CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN

CINTA DARI SANG, KOMANDAN BAYANGAN
10. Dendam Terusaikan


__ADS_3

Di Kediaman Panglima.


Tantan menangis, terus-menerus dipelukan suaminya. Sekarang tidak ada tawa dan canda Deya lagi, pasti akan sangat sepi dan membosankan.


Tapi itu sudah keputusan yang diambil oleh Deya sendiri dengan kedua orang tuanya. Mereka tahu itu bukan kecelakaan, sudah jelas itu perbuatan Deya dengan sengaja. Memang Petter sudah lama berencana mengirim Deya pada ayahnya ke luar negeri.


"Sudah, tidak apa-apa jika kau mau, kita adopsi anak perempuan nanti." Panglima mencoba menghibur istrinya.


" Putramu meskipun ingin seorang adik, tapi dia juga tidak mudah menerima orang lain di sisinya." Tantan sudah tahu jika putranya tidak akan mudah menerima orang lain masuk dalam keluarga.


"Benar juga, kalau begitu nanti sering-sering kita mengunjungi panti asuhan bagaimana?" ujar Panglima.


" Iya, tapi mana ada yang selucu Deya, Jendral dan Suzy bagaimana bisa setega itu pada Deya." Tantan masih tidak rela berpisah dengan Deya.


" Ibu, Lily juga lucu kan, nanti kalau Gala lulus SD, kita pindah ke sana saja." Manggala masuk ke kamar ibunya, berusaha menghibur ibunya, karena mendengar ibunya menangis tak henti-henti.


" Lily lucu juga, tapi Deya juga lucu, semua lucu." Tantan jadi bingung.


Semenjak itu Tantan jadi tidak begitu ceria lagi karena tidak ada Deya. Tapi tetaplah hari-hari berjalan seperti semestinya.


Tak terasa Manggala dan Baratha sudah lulus dari Sd. Mereka lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.


Dan sesuai dengan janji Panglima pada Manggala, dia akan lanjut bersekolah dan berlatih di Basecamp Zero.


Rupanya, Petter juga mengikuti cara mendidik Panglima. Petter juga mengirim Barata ke Basecamp Zero. Mereka mengirimkan anak-anaknya ke Basecamp bersama.


Tantan menangis lagi karena harus berpisah dengan putranya. Dan pada akhirnya Panglima sekalian menitipkan istrinya ke tempat Zero.


Sementara Suzy tetap mengikuti suaminya kembali ke kota. Jadi sementara Panglima dan istrinya hubungi jarak jauh dulu. Lagian setelah Gala lulus, tugas Panglima semakin banyak. Jadi jika Panglima bebas tugas, dia akan kembali ke Basecamp.

__ADS_1


Semua ulah siapa lagi kalau bukan ulah Jimmy, baru di era Jimmy Panglima sibuk ke sana - ke sini sendiri. Jika itu Panglima yang lain tinggal perintah sana sini.


Setelah ikut ke Basecamp, Tantan menjadi sangat ceria karena di sana ada Lily dan banyak anak-anak lain. Kehidupan Tantan tidak sepi lagi.


Panglima sudah seperti Bang Toyib, pulangnya kadang sebulan sekali, 3 bulan sekali, juga bisa setahun sekali. Sudah jelas itu adalah kesengajaan dari Jimmy untuk Panglima. Niat panglima ingin menjauhkan Gala dari Jimmy, malah dia yang di kirim jauh dari keluarganya.


Selama 3 tahun itu Bara dan Gala berlatih dan bersekolah dengan sungguh-sungguh di tempat Zero. Tiga tahun itu juga Jimmy malah lebih sering bertemu dengan Manggala dan juga Bara. Jimmy benar - benar berhasil memberikan pengaruh cukup besar pada keduanya.


Bara diberikan motivasi setinggi langit untuk meraih ambisinya menjadi seorang Panglima, Bara memang unggul dalam penglihatan juga daya ingatnya sangat tajam, tapi untuk latihan fisik Bara hanya setara dengan pasukan biasa di tempat Zero.


Berbeda dengan Gala, Jimmy membuat Gala menjadi anak yang tidak berambisi dalam jabatan, dengan berdalih jika nanti Gala menjadi seorang yang terikat dengan negara. Maka dia akan membuat ibunya sedih karena tidak banyak waktu untuk keluarga. Gala juga merasakan sendiri menjadi anak dari seorang Panglima, waktu yang diberikan ayahnya sangat terbatas. Dalam setahun bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka bertemu.


Gala tidak memiliki cita-cita apapun, dia berpikir ingin menjadi rakyat biasa saja. Dan lagi Gala sangat senang bermain dengan Lily. Jika Gala hanya rakyat biasa dia bisa bermain dan menemani bunga mataharinya kapan pun dia mau.


