untuk mengumpulkan bukti, sebelum polisi kembali datang menjemput paksa dirinya besok. Sebelum itu kita harus lebih dulu ke kantor polisi untuk membuat laporan balik dan membawa bukti-bukti yang akan memperkuat tuduhan kita. Cepat pergilah...! "
Yoga berlari keluar dan meninggalkan rumahnya bukan hanya karena perintah sang ayah, namun karna dia sadar betul ada banyak hal yang harus dia kerjakan.
Di dalam mobil, Yoga memukuli stir mobilnya dengan sangat keras.
" Brengs*k...... Kenapa jadi begini....? Kenapa kau lakukan ini Bi.....? Harusnya kau datang padaku dan meminta pertanggungjawabanku untuk menikahimu. Kenapa kau malah datang ke kantor polisi? Apa kau sungguh menginginkan aku di penjara? "
Yoga meneteskan airmata, sembari bicara sendiri seolah sedang berbicara dengan Biqha.
" Gak.... Ini jelas bukan dari pemikiran Biqha. Pasti Erick lah yang sudah memprovokasinya. Dia selalu saja ikut campur urusan kami. Kau akan tanggung semua akibatnya Rick..... Kau sudah membuat rencanaku berantakan. Dan sekarang kau ingin menentangku.....Jangan salahkan aku! Kau yang memaksaku melakukan ini. "
Yoga mengambil ponsel dari sakunya, dan segera menelephon asistennya.
" Fahri..... Carikan seorang peretas handal sekarang juga ! Bagaimana pun caranya kau harus mendapatkannya hari ini juga ! "
Setelah itu, Yoga langsung tancap gas menuju kantor. Tujuan utamanya adalah untuk melenyapkan semua bukti perbuatannya malam itu.
****
Menjelang Ashar Erick baru terbangun dari tidur panjangnya. Tubuhnya terasa sangat letih setelah semalam menjalani hari yang sangat melelahkan. Baik itu secara fisik juga mental.
__ADS_1
Setelah semalaman tidak bisa tidur menjaga Biqha di rumah sakit, kemudian keesokan harinya harus mondar-mandir ke kantor polisi dan balik lagi ke rumah sakit. Erick juga masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Semua itu benar-benar menguras energinya. Hingga kepalanya terasa berdenyut nyeri semalam.
Erick baru bisa tertidur setelah beberapa menit meminum obat pereda nyeri kepala. dan saat terbangun subuh tadi, Erick langsung kembali tidur setelah melaksanakan sholat subuh. Entah karna kelelahan atau karna kandungan obat tidur yang ada dalam obat pereda nyeri yang dia minum semalam, Erick sulit membuka matanya. Bahkan dia sampai melewatkan waktu zuhurnya.
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya pada sang Pencipta, Erick mulai merasakan perih di perutnya. Dia pun langsung memesan makanan secara online. Saat Erick mulai ingin menyantap makanannya, tiba-tiba dia teringat pada Biqha. Dia mengkhawatirkan keadaan sahabatnya itu.
" Bagaimana keadaannya sekarang? Dia udah mau makan ato belum ya? Semalam Biqha nyaris tidak mau menyentuh makanan sama sekali. Kalau terus seperti itu maagnya bisa kambuh. "
Erick langsung meraih ponselnya, mencoba menghubungi Rendra. Namun Rendra tidak mengangkatnya.
" Kemana nih anak ? Kenapa dia gak menjawab telephonnya? "
Perasaan Erick jadi tidak nyaman karna mengkhawatirkan keadaan mereka. Erick pun memutuskan akan menemui mereka setelah selesai makan nanti.
Diperjalanan menuju kontrakan Biqha, Erick mendapat telphon dari Neta, yang memintanya untuk datang ke outlet karna ada sedikit masalah. Erick pun menunda niatnya menemui Biqha dan Rendra.
Pukul delapan malam Erick baru sampai di kontrakan Biqha. Erick memencet bel berkali-kali namun belum juga ada reaksi dari dalam. Erick mencoba menghubungi Rendra kembali tapi tetap tidak di angkat, begitu pun dengan Biqha. Perasaan Erick jadi semakin tidak nyaman karna merasa sangat khawatir.
" Orangnya udah pergi mas..... Udah gak tinggal disini lagi. Baru aja sore tadi di usir sama yang punya kontrakan. "
Seorang tetangga memberikan informasi yang membuat Erick semakin cemas, dan seketika Erick menjadi panik.
" Apa.....? Di usir? Kenapa mereka bisa di usir bu? apa karna mereka belum membayar uang kontrakannya? "
" Bukan. Malah tadi sisa uang kontrakan mereka dikembalikan."
" Lalu kenapa mereka di usir? "
" Saya sih gak tau persis. Tapi tadi yang punya kontrakan bilang, beliau gak mau mengontrakan rumahnya pada wanita murahan seperti Nabiqha itu. "
" Apa...? "
" Eh mpok Diah.... Kalo ngomong jangan sembarangan. Punya mulut itu dijaga. "
Tiba-tiba tetangga yang rumahnya tepat bersebelahan dengan kontrakkan Biqha muncul, dan langsung menegur tetangga yang bernama Diah itu.
" Ye... Siapa yang ngomong sembarangan. Orang memang bener... Semua orang di kampung sini juga denger sendiri bu Haja tadi ngomong apa. "
" Tapi itu kan belum tentu bener. Udah mas gak usah di dengerin. "
" Tapi bu.... Apa ibu tau kemana mereka pergi? "
" Saya gak tau mas. "
Dengan cepat Erick kembali berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan gang.
' Kemana mereka? Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mereka diusir dari kontrakan ini? Padahal mereka sudah membayar kontrakannya. Dan apa maksud ibu tadi pemilik rumah ini tidak mau memgontrakkan rumahnya lagi pada Biqha, karna menganggap Biqha adalah wanita murahan? Kenapa...? '
Erick terus bertanya-tanya dibenaknya dalam kecemasan memikirkan mereka. Didalam mobil, Erick kembali mencoba menghubungi mereka. Tapi mereka tetap tidak menjawabnya.
" Kemana mereka sebenarnya? Kenapa tidak ada yang menjawab panggilanku sama sekali? "
Erick menjadi emosi sendiri karna mencemaskan keadaan mereka.
" Aku harus mencari mereka. Mereka mungkin sedang kesulitan saat ini. Tapi kemana aku harus mencari mereka? "
Meski tidak tau kemana harus mencari kakak beradik itu, namun Erick tetap melajukan mobilnya dan menyusuri jalan untuk mencari mereka. Kecemasan Erick semakin menjadi saat hujan mulai turun dengan derasnya. Erick menepikan mobilnya dan mencoba menghubungi mereka lagi, namun hasilnya masih saja nihil.
__ADS_1
Sudah hampir satu jam Erick berkeliling menyusuri jalan menerpa derasnya hujan, namun Erick belum juga menemukan mereka.
" Ya Allah, dimana mereka? Bi.......kalian dimana? Aku harus mencari kalian kemana lagi? Kenapa kalian gak mau angkat telponku dari tadi? "