Tiga tahun itu pun juga cepat berlalu, Bara dan Gala sudah lulus saja. Bara akan lanjut masuk sekolah militer, sementara Gala sudah memutuskan tinggal dan lanjut sekolah di Basecamp Zero. Apalagi Lily sudah memasuki taman kanak-kanak. Itu akan menyenangkan untuk Gala mengantar jemput Lily bersekolah.


Tapi Gala juga tidak bisa mengabaikan permintaan Baratha, dengan berat hati Gala pun pergi bersama Bara.


"Paman, Lily ikut ya. " Lily sudah merengek pada Gala, agar Gala membawa Lily bersamanya.


"Lily, biarkan Pamanmu bersekolah tinggi di kemiliteran, nanti dia akan datang mengunjungimu jika ada waktu senggang." Zero membujuk putrinya yang sudah bergulung-gulung menangis ke sana - kemari.


Lily memegangi kaki Gala dengan erat, Lily tidak ingin berpisah dengan Gala. Gala pun meraih Lily dan menggendongnya.


"Tunggu Paman kembali, setelah itu Paman akan bersama Lily seterusnya, aku berikan Oddie padamu sebagai jaminan, bukankah kau selalu ingin memiliki Oddie? " Gala mencoba membujuk gadis berusia 5 tahun itu.


Lily melirik ke arah Oddie, sekarang Lily mendapatkan pilihan yang sulit, Dia mau Oddie tapi juga tidak ingin Paman Galanya pergi.


"Paman berjanji ya, Paman kembali pada Lily. " Lily membuat kesepakatan dengan Gala.

__ADS_1


"Baik, kau harus merawat Oddie dengan baik dan jangan terus membuat ibuku dan ibumu khawatir, kau selalu ceroboh dan mudah terluka, kau harus berjanji pada Paman menjadi anak yang baik." Ujar Gala pada Lily.


Keduanya mengikat janji satu sama lain, Gala mencium gemas pipi Lily, Gala juga menggigit ringan pipi gembul milik Lily sangking gemasnya dan memeluk gadis itu dengan erat.


Setelah itu Gala dan Bara kembali ke kota untuk melanjutkan pendidikannya.


Hari-hari pertama cukup berat untuk Gala, karena tidak mendengar suara berisik Lily yang slalu membangunkannya di pagi hari, tidak ada rengekan manja Lily padanya lagi.


Tapi tidak dengan Lily, namanya juga anak kecil, dia sudah mendapatkan Oddie jadi hari-hari tetap berjalan seperti biasa saja meski tanpa Gala, lagian Lily masih ada Grey yang juga sangat memanjakannya.


Keduanya pun resmi masuk ke Akmil, mereka benar - benar putus kontak dengan keluarga untuk sementara, selama masa pendidikan selesai dan dinyatakan lulus.


Beberapa tahun kemudian keduanya pun dinyatakan lulus dari Akmil. Mereka berdua diangkat menjadi perwira TNI Angkatan Darat (AD) yang mempunyai pangkat letnan dua, sesuai dengan korps atau kecabangan masing-masing. Selain itu, setelah lulus mereka juga akan memiliki kompetensi dasar jabatan golongan VIII atau setingkat komandan peleton.


Tapi sayang sekali, Gala memutuskan mundur dari kemiliteran, dia tidak mau terikat karena dia sudah membuang waktu cukup lama saat Akmil.


Bara sudah membujuk Gala untuk bertahan, tapi keputusan Gala sudah bulat.


" Tapi, tanpamu mungkin aku tidak akan lulus Gala, apa aku juga bisa mencapai titik yang aku inginkan tanpamu?" Bara sudah sangat bergantung pada Gala.


" Aku akan membantumu diam-diam, kau tenang saja, kejar cita - citamu sebagai seorang Panglima dan jangan malas berlatih!" Gala menyemangati sahabatnya.


Karena Gala sudah mengatakan akan membantu, maka Bara pun tenang. Bara pun lanjut sementara Gala mundur.


Hal itu membuat Panglima marah, Panglima merasa putranya sudah main-main. Jika sudah terjun maka jangan setengah-setengah, ini malah tiba-tiba mundur begitu saja. Tapi kembali lagi putranya sama kerasnya dengannya. Panglima pun tidak bisa berbuat apa-apa, Panglima sangat kecewa sampai sempat mendiamkan putranya.


Panglima pun mengakui, kali ini dia kalah dan Jimmy lah pemenangnya.


Dan pada akhirnya dendam keduanya berakhir, meskipun Jimmy membuat Gala mundur dari Kemiliteran, tapi Jimmy langsung memberikan organisasi di belakangnya pada Gala, menjadikan Gala pemilik Organisasi yang dia dirikan, mengajari banyak hal yang luar biasa pada Gala. Dan itu setara dengan kedudukkan ayahnya di kemiliteran.

__ADS_1


__ADS_2